Angelica

Angelica | Angelica archangelica
Nama: Angelica (Angelica)
Nama Latin/Ilmiah: Angelica archangelica
Famili: Apiaceae

Kandungan:
Minyak atsiri, kumarin, flavonoid
Nama Lain:
Engelwurz (Jerman), Angélique (Prancis), Kvann (Norwegia), Arcydzięgiel (Polandia)
Asal:
Eropa utara, Skandinavia, Islandia, Greenland, Rusia
Bagian Utama:
Akar, Batang, Daun, Biji
Rasa:
Manis, pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Angelica

Angelica archangelica, yang dikenal sebagai angelica atau akar malaikat, merupakan tumbuhan herba dua tahunan yang berasal dari daerah dingin dan lembap di Eropa Utara dan Asia Barat. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Apiaceae dan dapat tumbuh hingga ketinggian 1–2,5 meter. Batangnya tebal, berlubang, dan berwarna hijau kemerahan dengan alur memanjang. Daunnya menyirip ganda dengan ujung bergerigi, berwarna hijau gelap, dan menghasilkan aroma khas yang tajam serta sedikit manis. Akar tunggangnya besar dan berdaging, menjadi bagian utama yang digunakan sebagai bahan herbal. Angelica sering tumbuh di tepi sungai, padang rumput basah, dan di kawasan yang mendapat cukup sinar matahari namun tetap sejuk.

Advertisement

Sejak abad pertengahan, Angelica archangelica telah dipercaya memiliki khasiat obat yang luar biasa, terutama untuk mengatasi masalah pencernaan seperti perut kembung, gangguan hati, dan meningkatkan nafsu makan. Kandungan senyawa aktif seperti furanokumarin, flavonoid, dan minyak atsiri (terutama α-pinena dan β-phellandrene) memberikan efek antispasmodik, antiinflamasi, dan ekspektoran. Dalam pengobatan tradisional Eropa, angelica juga digunakan sebagai tonik untuk meningkatkan vitalitas, meredakan batuk, dan mengurangi gejala rematik. Akar dan bijinya sering dijadikan minuman herbal atau tincture, sedangkan batang mudanya dapat dimasak sebagai sayuran atau dijadikan manisan.

Selain kegunaan medis, Angelica archangelica juga memiliki peran penting dalam industri minuman beralkohol dan wewangian. Minyak esensial angelica digunakan sebagai penyedap dalam likior seperti Chartreuse dan Vermouth, serta dalam parfum untuk memberikan aroma herbal yang kompleks. Tumbuhan ini juga memiliki nilai mitologis dan spiritual di Skandinavia dan Jerman, di mana ia dianggap sebagai pelindung dari roh jahat dan digunakan dalam ritual pemurnian. Namun, perlu diperhatikan bahwa angelica mengandung senyawa furanokumarin yang dapat menyebabkan fotosensitifitas pada kulit, sehingga konsumsinya harus bijak. Saat ini, budidaya angelica dilakukan secara luas di beberapa negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Polandia untuk memenuhi permintaan pasar herbal global.

Update: 31 Jul 2026 - 18:56:02

 

II. Manfaat Angelica

Manfaat Angelica untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada kondisi peradangan akut

    Ekstrak Angelica archangelica menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), serta menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 melalui inhibisi jalur NF-κB dan MAPK. Senyawa imperatorin dan bergapten berperan sebagai inhibitor kompetitif COX-2.

    Senyawa Aktif: Imperatorin, Bergapten, Angelisin
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas (bakteri Gram-positif dan jamur)

    Minyak atsiri dan furanokumarin merusak membran sel mikroba, menghambat sintesis ergosterol pada jamur, dan mengganggu pompa efluks bakteri. Senyawa α-pinena dan β-fellandrena meningkatkan permeabilitas membran.

