Advertisement
Angelica archangelica, yang dikenal sebagai angelica atau akar malaikat, merupakan tumbuhan herba dua tahunan yang berasal dari daerah dingin dan lembap di Eropa Utara dan Asia Barat. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Apiaceae dan dapat tumbuh hingga ketinggian 1–2,5 meter. Batangnya tebal, berlubang, dan berwarna hijau kemerahan dengan alur memanjang. Daunnya menyirip ganda dengan ujung bergerigi, berwarna hijau gelap, dan menghasilkan aroma khas yang tajam serta sedikit manis. Akar tunggangnya besar dan berdaging, menjadi bagian utama yang digunakan sebagai bahan herbal. Angelica sering tumbuh di tepi sungai, padang rumput basah, dan di kawasan yang mendapat cukup sinar matahari namun tetap sejuk.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang dingin, lembap, dan tanah yang subur. Biasanya banyak ditemukan di daerah utara seperti Skandinavia, Islandia, Greenland, dan beberapa area pegunungan di Eropa. Mereka suka hidup di pinggiran sungai atau padang rumput yang basah. Karakteristik/ciri-ciri Angelica (Angelica archangelica):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tinggi Tanaman | Bisa tumbuh tinggi banget, antara 1 sampai 2,5 meter. |
| Batang | Batangnya kokoh, berongga di bagian dalam, dan punya guratan-guratan halus dengan warna yang seringkali agak kemerahan atau ungu di bagian bawah. |
| Daun | Daunnya berukuran besar, lebar, dan bentuknya menyirip (seperti gergaji di pinggirannya). Aromanya sangat khas dan wangi kalau diremas. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, warnanya putih kehijauan, dan berkumpul membentuk payung raksasa (disebut perbungaan tipe umbel). |
| Akar | Akarnya tebal, berdaging, dan punya aroma yang sangat kuat dan wangi seperti musk atau rempah-rempah. Ini bagian yang paling sering dipakai untuk obat. |
| Buah | Buahnya berbentuk biji kecil yang pipih dan bersayap, fungsinya supaya gampang terbawa angin buat berkembang biak. |
8 Manfaat Angelica untuk kesehatan.
Ekstrak Angelica archangelica menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), serta menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 melalui inhibisi jalur NF-κB dan MAPK. Senyawa imperatorin dan bergapten berperan sebagai inhibitor kompetitif COX-2.
Minyak atsiri dan furanokumarin merusak membran sel mikroba, menghambat sintesis ergosterol pada jamur, dan mengganggu pompa efluks bakteri. Senyawa α-pinena dan β-fellandrena meningkatkan permeabilitas membran.
Senyawa fenolik (asam klorogenat, asam kafeat) dan furanokumarin mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal DPPH, ABTS, dan anion superoksida. Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase pada sel.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Angelica.
Interaksi & Kontraindikasi Angelica dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Angelica (Angelica archangelica) adalah tanaman herbal tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan alternatif dan kuliner. Meskipun memiliki beberapa manfaat kesehatan, konsumsi atau penggunaan topikal dari tanaman ini dapat menimbulkan berbagai efek samping yang perlu diwaspadai. Salah satu efek samping paling signifikan yang didokumentasikan secara ilmiah adalah fototoksisitas. Tanaman ini mengandung senyawa aktif yang dikenal sebagai furanokumarin (khususnya psoralen dan umbelliferon). Ketika kulit yang telah terpapar ekstrak atau jus angelica terkena sinar ultraviolet (UV) dari matahari, senyawa ini dapat bereaksi, menyebabkan dermatitis fototoksik yang parah, ditandai dengan kemerahan, lepuh, dan hiperpigmentasi pasca-inflamasi yang bertahan lama.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Angelica.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Angelica.