Angelica

Angelica | Angelica archangelica
Nama
Angelica (Angelica)
Nama Latin/Ilmiah
Angelica archangelica
Famili
Bagian Digunakan
Akar, Batang, Daun, Biji
Rasa
Manis, pahit
Nama Lain
Engelwurz (Jerman), Angélique (Prancis), Kvann (Norwegia), Arcydzięgiel (Polandia)
Asal
Eropa utara, Skandinavia, Islandia, Greenland, Rusia
Kandungan Utama
Minyak atsiri, kumarin, flavonoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Angelica

Angelica archangelica, yang dikenal sebagai angelica atau akar malaikat, merupakan tumbuhan herba dua tahunan yang berasal dari daerah dingin dan lembap di Eropa Utara dan Asia Barat. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Apiaceae dan dapat tumbuh hingga ketinggian 1–2,5 meter. Batangnya tebal, berlubang, dan berwarna hijau kemerahan dengan alur memanjang. Daunnya menyirip ganda dengan ujung bergerigi, berwarna hijau gelap, dan menghasilkan aroma khas yang tajam serta sedikit manis. Akar tunggangnya besar dan berdaging, menjadi bagian utama yang digunakan sebagai bahan herbal. Angelica sering tumbuh di tepi sungai, padang rumput basah, dan di kawasan yang mendapat cukup sinar matahari namun tetap sejuk.

Baca Lebih Lanjut
Update: 28 Agu 2026 - 18:42:02
 

II. Ciri-ciri Angelica

Tanaman ini suka banget sama tempat yang dingin, lembap, dan tanah yang subur. Biasanya banyak ditemukan di daerah utara seperti Skandinavia, Islandia, Greenland, dan beberapa area pegunungan di Eropa. Mereka suka hidup di pinggiran sungai atau padang rumput yang basah. Karakteristik/ciri-ciri Angelica (Angelica archangelica):

Bagian Ciri-Ciri
Tinggi Tanaman Bisa tumbuh tinggi banget, antara 1 sampai 2,5 meter.
Batang Batangnya kokoh, berongga di bagian dalam, dan punya guratan-guratan halus dengan warna yang seringkali agak kemerahan atau ungu di bagian bawah.
Daun Daunnya berukuran besar, lebar, dan bentuknya menyirip (seperti gergaji di pinggirannya). Aromanya sangat khas dan wangi kalau diremas.
Bunga Bunganya kecil-kecil, warnanya putih kehijauan, dan berkumpul membentuk payung raksasa (disebut perbungaan tipe umbel).
Akar Akarnya tebal, berdaging, dan punya aroma yang sangat kuat dan wangi seperti musk atau rempah-rempah. Ini bagian yang paling sering dipakai untuk obat.
Buah Buahnya berbentuk biji kecil yang pipih dan bersayap, fungsinya supaya gampang terbawa angin buat berkembang biak.

III. Manfaat Angelica

8 Manfaat Angelica untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada kondisi peradangan akut

    Ekstrak Angelica archangelica menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), serta menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 melalui inhibisi jalur NF-κB dan MAPK. Senyawa imperatorin dan bergapten berperan sebagai inhibitor kompetitif COX-2.

    Senyawa Aktif: Imperatorin, Bergapten, Angelisin
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas (bakteri Gram-positif dan jamur)

    Minyak atsiri dan furanokumarin merusak membran sel mikroba, menghambat sintesis ergosterol pada jamur, dan mengganggu pompa efluks bakteri. Senyawa α-pinena dan β-fellandrena meningkatkan permeabilitas membran.

    Senyawa Aktif: α-Pinene, β-fellandrene, Limonen
    Tampilkan
  3. Antioksidan (netralisasi radikal bebas)

    Senyawa fenolik (asam klorogenat, asam kafeat) dan furanokumarin mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal DPPH, ABTS, dan anion superoksida. Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase pada sel.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Angelica

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Angelica.

