Wormwood

Wormwood | Artemisia absinthium
Nama
Wormwood (Wormwood)
Nama Latin/Ilmiah
Artemisia absinthium
Bagian Digunakan
Daun dan Bunga
Rasa
Pahit
Nama Lain
Absinthe (Prancis), Wermut (Jerman), Ajenjo (Spanyol), Assenzio (Italia), Pelin (Turki)
Asal
Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara
Kandungan Utama
thujone, absinthin, minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Wormwood

Artemisia absinthium, atau yang lebih dikenal sebagai Wormwood, adalah tanaman herbal tahunan dari keluarga Asteraceae yang berasal dari kawasan Eropa, Asia, dan Afrika Utara. Tanaman ini memiliki ciri khas batang tegak berwarna keperakan, daun berbulu halus yang terbagi rapat, serta bunga kecil berwarna kuning kehijauan dalam malai terminal. Aroma kuat dan rasa pahit yang ikonik berasal dari senyawa kimia utama, absinthin dan anabsinthin, yang termasuk golongan seskuiterpen lakton. Minyak atsiri wormwood kaya akan tujon, kamper, dan azulena, yang memberikan sifat antimikroba, antiparasit, dan anti-inflamasi.

Baca Lebih Lanjut
Update: 29 Agu 2026 - 00:42:18
 

II. Ciri-ciri Wormwood

Tanaman ini suka banget hidup di tanah yang kering, berbatu, dan agak terbuka. Biasanya ditemukan di padang rumput atau area lereng perbukitan dengan pencahayaan matahari yang penuh. Asalnya dari wilayah Eurasia, tapi sekarang sudah banyak tersebar di berbagai belahan dunia. Karakteristik/ciri-ciri Wormwood (Artemisia absinthium):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuh sebagai tanaman herba menahun yang agak semak, tingginya bisa mencapai 80 hingga 120 cm.
Batang Batangnya tegak, berwarna abu-abu kehijauan, dan punya tekstur bergaris atau beralur dengan bulu-bulu halus.
Daun Bentuknya unik, terbagi-bagi seperti menyirip (pinnatisect) dengan warna abu-abu keperakan karena tertutup rambut halus di kedua sisinya. Aromanya sangat khas dan kuat.
Bunga Bunganya kecil-kecil berbentuk tabung, berwarna kuning pucat, dan tersusun dalam kumpulan bunga (malai) yang menggantung.
Akar Memiliki sistem perakaran yang kuat dan bercabang, membantunya bertahan hidup di tanah yang kurang subur.

III. Manfaat Wormwood

7 Manfaat Wormwood untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoartritis Lutut

    Ekstrak Artemisia absinthium menghambat jalur NF-κB dan menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui aktivasi Nrf2 dan supresi COX-2. Senyawa seskuiterpen lakton, seperti absinthin, berperan dalam modulasi sinyal inflamasi.

    Senyawa Aktif: absinthin, anabsinthin, artabsin
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Minyak atsiri dan senyawa fenolik (chamazulene, thujone, β-thujone) mengganggu membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran sitoplasma. Juga menghambat sintesis dinding sel bakteri dan biofilm.

    Senyawa Aktif: chamazulene, β-thujone, β-Caryophyllene
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Senyawa flavonoid (quercetin, luteolin) dan asam fenolik (chlorogenic acid) mendonorkan elektron, menetralkan radikal bebas, dan mengaktifkan enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx melalui jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Luteolin, asam chlorogenic
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Wormwood

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wormwood.

  1. α-Thujone

    Golongan: Terpenoid (Monoterpenoid)
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan pucuk berbunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Neurotoksik, Antagonis Reseptor GABA-A, Insektisida, Efek Psikoaktif.
    Tampilkan
  2. β-Thujone

    Golongan: Terpenoid (Monoterpenoid)
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan pucuk berbunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Neurotoksik, Antagonis GABA, Mirip α-thujone, Insektisida.
    Tampilkan
  3. Absinthin

    Golongan: Seskuiterpen Lakton
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan pucuk berbunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antipiretik, Stimulan Nafsu Makan (efek Pahit), Antispasmodik.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Wormwood

Interaksi & Kontraindikasi Wormwood dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Alergi famili Asteraceae/Compositae (ragweed, krisan, marigold)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari pada riwayat alergi; dapat terjadi reaksi silang. Hentikan segera bila muncul ruam, gatal, atau pembengkakan.

  2. Antasida

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Wormwood meningkatkan sekresi asam lambung sehingga dapat mengurangi efektivitas antasida. Beri jarak minimal 2 jam atau hindari kombinasi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetik/penurun glukosa darah

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ekstrak wormwood berpotensi menambah efek hipoglikemik. Pantau kadar glukosa darah secara ketat dan waspadai gejala hipoglikemia.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+12)

VI. Efek Samping Wormwood

Wormwood (Artemisia absinthium) mengandung senyawa aktif utama bernama thujone, yang pada dosis tinggi dapat bertindak sebagai racun sistem saraf. Konsumsi berlebihan atau penggunaan jangka panjang dari tanaman ini dapat menyebabkan berbagai efek samping neurologis yang parah, termasuk vertigo, kejang otot, tremor, insomnia, kegelisahan, dan dalam kasus keracunan berat, halusinasi serta kejang epilepsi. Senyawa thujone bekerja dengan cara memblokir reseptor asam gama-aminobutirat (GABA) di otak, yang normally berfungsi untuk menenangkan aktivitas saraf, sehingga memicu over-stimulasi pada sistem saraf pusat.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Wormwood

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Wormwood.

