Teh herbal ini memadukan daun goosefoot (Chenopodium album) dengan jahe dan serai yang menghangatkan. Dalam pengobatan tradisional Ayurveda, goosefoot dikenal sebagai sayuran dan tonik pencernaan, sedangkan riset fitokimia menunjukkan kandungan flavonoid dan asam fenolik.
| 3 g daun goosefoot kering (atau 10 g daun segar) |
| 3 cm jahe, dimemarkan |
| 1 batang serai, digeprek |
| 200 ml air |
| 1 sdt madu (opsional) |
Kandungan antioksidan alami dalam daun goosefoot membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Jahe dan serai memberikan sensasi hangat serta mendukung kenyamanan saluran cerna.
Advertisement
1 gelas (200 ml) setelah makan, maksimal 2 gelas per hari. Konsumsi 3–5 hari per minggu sebagai variasi minuman, bukan pengganti obat.
Kandungan vitamin K berpotensi mengurangi efek warfarin; pantau INR jika rutin minum antikoagulan. Efek diuretik ringan dapat menambah kerja obat diuretik atau lithium; konsultasikan jika mengonsumsi obat-obatan tersebut.
Hindari pada penderita batu ginjal kalsium oksalat, gangguan ginjal berat, dan alergi famili Chenopodiaceae/Amaranthaceae. Wanita hamil, menyusui, dan anak-anak sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu.
Resep Herbal: #0555