Tumisan sehat dengan tahu, buncis, dan bumbu temu kunci yang harum. Hidangan ini menggabungkan protein nabati, serat, dan fitonutrien dari rempah Boesenbergia rotunda.
| 200 g tahu putih, potong dadu dan goreng sebentar |
| 100 g buncis, iris serong |
| 50 g wortel, potong korek api |
| 20 g temu kunci (Boesenbergia rotunda) segar, cuci bersih dan iris tipis |
| 3 siung bawang putih, cincang |
| 2 siung bawang merah, iris halus |
| 1 buah cabai merah besar, buang biji dan iris serong |
| 1 sdm minyak kelapa |
| 100 ml air |
| 1/2 sdt garam |
| 1/4 sdt merica bubuk |
Tahu memberikan protein nabati untuk memelihara jaringan tubuh, sedangkan buncis serta wortel menambah serat dan vitamin. Temu kunci membantu merangsang nafsu makan dan mengurangi perut kembung setelah makan.
Advertisement
Satu porsi lauk sekitar 150–200 g, setara ±7–10 g temu kunci segar. Konsumsi maksimal 2–3 kali seminggu dan jangan melebihi 15 g temu kunci per hari.
Kalsium dan isoflavon tahu dapat mengganggu penyerapan levotiroksin; beri jarak 2–4 jam. Temu kunci dalam porsi masakan umumnya tidak menimbulkan interaksi obat.
Hindari jika alergi kedelai atau hipersensitif terhadap temu kunci. Penderita hipotiroid yang memakai levotiroksin perlu memperhatikan jarak makan tahu.
Resep Herbal: #0612