  1. Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologi Artemisia absinthium L.: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Artemisia absinthium memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antiparasit. Senyawa aktif utama meliputi absinthin, anabsinthin, flavonoid, serta minyak atsiri yang mengandung thujone.
    Tampilkan
  2. Efikasi Artemisia absinthium dalam Menurunkan Penanda Inflamasi pada Penyakit Radang Usus: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2025
    Temuan:
    Suplementasi Artemisia absinthium menurunkan kadar calprotectin tinja dan skor aktivitas penyakit secara signifikan. Kejadian efek samping tidak berbeda bermakna dibandingkan plasebo.
    Tampilkan
  3. Efektivitas Ekstrak Artemisia absinthium terhadap Gejala Dispepsia Fungsional: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2024
    Temuan:
    Pasien yang menerima ekstrak menunjukkan perbaikan skor total dispepsia yang lebih besar daripada plasebo setelah 8 minggu. Tidak terdapat efek samping hepatik atau neurologis yang serius.
    Tampilkan

VIII. FAQ Wormwood

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Wormwood.

Apa senyawa aktif utama dalam wormwood (Artemisia absinthium) dan bagaimana kaitannya dengan khasiat serta risikonya?
Wormwood mengandung minyak atsiri dengan komponen utama α-thujone dan β-thujone, seskuiterpen pahit seperti absinthin, serta flavonoid dan asam fenolik. Thujone adalah senyawa neuroaktif yang dapat menimbulkan kejang pada dosis tinggi dan menjadi dasar peringatan keamanan; absinthin dan zat pahit memberi efek merangsang nafsu makan dan sekresi cairan pencernaan. Lachenmeier, 2010; Juteau et al., 2003.
Apakah wormwood aman dikonsumsi setiap hari, misalnya sebagai teh atau suplemen?
Tidak dianjurkan untuk konsumsi harian tanpa pengawasan profesional. Kandungan thujone dapat menyebabkan keracunan saraf, gangguan tidur, tremor, sampai kejang, terutama jika digunakan berulang atau dalam dosis tidak terukur. Penggunaan herbal yang mengandung thujone sebaiknya bersifat jangka pendek dan mengikuti sediaan berlisensi. European Medicines Agency, EMA/HMPC/732886/2010; Lachenmeier, 2010.
Bagaimana wormwood digunakan untuk masalah pencernaan dan apakah efektif?
Secara tradisional, herba wormwood digunakan untuk dispepsia, rasa kembung, dan kurang nafsu makan. Komponen pahit merangsang refleks pengecapan sehingga terjadi peningkatan sekresi saliva serta cairan lambung dan empedu. Beberapa monografi herbal memasukkan penggunaannya untuk keluhan tersebut, tetapi harus dibatasi karena risiko thujone. ESCOP Monographs – Absinthii herba, 2003.
Apa efek samping yang harus diwaspadai dari wormwood?
Efek samping yang dapat terjadi antara lain mual, muntah, kram perut, diare, sakit kepala, pusing, dan reaksi alergi. Pada dosis tinggi atau pemakaian kronis, thujone dapat menyebabkan tremor, insomnia, halusinasi, kejang, dan sindrom yang disebut absinthism. Jika muncul gejala neurologis, hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis. Lachenmeier, 2010; Barceloux, 2008.
Apakah wormwood aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui?
Tidak. Wormwood dianggap kontraindikasi selama kehamilan karena kandungan thujone dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran; efek pada janin belum diteliti. Pada ibu menyusui belum ada data keamanan yang memadai, sehingga perlu dihindari. Mills & Bone, 2005; Barceloux, 2008.
Bolehkah wormwood digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak. Belum ada bukti keamanan maupun dosis yang tepat untuk pediatrik. Otak dan sistem saraf anak lebih rentan terhadap efek neurotoksik thujone, sehingga penggunaan wormwood pada bayi dan anak-anak perlu dihindari. European Medicines Agency, EMA/HMPC/732886/2010.
Apakah wormwood aman dikombinasikan dengan obat-obatan modern?
Keamanan penggunaan bersamaan dengan obat belum cukup dibuktikan. Karena wormwood mengandung senyawa bioaktif yang dapat memengaruhi enzim metabolisme obat dan sistem saraf, kombinasi dengan obat penenang, antikejang, atau obat yang diproses hati sebaiknya dihindari kecuali atas pengawasan tenaga kesehatan. Williamson et al., 2013.
Bisakah wormwood digunakan untuk mengobati infeksi atau cacingan?
Penelitian laboratorium dan hewan menunjukkan ekstrak serta minyak atsiri wormwood memiliki aktivitas antiparasit dan antimikroba, tetapi bukti klinis pada manusia masih sangat terbatas. Tidak ada rekomendasi medis yang kuat untuk menggunakannya sebagai obat infeksi atau cacingan. Tariq et al., 2009.

Angelica

Angelica archangelica

Paku Ekor Kuda

Equisetum arvense

Cari: