Advertisement
Angelica archangelica, yang dikenal sebagai angelica atau akar malaikat, merupakan tumbuhan herba dua tahunan yang berasal dari daerah dingin dan lembap di Eropa Utara dan Asia Barat. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Apiaceae dan dapat tumbuh hingga ketinggian 1–2,5 meter. Batangnya tebal, berlubang, dan berwarna hijau kemerahan dengan alur memanjang. Daunnya menyirip ganda dengan ujung bergerigi, berwarna hijau gelap, dan menghasilkan aroma khas yang tajam serta sedikit manis. Akar tunggangnya besar dan berdaging, menjadi bagian utama yang digunakan sebagai bahan herbal. Angelica sering tumbuh di tepi sungai, padang rumput basah, dan di kawasan yang mendapat cukup sinar matahari namun tetap sejuk.
Advertisement
Sejak abad pertengahan, Angelica archangelica telah dipercaya memiliki khasiat obat yang luar biasa, terutama untuk mengatasi masalah pencernaan seperti perut kembung, gangguan hati, dan meningkatkan nafsu makan. Kandungan senyawa aktif seperti furanokumarin, flavonoid, dan minyak atsiri (terutama α-pinena dan β-phellandrene) memberikan efek antispasmodik, antiinflamasi, dan ekspektoran. Dalam pengobatan tradisional Eropa, angelica juga digunakan sebagai tonik untuk meningkatkan vitalitas, meredakan batuk, dan mengurangi gejala rematik. Akar dan bijinya sering dijadikan minuman herbal atau tincture, sedangkan batang mudanya dapat dimasak sebagai sayuran atau dijadikan manisan.
Selain kegunaan medis, Angelica archangelica juga memiliki peran penting dalam industri minuman beralkohol dan wewangian. Minyak esensial angelica digunakan sebagai penyedap dalam likior seperti Chartreuse dan Vermouth, serta dalam parfum untuk memberikan aroma herbal yang kompleks. Tumbuhan ini juga memiliki nilai mitologis dan spiritual di Skandinavia dan Jerman, di mana ia dianggap sebagai pelindung dari roh jahat dan digunakan dalam ritual pemurnian. Namun, perlu diperhatikan bahwa angelica mengandung senyawa furanokumarin yang dapat menyebabkan fotosensitifitas pada kulit, sehingga konsumsinya harus bijak. Saat ini, budidaya angelica dilakukan secara luas di beberapa negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Polandia untuk memenuhi permintaan pasar herbal global.
Manfaat Angelica untuk kesehatan.
Ekstrak Angelica archangelica menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), serta menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 melalui inhibisi jalur NF-κB dan MAPK. Senyawa imperatorin dan bergapten berperan sebagai inhibitor kompetitif COX-2.
Minyak atsiri dan furanokumarin merusak membran sel mikroba, menghambat sintesis ergosterol pada jamur, dan mengganggu pompa efluks bakteri. Senyawa α-pinena dan β-fellandrena meningkatkan permeabilitas membran.
Senyawa fenolik (asam klorogenat, asam kafeat) dan furanokumarin mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal DPPH, ABTS, dan anion superoksida. Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase pada sel.
Imperatorin dan angelisin merangsang produksi mukus lambung, menghambat sekresi asam lambung melalui antagonisme reseptor H2, serta meningkatkan prostaglandin E2 via COX-1. Efek antioksidan juga melindungi mukosa dari kerusakan oksidatif.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Angelica.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Angelica.