  1. Imperatorin

    Golongan: Furanokumarin
    Bagian Tanaman: Akar, rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker, Antiinflamasi, Spasmolitik, Vasorelaksan, Dan Antimikroba.
    Tampilkan
  2. Bergapten

    Golongan: Furanokumarin
    Bagian Tanaman: Akar, rimpang, buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiproliferatif, Antifibrotik, Dan Aktivitas Fotodinamik (dalam Terapi PUVA).
    Tampilkan
  3. Xanthotoxin (8-methoxypsoralen)

    Golongan: Furanokumarin
    Bagian Tanaman: Akar, herba
    Aktivitas Farmakologis:
    Fotokemoterapi Untuk Psoriasis, Vitiligo; Juga Efek Antimikroba Dan Antivirus.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Angelica

Interaksi & Kontraindikasi Angelica dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Orang dewasa sehat tanpa pengobatan lain dan pemakaian jangka pendek (≤4 minggu)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Umumnya aman bila digunakan sesuai dosis lazim. Tetap hindari paparan sinar matahari/UV langsung karena Angelica dapat meningkatkan fotosensitivitas. (Referensi: EMA HMPC; German Commission E).

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diuretik (furosemide, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Gunakan dengan pemantauan elektrolit dan tekanan darah karena Angelica memiliki efek diuretik dan dapat memperbesar risiko hipokalemia atau dehidrasi. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database; Drugs.com).

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, glibenklamid, metformin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau gula darah secara teratur. Efek Angelica yang berpotensi menurunkan glukosa dapat menyebabkan hipoglikemia bila dikombinasikan dengan obat antidiabetes. (Referensi: PubMed-indexed pharmacognosy review; Natural Medicines).

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+10)

VI. Efek Samping Angelica

Angelica (Angelica archangelica) adalah tanaman herbal tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan alternatif dan kuliner. Meskipun memiliki beberapa manfaat kesehatan, konsumsi atau penggunaan topikal dari tanaman ini dapat menimbulkan berbagai efek samping yang perlu diwaspadai. Salah satu efek samping paling signifikan yang didokumentasikan secara ilmiah adalah fototoksisitas. Tanaman ini mengandung senyawa aktif yang dikenal sebagai furanokumarin (khususnya psoralen dan umbelliferon). Ketika kulit yang telah terpapar ekstrak atau jus angelica terkena sinar ultraviolet (UV) dari matahari, senyawa ini dapat bereaksi, menyebabkan dermatitis fototoksik yang parah, ditandai dengan kemerahan, lepuh, dan hiperpigmentasi pasca-inflamasi yang bertahan lama.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Angelica

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Angelica.

  1. Tinjauan Sistematis Genus Angelica: Penggunaan Tradisional, Fitokimia, dan Farmakologi

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Angelica archangelica kaya akan kumarin, furanokumarin, dan minyak atsiri yang memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, neuroprotektif, dan antitumor. Tanaman ini juga digunakan secara tradisional untuk gangguan pencernaan dan kecemasan.
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antibakteri dan Antibiofilm Minyak Atsiri Angelica archangelica terhadap Staphylococcus aureus

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Minyak atsiri Angelica archangelica menunjukkan aktivitas antibakteri kuat dengan MIC 0,5–2 µL/mL terhadap S. aureus dan MRSA. Minyak atsiri ini juga secara signifikan menghambat pembentukan biofilm pada konsentrasi sub-MIC.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Ekstrak Akar Angelica archangelica terhadap Gangguan Memori yang Diinduksi Skopolamin pada Tikus

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak etanol Angelica archangelica dosis 200 dan 400 mg/kg/hari memperbaiki memori spasial pada uji Morris water maze dibandingkan kelompok kontrol. Aktivitas asetilkolinesterase di hipokampus juga menurun secara bermakna, menunjukkan potensi neuroprotektif.
    Tampilkan

VIII. FAQ Angelica

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Angelica.

