Tumisan ala Chinese-Indonesian yang mengandalkan sesawi India, bawang putih, dan tempe; memasak singkat adalah cara terbaik mempertahankan glukosinolat. Teknik menumis cepat membuat tekstur sawi tetap renyah dan gizi terjaga.
| 200 g daun sesawi India (Brassica juncea), potong-potong |
| 100 g tempe, potong dadu dan goreng sebentar |
| 4 siung bawang putih, cincang halus |
| 2 buah cabai merah keriting, iris serong (opsional) |
| 1 sdm minyak kelapa |
| 1 sdm saus tiram |
| 100 ml air atau kaldu sayuran |
| 1 sdt gula kelapa |
| secukupnya Garam dan lada hitam |
Kombinasi serat, vitamin K, dan antioksidan dari sesawi dengan protein dan isoflavon dari tempe membantu kenyang serta mendukung fungsi usus. Tumisan singkat juga mempertahankan sebagian besar glukosinolat yang berpotensi antioksidan.
Advertisement
Kaya vitamin K; pada pengguna warfarin, jagalah porsi tetap konsisten dan pantau INR. Pisahkan dari levothyroxine atau suplemen zat besi/kalsium sesuai petunjuk dokter.
Satu porsi lauk sekitar 150–200 g. Dapat dikonsumsi 2–3 kali per minggu sebagai bagian dari menu seimbang dengan nasi dan sayur lain.
Hindari jika alergi kedelai atau Brassicaceae. Penderita hipotiroid sebaiknya mengonsumsi sesawi dalam keadaan matang dan tidak dalam porsi berlebihan setiap hari.
Resep Herbal: #0243