Teh herbal yang memadukan daun Seledri Melur, jahe, dan serai; aromanya manis-anis dan sangat nyaman diminum setelah makan. Dalam literatur herbal klasik Eropa (A Modern Herbal, 1931), Myrrhis odorata digunakan sebagai karminatif dan ekspektoran.
| 15 lembar daun Seledri Melur segar |
| 3 cm jahe segar, dimemarkan |
| 1 batang serai, dimemarkan |
| 300 ml air matang |
| 1 sdt madu murni (opsional) |
| 1 sdt air jeruk lemon (opsional) |
Minyak atsiri Seledri Melur membantu merilekskan saluran cerna sehingga mendukung pencernaan. Jahe dan serai memberi efek menghangatkan dan menyegarkan tanpa kafein.
Advertisement
Minum 1 cangkir (180–200 ml) 1–2 kali sehari setelah makan, tidak lebih dari 2 cangkir per hari.
Minyak atsiri dan senyawa kumarin pada herba ini berpotensi memengaruhi enzim hati. Jika Anda menggunakan obat pengencer darah, terapi hormon, atau obat epilepsi, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah 1 tahun; hindari jika memiliki alergi terhadap famili Apiaceae seperti seledri, wortel, atau adas.
Resep Herbal: #0525