    Senyawa Aktif: α-Pinene, β-fellandrene, Limonen
    Tampilkan
  3. Antioksidan (netralisasi radikal bebas)

    Senyawa fenolik (asam klorogenat, asam kafeat) dan furanokumarin mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal DPPH, ABTS, dan anion superoksida. Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase pada sel.

    Tampilkan
  4. Gastroprotektif (pencegahan ulkus lambung)

    Imperatorin dan angelisin merangsang produksi mukus lambung, menghambat sekresi asam lambung melalui antagonisme reseptor H2, serta meningkatkan prostaglandin E2 via COX-1. Efek antioksidan juga melindungi mukosa dari kerusakan oksidatif.

    Senyawa Aktif: Imperatorin, Angelisin, Bergapten
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Angelica

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Angelica.

  1. Imperatorin

    Golongan: Furanokumarin
    Bagian Tanaman: Akar, rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker, Antiinflamasi, Spasmolitik, Vasorelaksan, Dan Antimikroba.
    Tampilkan
  2. Bergapten

    Golongan: Furanokumarin
    Bagian Tanaman: Akar, rimpang, buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiproliferatif, Antifibrotik, Dan Aktivitas Fotodinamik (dalam Terapi PUVA).
    Tampilkan
  3. Xanthotoxin (8-methoxypsoralen)

    Golongan: Furanokumarin
    Bagian Tanaman: Akar, herba
    Aktivitas Farmakologis:
    Fotokemoterapi Untuk Psoriasis, Vitiligo; Juga Efek Antimikroba Dan Antivirus.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Angelica

Penggunaan bersamaan dengan Orang dewasa sehat tanpa pengobatan lain dan pemakaian jangka pendek (≤4 minggu)

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Umumnya aman bila digunakan sesuai dosis lazim. Tetap hindari paparan sinar matahari/UV langsung karena Angelica dapat meningkatkan fotosensitivitas. (Referensi: EMA HMPC; German Commission E).

Penggunaan bersamaan dengan Obat diuretik (furosemide, hidroklorotiazid)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Gunakan dengan pemantauan elektrolit dan tekanan darah karena Angelica memiliki efek diuretik dan dapat memperbesar risiko hipokalemia atau dehidrasi. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database; Drugs.com).

Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, glibenklamid, metformin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Pantau gula darah secara teratur. Efek Angelica yang berpotensi menurunkan glukosa dapat menyebabkan hipoglikemia bila dikombinasikan dengan obat antidiabetes. (Referensi: PubMed-indexed pharmacognosy review; Natural Medicines).
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Angelica

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Angelica.

