Tumisan ini menggabungkan tahu, brokoli, dan kacang mete utuh yang sudah disangrai. Sajian padat ini bergizi seimbang, renyah, dan cocok untuk makan siang.
| 100 g kacang mete utuh tanpa garam, disangrai kering |
| 200 g tahu putih, potong dadu |
| 150 g brokoli, potong per kuntum |
| 2 siung bawang putih, cincang |
| 1 sdm saus tiram (pengganti: 1 sdm kecap asin + 1 sdt gula aren) |
| 1 sdt minyak wijen |
| 100 ml air |
| 1/4 sdt lada putih bubuk |
Brokoli mengandung sulforafan dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan, sedangkan tahu memberi protein nabati. Kacang mete menambahkan magnesium, zat besi, dan lemak sehat untuk energi.
Advertisement
1 porsi = sekitar 200 g; cukup 1 porsi sebagai menu utama pada saat makan siang.
Kacang mete mengandung vitamin K; pasien pengguna warfarin sebaiknya menjaga porsi kacang tetap konsisten. Protein kedelai dalam tahu dapat menunda serapan obat tiroid, jadi beri jarak sekitar 3–4 jam.
Hindari jika alergi kacang mete atau kedelai. Jika memiliki riwayat batu ginjal oksalat, konsultasi dulu sebelum rutin mengonsumsinya.
Resep Herbal: #0825
Advertisement