Apa senyawa fitokimia utama dalam Angelica archangelica dan bagaimana efeknya?
Akar Angelica archangelica mengandung minyak atsiri (terutama bornil asetat, α-pinena, dan β-felandrena), furanokumarin (angelisin, imperatorin, dan bergapten), kumarin, tanin, flavonoid, serta senyawa pahit. Kombinasi ini memberikan efek karminatif dan spasmolitik ringan pada otot polos saluran cerna, sehingga akar ini digunakan untuk meredakan dispepsia dan perut kembung. Menurut ESCOP, ESCOP Monographs on the Scientific Foundation for Herbal Medicinal Products, monograf Angelicae radix, indikasi tradisional utamanya adalah gangguan pencernaan fungsional.
Bagaimana cara konsumsi Angelica yang aman untuk orang dewasa?
Untuk sediaan teh, seduh 1–2 g serbuk akar kering dengan 150–200 ml air mendidih selama 10–15 menit, lalu saring; dapat diminum 1–3 kali sehari sebelum makan. Total asupan harian yang lazim digunakan adalah sekitar 4,5 g akar kering, sesuai German Commission E Monograph, Angelica radix. Sediaan tingtur atau ekstrak harus mengikuti petunjuk produk terdaftar dan tidak dicampur dengan obat lain tanpa pengawasan.
Apakah aman jika Angelica dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang?
Belum ada bukti keamanan jangka panjang. Angelica digunakan sebagai pengobatan simtomatik, bukan pola makan rutin. European Medicines Agency (EMA), Assessment Report on Angelica archangelica radix, menekankan bahwa penggunaan kronis tanpa evaluasi tenaga kesehatan tidak dianjurkan. Sebaiknya dibatasi sesuai gejala dan dihentikan bila keluhan tidak membaik dalam 2 minggu.
Apakah Angelica aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman. Akar Angelica bersifat emmenagogue dan dapat merangsang otot polos uterus, sehingga berpotensi memicu kontraksi dan keguguran; karena itu dikontraindikasikan pada kehamilan. Pada ibu menyusui, belum ada data cukup mengenai senyawa aktif yang keluar ke ASI, sehingga sebaiknya tidak digunakan. European Medicines Agency (EMA), Community Herbal Monograph on Angelicae radix, mencantumkan kehamilan dan laktasi sebagai kontraindikasi.
Bolehkah Angelica digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak disarankan. Tidak ada data keamanan dan dosis untuk bayi, anak-anak, ataupun remaja. Kandungan furanokumarin dan minyak atsiri dapat memicu iritasi saluran cerna, alergi, dan fotosensitivitas, terutama pada bayi. European Medicines Agency (EMA), Community Herbal Monograph on Angelicae radix, tidak mendukung penggunaan Angelica pada anak-anak.
Apa efek samping yang perlu diwaspadai?
Efek samping utama adalah fototoksik: furanokumarin seperti bergapten dan angelisin dapat memicu dermatitis bila kulit terkena sinar UV setelah penggunaan; oleh karena itu hindari berjemur setelah mengonsumsi produk. Efek lain yang mungkin muncul adalah mual, kembung, dan reaksi alergi pada orang yang sensitif terhadap famili Apiaceae. Kewaspadaan ini tercantum dalam European Medicines Agency (EMA), Assessment Report on Angelica archangelica radix.
Apakah Angelica dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya, berpotensi. Kandungan kumarin dapat memengaruhi agregasi trombosit dan memperkuat efek warfarin, aspirin, atau klopidogrel, sehingga meningkatkan risiko perdarahan. Beberapa ekstrak juga dapat memengaruhi enzim CYP450 yang bertugas memetabolisme obat. Jika sedang menggunakan obat antikoagulan, antiplatelet, atau obat dengan indeks terapeutik sempit, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. European Medicines Agency (EMA), Assessment Report on Angelica archangelica radix, mencatat bahwa data interaksi klinis belum memadai sehingga prinsip kehati-hatian diperlukan.
Bagaimana bukti ilmiah manfaat Angelica untuk batuk dan gangguan pernapasan?
Dalam pengobatan tradisional Eropa, Angelica dipakai sebagai ekspektoran ringan untuk membantu mengeluarkan dahak; minyak atsirinya dapat memberikan sensasi hangat dan melonggarkan sekresi. Namun uji klinis pada manusia masih terbatas dan belum cukup untuk menggantikan terapi batuk yang sudah terbukti. Mills & Bone, The Essential Guide to Herbal Safety (2005) membahas penggunaan historis Angelica untuk demam dan batuk tetapi menekankan keterbatasan data modern.
Apakah Angelica efektif sebagai antioksidan atau anti-inflamasi untuk kesehatan umum?
Berbagai penelitian laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak Angelica mengandung fenolat dan kumarin yang memiliki aktivitas antioksidan serta dapat menghambat mediator inflamasi. Meskipun demikian, hasil tersebut belum dapat diterjemahkan langsung menjadi klaim suplemen kesehatan. Konsumsi dalam bentuk herbal sebaiknya sesuai anjuran dan tidak digunakan sebagai pengganti sayur serta buah. Tinjauan oleh Kayser & Quax, Medicinal Plant Biotechnology (2007) menekankan pentingnya standardisasi untuk mendapatkan efek yang konsisten.

Motherwort

Leonurus cardiaca

Wormwood

Artemisia absinthium

Cari: