Teh ini menyatukan daun inggu, jahe, dan serai menjadi minuman hangat dengan rasa pahit-aromatik yang menenangkan. Seduhan ini dibuat dalam dosis kuliner, bukan dosis obat, mengikuti literatur herbal Eropa dan kebiasaan minum rempah Nusantara.
| 1-2 lembar Daun inggu segar (Ruta graveolens), cuci bersih |
| 300 ml Air panas 90°C |
| 3 iris Jahe segar, masing-masing tebal 1 cm |
| 1 batang Serai, memarkan |
| 1 sendok teh Madu murni |
Kombinasi senyawa pahit dan minyak atsiri rue secara tradisional membantu merangsang nafsu makan serta meredakan kembung ringan. Studi fitokimia menunjukkan flavonoid rutin dan kumarin dalam rue bersifat antioksidan dan anti-inflamasi, tetapi data klinis manusia masih terbatas.
Advertisement
Satu cangkir (300 ml) sehari, maksimal 3 hari per minggu. Perlakukan daun inggu sebagai bumbu; jangan menggandakan takaran dan jangan kombinasikan dengan olahan rue lain pada hari yang sama.
Rue dapat meningkatkan efek warfarin/antikoagulan, antidiabetik, antihipertensi, dan diuretik. Kandungan furokumarinnya juga dapat meningkatkan fotosensitivitas bila digabung dengan obat atau produk yang membuat kulit sensitif cahaya.
Tidak untuk ibu hamil atau menyusui, wanita yang merencanakan kehamilan, anak di bawah 12 tahun, penderita gangguan lambung erosif, penyakit hati, penyakit ginjal, porfiria, atau fotosensitivitas kulit.
Resep Herbal: #0410