Advertisement
Artemisia absinthium, atau yang lebih dikenal sebagai Wormwood, adalah tanaman herbal tahunan dari keluarga Asteraceae yang berasal dari kawasan Eropa, Asia, dan Afrika Utara. Tanaman ini memiliki ciri khas batang tegak berwarna keperakan, daun berbulu halus yang terbagi rapat, serta bunga kecil berwarna kuning kehijauan dalam malai terminal. Aroma kuat dan rasa pahit yang ikonik berasal dari senyawa kimia utama, absinthin dan anabsinthin, yang termasuk golongan seskuiterpen lakton. Minyak atsiri wormwood kaya akan tujon, kamper, dan azulena, yang memberikan sifat antimikroba, antiparasit, dan anti-inflamasi.
Advertisement
Secara historis, Wormwood telah digunakan sejak zaman Mesir kuno sebagai obat cacing dan perangsang pencernaan. Namun, popularitasnya meledak pada abad ke-19 ketika menjadi bahan utama minuman absinthe, yang dikenal dengan warna hijau zamrud dan efek psikoaktifnya. Kandungan tujon dalam dosis tinggi pada absinthe dituding menyebabkan sindrom absinthisme—gejala halusinasi, kejang, dan kerusakan saraf—sehingga dilarang di banyak negara pada awal abad ke-20. Penelitian modern mengonfirmasi bahwa tujon bekerja sebagai antagonis reseptor GABA, sehingga dapat menyebabkan rangsangan berlebihan pada sistem saraf pusat, namun efek toksik biasanya hanya terjadi pada konsumsi sangat tinggi tanpa standarisasi.
Dalam pengobatan tradisional dan fitoterapi kontemporer, wormwood digunakan secara hati-hati untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti dyspepsia, kehilangan nafsu makan, dan infeksi parasit usus. Ekstraknya juga diteliti untuk aktivitas antimalaria, antikanker, dan antioksidan, meskipun toksisitasnya membatasi penggunaan tanpa pengawasan. Tanaman ini tumbuh dengan baik di tanah berpasir kering dan sering ditemukan di pinggir jalan, padang rumput, atau area terganggu. Karena keberhasilannya sebagai tanaman invasif di beberapa wilayah, wormwood juga memiliki peran ekologis sebagai penarik serangga penyerbuk, namun perlu dikelola dengan hati-hati agar tidak mendominasi vegetasi asli.
Manfaat Wormwood untuk kesehatan.
Ekstrak Artemisia absinthium menghambat jalur NF-κB dan menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui aktivasi Nrf2 dan supresi COX-2. Senyawa seskuiterpen lakton, seperti absinthin, berperan dalam modulasi sinyal inflamasi.
Minyak atsiri dan senyawa fenolik (chamazulene, thujone, β-thujone) mengganggu membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran sitoplasma. Juga menghambat sintesis dinding sel bakteri dan biofilm.
Senyawa flavonoid (quercetin, luteolin) dan asam fenolik (chlorogenic acid) mendonorkan elektron, menetralkan radikal bebas, dan mengaktifkan enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx melalui jalur Nrf2/ARE.
Meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas, menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase, serta meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi PPAR-γ dan AMPK. Flavonoid dan seskuiterpen berperan.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wormwood.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Wormwood.