Wild Dagga

Leonotis leonurus
Nama
Wild Dagga
Nama Latin/Ilmiah
Leonotis leonurus
Bagian Digunakan
Daun, Bunga
Rasa
Pahit, herbal, & sedikit pedas
Nama Lain
Wild dagga (Afrika Selatan), lion's tail (Amerika Serikat), rooidagga (Afrikaans, Afrika Selatan), minaret flower (Hawaii, AS), umfincafincane (Zulu, Afrika Selatan)
Asal
Afrika Selatan
Kandungan Utama
Marrubiin, leonurin, dan minyak atsiri.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Wild Dagga

Wild Dagga (*Leonotis leonurus*) adalah tanaman perdu tegak dari famili Lamiaceae yang berasal dari Afrika Selatan. Dikenal juga sebagai "Tanduk Singa" atau "Dagga Liar", tanaman ini memiliki bunga oranye khas yang tersusun melingkar di sepanjang batang, menyerupai ekor atau kepala singa. Meski namanya mirip dengan *Cannabis* (dagga), Wild Dagga sama sekali tidak mengandung THC; efeknya berasal dari senyawa seperti leonurine dan diterpenoid yang memberikan sifat relaksan ringan, sehingga sering digunakan dalam praktik tradisional sebagai pengganti tembakau atau teh herbal.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 05:51:49
 

II. Ciri-ciri Wild Dagga

Tanaman ini asli dari Afrika Selatan. Mereka suka banget sama tempat yang panas, banyak sinar matahari, dan tanah yang drainasenya lancar. Biasanya tumbuh liar di padang rumput atau lereng bukit. Karakteristik/ciri-ciri Wild Dagga (Leonotis leonurus):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Semak berkayu yang tingginya bisa mencapai 2 meter.
Batang Batangnya berbentuk kotak (persegi) khas keluarga Lamiaceae, kaku, dan tumbuh tegak.
Daun Berbentuk lanset memanjang dengan pinggiran yang bergerigi kasar. Warnanya hijau terang dan aromatik kalau diremas.
Bunga Bentuknya unik seperti kepala singa (makanya disebut Wild Dagga). Warnanya oranye terang, tersusun dalam rangkaian melingkar (whorls) di sepanjang batang atas.
Tekstur Bunga Bunganya punya bulu-bulu halus yang bikin penampilannya kelihatan seperti beludru.
Akar Sistem perakarannya kuat dan tahan terhadap kondisi kering.

III. Manfaat Wild Dagga

7 Manfaat Wild Dagga untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi

    Senyawa polifenol dan diterpenoid labdana menghambat enzim COX-2/5-LOX, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6, serta menekan aktivasi NF-κB dan MAPK pada jalur inflamasi.

    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas (antibakteri dan antijamur)

    Flavonoid dan fenolik lipofilik berinteraksi dengan membran lipid mikroba sehingga meningkatkan permeabilitas sel dan menyebabkan kebocoran sitoplasma. Minyak atsiri juga dapat menghambat pembentukan biofilm dan mengganggu quorum-sensing bakteri.

    Senyawa Aktif: trans-kariofilena, kariofilena oksida, α-humulena, Asam Kafeat
    Tampilkan
  3. Antioksidan sistemik

    Gugus hidroksil fenolik dari flavonoid dan asam fenolat bertindak sebagai donor atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas, menangkap spesies oksigen reaktif, mengkhelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione peroksidase.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Wild Dagga

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wild Dagga.

  1. Marrubiin

    Golongan: Terpenoid (diterpenoid labdane)
    Bagian Tanaman: Daun, bunga, bagian aerial
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antinociceptive, Antibakteri, Dan Penghambat Jalur COX-2/NO Pada Studi Preklinis..
    Tampilkan
  2. trans-β-Caryophyllene

    Golongan: Terpenoid (seskuiterpena)
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Melalui Agonis Reseptor CB2, Analgesik, Dan Gastroprotektif..
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (seskuiterpena)
    Bagian Tanaman: Daun, bunga (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antinociceptive, Antialergi, Dan Penghambat Proliferasi Sel Tumor Pada Model In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping Wild Dagga

Wild Dagga (Leonotis leonurus) adalah tanaman yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional Afrika untuk mengatasi berbagai kondisi seperti batuk, pilek, infeksi kulit, dan sebagai analgesik ringan. Namun, konsumsi tanaman ini, terutama dalam dosis tinggi atau bentuk ekstrak yang pekat, dapat memicu berbagai efek samping toksik. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi mual, muntah, pusing, mati rasa pada anggota gerak, serta kebingungan mental. Beberapa pengguna yang merokok daun atau ekstraknya untuk tujuan rekreasi guna mendapatkan efek euforia melaporkan adanya halusinasi ringan, kecemasan, dan takikardia (peningkatan detak jantung).

Baca Semua Efek Samping

Rooiwortel / Red Root

Pelargonium reniforme

Bush Willow

Combretum molle

Cari: