Minuman herbal hangat ala Nusantara yang memakai akar ubi liar kering (Dioscorea villosa) sebagai bahan aktif utama. Resep ini mengolah akar kering dengan teknik rebus (decoctum) bersama rempah agar rasa pahitnya lunak dan senyawa aktifnya lebih terekstrak.
| 4 g irisan akar ubi liar kering (Dioscorea villosa) |
| 500 ml air mineral |
| 15 g jahe segar, memarkan |
| 1 batang serai, memarkan |
| 1/2 sdt kunyit bubuk |
| 1/8 sdt lada hitam bubuk |
| 1/2 sdm madu (opsional) |
Kombinasi saponin steroid ubi liar, kurkumin kunyit, dan gingerol jahe berpotensi membantu meredakan peradangan dan kram ringan. Minuman ini juga merangsang pencernaan dan memberikan efek hangat, sehingga nyaman diminum saat tubuh pegal atau cuaca dingin.
Advertisement
Hasil 2 gelas; tiap gelas setara 2 g irisan akar kering. Batasan konservatif: 1 gelas per hari (2 g), dan jangan menggabungkan dengan produk wild yam lain pada hari yang sama.
Secara teori dapat berinteraksi dengan obat hormonal, kontrasepsi oral, terapi diabetes, serta obat yang dimetabolisme CYP3A4. Konsultasikan dengan dokter atau herbalis sebelum dipakai bersamaan dengan obat lain.
Pastikan bahan yang dipakai adalah Dioscorea villosa, bukan Dioscorea hispida. Hindari pada kehamilan, menyusui, anak <12 tahun, hipersensitivitas terhadap Dioscorea, riwayat penyakit hormon-sensitif, dan gangguan lambung akut. Jangan mengonsumsi akar mentah karena dapat mengiritasi mulut dan tenggorokan.
Resep Herbal: #0721