Rujak segar dengan tekstur renyah jambu biji muda, bengkuang, dan siraman sambal asam-manis-pedas. Resep ini adalah olahan tradisional Nusantara yang sederhana, tanpa pengawet, dan cocok sebagai camilan tinggi serat.
| 300 gram Jambu biji muda, cuci bersih dan potong korek api |
| 100 gram Bengkuang, kupas dan potong korek api |
| 50 gram Kacang tanah sangrai, haluskan kasar |
| 2 sdm Gula merah, sisir halus |
| 1 sdm Air asam jawa dari 1 sdt asam jawa dan 1 sdm air matang |
| 1 buah Cabai rawit merah sesuai selera, bisa dikurangi |
| 1/2 sdt Garam |
| 2 sdm Air matang |
Jambu biji muda memberikan serat pangan dan antioksidan, serta tekstur renyah yang membantu meningkatkan kepuasan makan. Sambal asam-pedas dari cabai dan asam jawa dapat merangsang nafsu makan, tetapi jumlah gula merahnya tetap perlu dibatasi.
Advertisement
1 porsi (sekitar 150–200 gram) sebagai camilan, maksimal 3 kali per minggu.
Gula merah memengaruhi respons glikemik; sesuaikan waktu dan porsi konsumsi jika sedang memakai obat diabetes. Serat tinggi dapat menunda penyerapan obat oral, jadi minum obat tidak bersamaan dengan porsi besar rujak.
Penderita diabetes perlu memperhitungkan gula merah dari sambal. Orang dengan gastritis, maag, atau sariawan sebaiknya mengurangi cabai; hindari jika sedang sembelit karena jambu muda mengandung tanin yang dapat memperberat konstipasi.
Resep Herbal: #0755