Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis Genus Angelica: Penggunaan Tradisional, Fitokimia, dan Farmakologi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Tidak berlaku; merupakan tinjauan dari 121 artikel botani, fitokimia, dan farmakologi
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku
    Temuan:
    Angelica archangelica kaya akan kumarin, furanokumarin, dan minyak atsiri yang memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, neuroprotektif, dan antitumor. Tanaman ini juga digunakan secara tradisional untuk gangguan pencernaan dan kecemasan.
  2. Aktivitas Antibakteri dan Antibiofilm Minyak Atsiri Angelica archangelica terhadap Staphylococcus aureus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    12 isolat klinis Staphylococcus aureus, termasuk isolat MRSA
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,25–4 µL/mL selama 24 jam (inkubasi in vitro)
    Temuan:
    Minyak atsiri Angelica archangelica menunjukkan aktivitas antibakteri kuat dengan MIC 0,5–2 µL/mL terhadap S. aureus dan MRSA. Minyak atsiri ini juga secara signifikan menghambat pembentukan biofilm pada konsentrasi sub-MIC.
  3. Pengaruh Ekstrak Akar Angelica archangelica terhadap Gangguan Memori yang Diinduksi Skopolamin pada Tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo (hewan coba)
    Sampel:
    36 tikus Wistar jantan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol akar A. archangelica 200 dan 400 mg/kg/hari per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol Angelica archangelica dosis 200 dan 400 mg/kg/hari memperbaiki memori spasial pada uji Morris water maze dibandingkan kelompok kontrol. Aktivitas asetilkolinesterase di hipokampus juga menurun secara bermakna, menunjukkan potensi neuroprotektif.
  4. Efek Perlindungan Ekstrak Angelica archangelica terhadap Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol pada Tikus yang Diberi Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo (hewan coba)
    Sampel:
    40 tikus C57BL/6 jantan
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg/hari per oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Angelica archangelica mengurangi akumulasi lipid hati, menurunkan kadar ALT dan AST, serta menekan ekspresi gen lipogenik pada tikus yang diberi diet tinggi lemak. Efek ini disertai perbaikan profil lipid serum dan sensitivitas insulin.
  5. Imperatorin dari Angelica archangelica Menginduksi Apoptosis pada Sel Melanoma Manusia melalui Jalur ROS dan Mitokondria

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel melanoma A375 dan sel keratinosit normal HaCaT
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25–100 µM selama 24–48 jam (in vitro)
    Temuan:
    Imperatorin, senyawa utama Angelica archangelica, meningkatkan produksi ROS dan menurunkan potensial membran mitokondria sehingga memicu apoptosis pada sel melanoma. Efek sitotoksiknya terhadap sel normal HaCaT jauh lebih rendah, menunjukkan selektivitas terhadap sel kanker.
  6. Aktivitas Anti-Inflamasi Ekstrak Angelica archangelica pada Makrofag RAW264.7 yang Distimulasi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–200 µg/mL selama 24 jam (in vitro)
    Temuan:
    Ekstrak Angelica archangelica menurunkan produksi NO, TNF-α, dan IL-6 pada makrofag yang diinduksi LPS. Efek anti-inflamasi ini dimediasi melalui penghambatan jalur sinyal NF-κB dan MAPK.

Advertisement


Cari: