Urap sayur dengan kelapa parut yang dibumbui temu kunci, bawang putih, cabai, dan terasi. Hidangan tradisional kaya serat ini cocok sebagai lauk atau pelengkap makan.
| 150 g kacang panjang, potong 3 cm |
| 150 g bayam, petik daunnya |
| 100 g tauge, buang akarnya |
| 75 g kelapa parut segar setengah tua |
| 20 g temu kunci (Boesenbergia rotunda) segar, parut |
| 2 siung bawang putih |
| 3 buah cabai rawit |
| 1 sdt terasi bakar (opsional) |
| 1 sdt gula aren |
| 1/2 sdt garam |
| 1 sdm air jeruk nipis |
| 1,5 L air untuk merebus sayur |
Serat dari kacang panjang, bayam, dan tauge membantu menjaga kesehatan pencernaan. Bumbu temu kunci juga menyumbang antioksidan dan membantu mengurangi rasa begah setelah makan.
Advertisement
Satu porsi urap ±150 g, mengandung sekitar 7–10 g temu kunci segar. Konsumsi 2–3 kali seminggu dan batasi total tidak lebih dari 15 g temu kunci per hari.
Serat tinggi pada urap dapat memperlambat penyerapan obat oral tertentu; minum obat dengan jarak 1–2 jam. Pada porsi normal, temu kunci tidak berinteraksi signifikan dengan obat-obatan.
Hindari jika alergi udang atau krustasea bila memakai terasi. Kurangi konsumsi pada diare akut karena kandungan seratnya yang tinggi.
Resep Herbal: #0614