Cah Good King Henry dengan Tempe dan Bawang Putih

Tumis Good King Henry dengan tempe dan bawang putih. Teknik blansir mengurangi oksalat, cocok sebagai lauk sehat harian.

Deskripsi:

Menu tumis ini menggabungkan daun Good King Henry dengan tempe dan bumbu khas Indonesia. Teknik blansir lalu tumis cepat membuat tekstur daun tetap lembut dan rasa gurihnya kuat.

Resep:

Bahan:
200 g daun muda Good King Henry (Blitum bonus-henricus)
100 g tempe, potong dadu kecil
3 siung bawang putih, iris tipis
2 butir bawang merah, iris
1 buah cabai merah besar, iris serong
1 sdm minyak kelapa atau minyak kanola
2 sdm air matang
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt kecap manis (opsional)
1 sdm kelapa parut sangrai untuk taburan (opsional)

Manfaat:

Tempe memberi protein nabati dan isoflavon, sementara GKH memberi zat besi dan mineral. Vitamin C dari cabai merah dan senyawa sulfur dari bawang putih membantu penyerapan zat besi non-heme.

Cara Membuat:

Langkah:
  1. Didihkan air, masukkan daun GKH dan blansir 2 menit, tiriskan, lalu buang air rebusan.
  2. Peras sedikit daun GKH agar tidak terlalu berair, lalu iris kasar.
  3. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum. Masukkan cabai dan tempe, masak sampai tempe kecokelatan.
  4. Masukkan daun GKH, air, garam, merica, dan kecap manis. Tumis 1-2 menit sampai bumbu meresap.
  5. Angkat, taburi kelapa sangrai, dan sajikan hangat.

Advertisement


Takaran/Porsi:

1 porsi sekitar 150 g sebagai lauk untuk makan siang atau malam. Boleh 3–4 kali seminggu, tetapi kombinasikan dengan sayur hijau lain.

Interaksi:

Tempe mengandung tiramin dalam jumlah sedang; jika sedang minum antidepresan golongan MAOI, konsultasi dulu. Jika memakai warfarin, jaga asupan vitamin K tetap konsisten.

Kontraindikasi:

Hindari jika alergi kedelai. Penderita batu ginjal oksalat dan gangguan ginjal sebaiknya membatasi porsi karena GKH tetap mengandung oksalat meski telah diblansir.

Resep Herbal: #0467



Resep Herbal Lainnya

Cari: