Nasi putih atau beras merah dimasak dengan daun inggu utuh yang diikat bersama serai, jahe, dan daun salam, lalu dibuang sebelum disajikan. Teknik ini memberi aroma khas inggu dan mengikuti tradisi meracik rempah aromatik pada nasi di kawasan Mediterania.
| 200 g Beras putih atau beras merah |
| 300 ml Air |
| 2 g Daun inggu segar (ikat dengan benang agar mudah diambil) |
| 2 cm Jahe, memarkan |
| 1 batang Serai, memarkan |
| 1 lembar Daun salam |
| 1/2 sdt Garam |
| 1 sdt Minyak kelapa |
Jahe, serai, dan daun inggu secara tradisional dikenal sebagai karminatif yang membantu mengurangi rasa kembung. Beras merah menambah asupan serat, sehingga hidangan ini cocok sebagai makanan pendamping untuk pencernaan yang lebih nyaman.
Advertisement
Satu porsi adalah setengah dari resep ini (±100 g nasi matang), setara ±1 g daun inggu segar. Maksimal satu porsi per hari.
Karena mengandung furanokumarin, konsumsi bersamaan dengan obat yang dimetabolisme CYP3A4 perlu dihindari. Waspadai juga penggunaan bersama obat antikoagulan dan obat hipertensi.
Tidak untuk ibu hamil, menyusui, anak di bawah 12 tahun, penderita penyakit ginjal/hati berat, dan gastritis/tukak lambung aktif. Jangan mengunyah daun inggu yang dipakai untuk aromatik.
Resep Herbal: #0428