Racikan jamu ini adalah warisan Nusantara yang memadukan kunyit, asam jawa, serai, dan gula aren. Cara penyajiannya mengikuti literatur jamu tradisional dan prinsip fitoterapi modern, dengan tambahan sedikit merica agar kurkumin lebih mudah diserap tubuh.
| 125 g kunyit segar, kupas dan cuci bersih |
| 75 g daging buah asam jawa, direndam dalam 100 ml air hangat |
| 80 g gula aren/gula kelapa, sisir |
| 2 batang serai, memarkan |
| 2 lembar daun pandan |
| 1 sdt parutan jahe (opsional) |
| 1/4 sdt lada hitam bubuk |
| 750 ml air |
| 1/4 sdt garam |
Kurkumin dalam kunyit berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Ramuan ini secara tradisional digunakan untuk meredakan nyeri haid dan melancarkan pencernaan.
Advertisement
Minum 1 gelas (200 ml) sekali sehari, sebaiknya setelah sarapan. Karena ini minuman kuliner, bukan ekstrak pekat, jangan dijadikan pengganti air putih.
Kunyit dapat meningkatkan efek obat pengencer darah seperti warfarin dan aspirin. Pada dosis tinggi, kunyit juga dapat memengaruhi kadar gula darah; pantau jika Anda sedang menggunakan obat diabetes.
Hindari pada penyumbatan saluran empedu, batu empedu bergejala, dan gangguan hati berat. Ibu hamil, ibu menyusui, serta orang yang sedang mengalami diare sebaiknya berkonsultasi atau menghindari konsumsi rutin.
Resep Herbal: #0156