Bubur wijen hitam kental ala Asia Timur dengan gula aren dan aroma khas wijen. Hidangan hangat ini sederhana tetapi terasa mewah.
| 100 g Wijen hitam, sangrai |
| 450 ml Air matang |
| 3 sdm Gula aren atau gula kelapa |
| 2 sdm Tepung ketan |
| 50 ml Air matang, untuk melarutkan tepung |
| 1/4 sdt Garam |
| 50 ml Santan encer (opsional) |
Wijen hitam mengandung antosianin pada kulitnya, vitamin E, kalsium, dan magnesium. Dalam literatur TCM, wijen hitam secara tradisional digunakan untuk menjaga stamina dan vitalitas, sehingga layak dinikmati sewajarnya sebagai bagian pola makan seimbang.
Advertisement
Takaran saji: 1 mangkuk kecil sekitar 150 ml, maksimal 4 kali per minggu.
Kandungan vitamin K pada wijen dapat memengaruhi obat pengencer darah; konsultasikan jika rutin menggunakan warfarin. Gula aren tetap mengandung glukosa, jadi perhatikan total asupan karbohidrat pada diabetes.
Hindari jika alergi wijen. Penderita refluks lambung sebaiknya menghindari porsi besar karena teksturnya kental dan berlemak jika ditambah santan.
Resep Herbal: #0554