Menu tumis ini menggabungkan daun Good King Henry dengan tempe dan bumbu khas Indonesia. Teknik blansir lalu tumis cepat membuat tekstur daun tetap lembut dan rasa gurihnya kuat.
| 200 g daun muda Good King Henry (Blitum bonus-henricus) |
| 100 g tempe, potong dadu kecil |
| 3 siung bawang putih, iris tipis |
| 2 butir bawang merah, iris |
| 1 buah cabai merah besar, iris serong |
| 1 sdm minyak kelapa atau minyak kanola |
| 2 sdm air matang |
| 1/4 sdt garam |
| 1/4 sdt merica bubuk |
| 1 sdt kecap manis (opsional) |
| 1 sdm kelapa parut sangrai untuk taburan (opsional) |
Tempe memberi protein nabati dan isoflavon, sementara GKH memberi zat besi dan mineral. Vitamin C dari cabai merah dan senyawa sulfur dari bawang putih membantu penyerapan zat besi non-heme.
Advertisement
1 porsi sekitar 150 g sebagai lauk untuk makan siang atau malam. Boleh 3–4 kali seminggu, tetapi kombinasikan dengan sayur hijau lain.
Tempe mengandung tiramin dalam jumlah sedang; jika sedang minum antidepresan golongan MAOI, konsultasi dulu. Jika memakai warfarin, jaga asupan vitamin K tetap konsisten.
Hindari jika alergi kedelai. Penderita batu ginjal oksalat dan gangguan ginjal sebaiknya membatasi porsi karena GKH tetap mengandung oksalat meski telah diblansir.
Resep Herbal: #0467