Minuman hangat khas jamu dengan jahe merah, kunyit, serai, dan lada hitam. Resep ini merangkum pendekatan Ayurveda dan jamu Nusantara, sekaligus selaras dengan studi bioavailabilitas kurkumin.
| 12 g Jahe Merah segar, iris tipis |
| 8 g Kunyit segar, kupas dan memarkan |
| 1/4 sdt Lada hitam bubuk |
| 1 batang Serai, memarkan |
| 600 ml Air |
| 1 sdm Madu murni (tambahkan setelah hangat) |
| 1 iris Lemon nipis (opsional) |
Gingerol dari jahe merah dan kurkumin dari kunyit bersifat antioksidan dan anti-inflamasi, sementara lada hitam membantu penyerapan kurkumin. Secara tradisional dan ilmiah, kombinasi ini dipakai untuk membantu meredakan kembung, mual ringan, dan nyeri otot setelah beraktivitas.
Advertisement
200 ml per sajian, 1–2 kali sehari setelah makan. Tiap sajian mengandung sekitar 4 g jahe merah segar dan 2,5 g kunyit segar; gunakan takaran ini sebagai patokan harian.
Dalam dosis herbal, jahe dapat meningkatkan risiko perdarahan bila digunakan bersama warfarin, clopidogrel, aspirin, atau NSAID. Kombinasi dengan obat diabetes dan obat hipertensi juga dapat meningkatkan efeknya, sehingga perlu pemantauan gula darah dan tekanan darah.
Hindari pada tukak lambung aktif, GERD yang sedang kambuh, batu empedu bergejala, dan gangguan perdarahan. Wanita hamil sebaiknya tidak mengonsumsi dosis jahe setinggi ini sebelum berkonsultasi dengan dokter.
Resep Herbal: #0131