Jamu hangat ini terinspirasi tradisi ‘kunyit asam’ Nusantara, lalu diperkaya selada air (Nasturtium officinale) yang telah lama digunakan sebagai lalapan dan herba. Rasa kunyit, jahe, dan asam jawa membuatnya nyaman diminum pagi atau sore.
| 1 ikat Selada air segar (sekitar 100 g), petik daun dan batang mudanya |
| 3 cm Kunyit segar, bakar sebentar lalu kupas |
| 3 cm Jahe segar, memarkan |
| 1 sdm Asam jawa |
| 500 ml Air bersih |
| 1 sdm Madu murni (opsional) |
| 1/4 sdt Garam himalaya (opsional) |
Kurkumin dan gingerol membantu meredakan peradangan serta melancarkan pencernaan. Selada air menambah vitamin C, provitamin A, dan glukosinolat yang berperan dalam sistem pertahanan antioksidan tubuh.
Advertisement
Minum 1 gelas (±200 ml) sehari, maksimal 4 hari per minggu. Sebaiknya diminum sebelum makan besar.
Vitamin K dari selada air dapat menurunkan efektivitas warfarin, sedangkan kunyit dan jahe dalam dosis pekat dapat memperkuat efek obat antiplatelet dan meningkatkan risiko perdarahan. Hati-hati bila mengonsumsi obat diabetes karena jahe dan kunyit dapat memengaruhi gula darah.
Ibu hamil, penderita batu ginjal kalsium oksalat, gangguan lambung yang sensitif terhadap asam, atau alergi kunyit/jahe sebaiknya menghindari ramuan ini. Konsumsi pada pengguna obat antikoagulan harus dengan persetujuan dokter.
Resep Herbal: #0296