Advertisement
Pelargonium reniforme, yang dikenal sebagai Rooiwortel atau Red Root, adalah tumbuhan perdu tahunan yang berasal dari wilayah timur Afrika Selatan, khususnya di daerah beriklim sedang dan semak belukar. Nama "Rooiwortel" merujuk pada akar merah kecokelatannya yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat lokal, terutama suku Khoisan, sebagai pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit pernapasan seperti batuk, bronkitis, dan tuberkulosis. Secara botani, tumbuhan ini masih berkerabat dekat dengan Pelargonium sidoides, tetapi dibedakan oleh bentuk daunnya yang seperti ginjal (reniforme) serta kandungan senyawa aktif yang berbeda.
Tanaman ini berasal dari wilayah Afrika Selatan, tepatnya di daerah Cape Province. Mereka sangat suka tumbuh di padang rumput atau area terbuka yang cukup kering dan tahan terhadap kondisi tanah yang kurang subur. Karakteristik/ciri-ciri Rooiwortel / Red Root (Pelargonium reniforme):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tumbuhan herba yang tumbuh rendah di atas permukaan tanah (perennial herb). |
| Daun | Bentuknya unik seperti ginjal atau hati (reniform), warnanya hijau keabu-abuan dengan tekstur yang agak berbulu halus di permukaannya. |
| Bunga | Kelopak bunganya berwarna magenta atau merah keunguan yang cantik, biasanya muncul dalam kelompok kecil pada tangkai yang panjang. |
| Akar | Bagian paling ikonik adalah akarnya yang berwarna merah tua atau kecokelatan. Akarnya berbentuk seperti umbi atau akar tunggang yang cukup besar dan tebal. |
| Batang | Batangnya pendek, bercabang dari pangkal, dan sering kali tersembunyi di balik rimbunnya daun. |
6 Manfaat Rooiwortel / Red Root untuk kesehatan.
Umckalin dan coumarin lain menghambat enzim 5-lipoksigenase (5-LOX) dan pelepasan leukotrien B4 dari neutrofil; polifenol menekan ekspresi COX-2, sehingga mengurangi mediator peradangan turunan asam arakidonat.
Fraksi polifenol/coumarin meningkatkan fagositosis makrofag dan produksi sitokin (TNF-α, IL-6) serta nitrogen monoksida (NO) melalui aktivasi jalur NF-κB/MAPK pada sel imun.
Asam galat, asam ellagat, dan katekin menyumbang elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkelasi ion Fe2+/Cu2+, serta menghambat peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Rooiwortel / Red Root.
Rooiwortel atau Pelargonium reniforme umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jangka pendek sesuai petunjuk, terutama sebagai pengobatan herbal untuk infeksi saluran pernapasan atas seperti bronkitis akut. Namun, beberapa efek samping ringan yang berkaitan dengan saluran pencernaan telah dilaporkan oleh pengguna. Efek samping ini mencakup gangguan lambung ringan, mual, dan rasa tidak nyaman pada perut. Dalam beberapa kasus yang lebih jarang, reaksi alergi pada kulit seperti ruam atau gatal juga dapat terjadi pada individu yang sensitif terhadap ekstrak tanaman dari famili Geraniaceae ini.