Apa senyawa fitokimia utama dalam Angelica archangelica dan bagaimana efeknya?
Akar Angelica archangelica mengandung minyak atsiri (terutama bornil asetat, α-pinena, dan β-felandrena), furanokumarin (angelisin, imperatorin, dan bergapten), kumarin, tanin, flavonoid, serta senyawa pahit. Kombinasi ini memberikan efek karminatif dan spasmolitik ringan pada otot polos saluran cerna, sehingga akar ini digunakan untuk meredakan dispepsia dan perut kembung. Menurut ESCOP, ESCOP Monographs on the Scientific Foundation for Herbal Medicinal Products, monograf Angelicae radix, indikasi tradisional utamanya adalah gangguan pencernaan fungsional.
Bagaimana cara konsumsi Angelica yang aman untuk orang dewasa?
Untuk sediaan teh, seduh 1–2 g serbuk akar kering dengan 150–200 ml air mendidih selama 10–15 menit, lalu saring; dapat diminum 1–3 kali sehari sebelum makan. Total asupan harian yang lazim digunakan adalah sekitar 4,5 g akar kering, sesuai German Commission E Monograph, Angelica radix. Sediaan tingtur atau ekstrak harus mengikuti petunjuk produk terdaftar dan tidak dicampur dengan obat lain tanpa pengawasan.
Apakah aman jika Angelica dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang?
Belum ada bukti keamanan jangka panjang. Angelica digunakan sebagai pengobatan simtomatik, bukan pola makan rutin. European Medicines Agency (EMA), Assessment Report on Angelica archangelica radix, menekankan bahwa penggunaan kronis tanpa evaluasi tenaga kesehatan tidak dianjurkan. Sebaiknya dibatasi sesuai gejala dan dihentikan bila keluhan tidak membaik dalam 2 minggu.
Apakah Angelica aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman. Akar Angelica bersifat emmenagogue dan dapat merangsang otot polos uterus, sehingga berpotensi memicu kontraksi dan keguguran; karena itu dikontraindikasikan pada kehamilan. Pada ibu menyusui, belum ada data cukup mengenai senyawa aktif yang keluar ke ASI, sehingga sebaiknya tidak digunakan. European Medicines Agency (EMA), Community Herbal Monograph on Angelicae radix, mencantumkan kehamilan dan laktasi sebagai kontraindikasi.
Bolehkah Angelica digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak disarankan. Tidak ada data keamanan dan dosis untuk bayi, anak-anak, ataupun remaja. Kandungan furanokumarin dan minyak atsiri dapat memicu iritasi saluran cerna, alergi, dan fotosensitivitas, terutama pada bayi. European Medicines Agency (EMA), Community Herbal Monograph on Angelicae radix, tidak mendukung penggunaan Angelica pada anak-anak.
Apa efek samping yang perlu diwaspadai?
Efek samping utama adalah fototoksik: furanokumarin seperti bergapten dan angelisin dapat memicu dermatitis bila kulit terkena sinar UV setelah penggunaan; oleh karena itu hindari berjemur setelah mengonsumsi produk. Efek lain yang mungkin muncul adalah mual, kembung, dan reaksi alergi pada orang yang sensitif terhadap famili Apiaceae. Kewaspadaan ini tercantum dalam European Medicines Agency (EMA), Assessment Report on Angelica archangelica radix.
Apakah Angelica dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya, berpotensi. Kandungan kumarin dapat memengaruhi agregasi trombosit dan memperkuat efek warfarin, aspirin, atau klopidogrel, sehingga meningkatkan risiko perdarahan. Beberapa ekstrak juga dapat memengaruhi enzim CYP450 yang bertugas memetabolisme obat. Jika sedang menggunakan obat antikoagulan, antiplatelet, atau obat dengan indeks terapeutik sempit, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. European Medicines Agency (EMA), Assessment Report on Angelica archangelica radix, mencatat bahwa data interaksi klinis belum memadai sehingga prinsip kehati-hatian diperlukan.
Bagaimana bukti ilmiah manfaat Angelica untuk batuk dan gangguan pernapasan?
Dalam pengobatan tradisional Eropa, Angelica dipakai sebagai ekspektoran ringan untuk membantu mengeluarkan dahak; minyak atsirinya dapat memberikan sensasi hangat dan melonggarkan sekresi. Namun uji klinis pada manusia masih terbatas dan belum cukup untuk menggantikan terapi batuk yang sudah terbukti. Mills & Bone, The Essential Guide to Herbal Safety (2005) membahas penggunaan historis Angelica untuk demam dan batuk tetapi menekankan keterbatasan data modern.
Apakah Angelica efektif sebagai antioksidan atau anti-inflamasi untuk kesehatan umum?
Berbagai penelitian laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak Angelica mengandung fenolat dan kumarin yang memiliki aktivitas antioksidan serta dapat menghambat mediator inflamasi. Meskipun demikian, hasil tersebut belum dapat diterjemahkan langsung menjadi klaim suplemen kesehatan. Konsumsi dalam bentuk herbal sebaiknya sesuai anjuran dan tidak digunakan sebagai pengganti sayur serta buah. Tinjauan oleh Kayser & Quax, Medicinal Plant Biotechnology (2007) menekankan pentingnya standardisasi untuk mendapatkan efek yang konsisten.

Motherwort

Leonurus cardiaca

Wormwood

Artemisia absinthium