Advertisement
Artemisia absinthium, atau yang lebih dikenal sebagai Wormwood, adalah tanaman herbal tahunan dari keluarga Asteraceae yang berasal dari kawasan Eropa, Asia, dan Afrika Utara. Tanaman ini memiliki ciri khas batang tegak berwarna keperakan, daun berbulu halus yang terbagi rapat, serta bunga kecil berwarna kuning kehijauan dalam malai terminal. Aroma kuat dan rasa pahit yang ikonik berasal dari senyawa kimia utama, absinthin dan anabsinthin, yang termasuk golongan seskuiterpen lakton. Minyak atsiri wormwood kaya akan tujon, kamper, dan azulena, yang memberikan sifat antimikroba, antiparasit, dan anti-inflamasi.
Tanaman ini suka banget hidup di tanah yang kering, berbatu, dan agak terbuka. Biasanya ditemukan di padang rumput atau area lereng perbukitan dengan pencahayaan matahari yang penuh. Asalnya dari wilayah Eurasia, tapi sekarang sudah banyak tersebar di berbagai belahan dunia. Karakteristik/ciri-ciri Wormwood (Artemisia absinthium):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tumbuh sebagai tanaman herba menahun yang agak semak, tingginya bisa mencapai 80 hingga 120 cm. |
| Batang | Batangnya tegak, berwarna abu-abu kehijauan, dan punya tekstur bergaris atau beralur dengan bulu-bulu halus. |
| Daun | Bentuknya unik, terbagi-bagi seperti menyirip (pinnatisect) dengan warna abu-abu keperakan karena tertutup rambut halus di kedua sisinya. Aromanya sangat khas dan kuat. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil berbentuk tabung, berwarna kuning pucat, dan tersusun dalam kumpulan bunga (malai) yang menggantung. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran yang kuat dan bercabang, membantunya bertahan hidup di tanah yang kurang subur. |
7 Manfaat Wormwood untuk kesehatan.
Ekstrak Artemisia absinthium menghambat jalur NF-κB dan menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui aktivasi Nrf2 dan supresi COX-2. Senyawa seskuiterpen lakton, seperti absinthin, berperan dalam modulasi sinyal inflamasi.
Minyak atsiri dan senyawa fenolik (chamazulene, thujone, β-thujone) mengganggu membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran sitoplasma. Juga menghambat sintesis dinding sel bakteri dan biofilm.
Senyawa flavonoid (quercetin, luteolin) dan asam fenolik (chlorogenic acid) mendonorkan elektron, menetralkan radikal bebas, dan mengaktifkan enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx melalui jalur Nrf2/ARE.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wormwood.
Interaksi & Kontraindikasi Wormwood dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Wormwood (Artemisia absinthium) mengandung senyawa aktif utama bernama thujone, yang pada dosis tinggi dapat bertindak sebagai racun sistem saraf. Konsumsi berlebihan atau penggunaan jangka panjang dari tanaman ini dapat menyebabkan berbagai efek samping neurologis yang parah, termasuk vertigo, kejang otot, tremor, insomnia, kegelisahan, dan dalam kasus keracunan berat, halusinasi serta kejang epilepsi. Senyawa thujone bekerja dengan cara memblokir reseptor asam gama-aminobutirat (GABA) di otak, yang normally berfungsi untuk menenangkan aktivitas saraf, sehingga memicu over-stimulasi pada sistem saraf pusat.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Wormwood.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Wormwood.