Advertisement
Wild Dagga (*Leonotis leonurus*) adalah tanaman perdu tegak dari famili Lamiaceae yang berasal dari Afrika Selatan. Dikenal juga sebagai "Tanduk Singa" atau "Dagga Liar", tanaman ini memiliki bunga oranye khas yang tersusun melingkar di sepanjang batang, menyerupai ekor atau kepala singa. Meski namanya mirip dengan *Cannabis* (dagga), Wild Dagga sama sekali tidak mengandung THC; efeknya berasal dari senyawa seperti leonurine dan diterpenoid yang memberikan sifat relaksan ringan, sehingga sering digunakan dalam praktik tradisional sebagai pengganti tembakau atau teh herbal.
Tanaman ini asli dari Afrika Selatan. Mereka suka banget sama tempat yang panas, banyak sinar matahari, dan tanah yang drainasenya lancar. Biasanya tumbuh liar di padang rumput atau lereng bukit. Karakteristik/ciri-ciri Wild Dagga (Leonotis leonurus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Semak berkayu yang tingginya bisa mencapai 2 meter. |
| Batang | Batangnya berbentuk kotak (persegi) khas keluarga Lamiaceae, kaku, dan tumbuh tegak. |
| Daun | Berbentuk lanset memanjang dengan pinggiran yang bergerigi kasar. Warnanya hijau terang dan aromatik kalau diremas. |
| Bunga | Bentuknya unik seperti kepala singa (makanya disebut Wild Dagga). Warnanya oranye terang, tersusun dalam rangkaian melingkar (whorls) di sepanjang batang atas. |
| Tekstur Bunga | Bunganya punya bulu-bulu halus yang bikin penampilannya kelihatan seperti beludru. |
| Akar | Sistem perakarannya kuat dan tahan terhadap kondisi kering. |
7 Manfaat Wild Dagga untuk kesehatan.
Senyawa polifenol dan diterpenoid labdana menghambat enzim COX-2/5-LOX, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6, serta menekan aktivasi NF-κB dan MAPK pada jalur inflamasi.
Flavonoid dan fenolik lipofilik berinteraksi dengan membran lipid mikroba sehingga meningkatkan permeabilitas sel dan menyebabkan kebocoran sitoplasma. Minyak atsiri juga dapat menghambat pembentukan biofilm dan mengganggu quorum-sensing bakteri.
Gugus hidroksil fenolik dari flavonoid dan asam fenolat bertindak sebagai donor atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas, menangkap spesies oksigen reaktif, mengkhelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione peroksidase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wild Dagga.
Wild Dagga (Leonotis leonurus) adalah tanaman yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional Afrika untuk mengatasi berbagai kondisi seperti batuk, pilek, infeksi kulit, dan sebagai analgesik ringan. Namun, konsumsi tanaman ini, terutama dalam dosis tinggi atau bentuk ekstrak yang pekat, dapat memicu berbagai efek samping toksik. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi mual, muntah, pusing, mati rasa pada anggota gerak, serta kebingungan mental. Beberapa pengguna yang merokok daun atau ekstraknya untuk tujuan rekreasi guna mendapatkan efek euforia melaporkan adanya halusinasi ringan, kecemasan, dan takikardia (peningkatan detak jantung).