Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologi Artemisia absinthium L.: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    87 artikel relevan dari PubMed, Scopus, dan Web of Science hingga tahun 2022
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (tinjauan pustaka)
    Temuan:
    Artemisia absinthium memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antiparasit. Senyawa aktif utama meliputi absinthin, anabsinthin, flavonoid, serta minyak atsiri yang mengandung thujone.
  2. Efikasi Artemisia absinthium dalam Menurunkan Penanda Inflamasi pada Penyakit Radang Usus: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 studi RCT dengan total 412 pasien, sebagian besar dengan kolitis ulserativa atau penyakit Crohn
    Dosis/Durasi:
    500–1500 mg/hari selama 8–16 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Artemisia absinthium menurunkan kadar calprotectin tinja dan skor aktivitas penyakit secara signifikan. Kejadian efek samping tidak berbeda bermakna dibandingkan plasebo.
  3. Efektivitas Ekstrak Artemisia absinthium terhadap Gejala Dispepsia Fungsional: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    58 pasien dispepsia fungsional berdasarkan kriteria ROMA IV; 29 pasien kelompok intervensi dan 29 pasien plasebo
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak kering 500 mg tiga kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pasien yang menerima ekstrak menunjukkan perbaikan skor total dispepsia yang lebih besar daripada plasebo setelah 8 minggu. Tidak terdapat efek samping hepatik atau neurologis yang serius.
  4. Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Artemisia absinthium pada Makrofag yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7; konsentrasi ekstrak 5, 10, 25, dan 50 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    10–50 µg/mL, inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi nitrit oksida serta sitokin TNF-α dan IL-6 secara signifikan. Penghambatan jalur NF-κB tampaknya berkontribusi terhadap efek antiinflamasi tersebut.
  5. Efek Neuroprotektif Artemisia absinthium pada Tikus dengan Gangguan Memori Akibat Skopolamin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 tikus Wistar jantan yang diinduksi skopolamin 1 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    75 dan 150 mg/kg/hari secara oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak Artemisia absinthium memperbaiki memori spasial dan menurunkan aktivitas asetilkolinesterase di hipokampus. Kadar malondialdehid menurun sementara glutathione meningkat.
  6. Aktivitas Antibiofilm Minyak Atsiri Artemisia absinthium terhadap Staphylococcus aureus Resisten Metisilin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    10 isolat klinis Staphylococcus aureus resisten metisilin (MRSA)
    Dosis/Durasi:
    MIC 0,25–2 µL/mL; uji biofilm selama 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri Artemisia absinthium menghambat pembentukan biofilm pada konsentrasi sub-MIC dan merusak membran sel bakteri. Aktivitas antimikroba terutama dikaitkan dengan kandungan thujone dan borneol.
  7. Efek Perlindungan Ekstrak Air Artemisia absinthium terhadap Toksisitas Hati Akibat Parasetamol pada Tikus

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan yang dibagi dalam 5 kelompok
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg/hari secara oral selama 7 hari sebelum induksi parasetamol
    Temuan:
    Ekstrak dosis 200 dan 400 mg/kg menurunkan kadar ALT, AST, serta memperbaiki histologi hati. Mekanisme perlindungan melibatkan peningkatan enzim antioksidan dan penurunan inflamasi.
  8. Aktivitas Antileishmania Minyak Atsiri Artemisia absinthium terhadap Leishmania tropica

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Promastigot dan amastigot Leishmania tropica
    Dosis/Durasi:
    IC50 15,2–21,4 µg/mL; pengamatan selama 72 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri Artemisia absinthium menunjukkan IC50 sebesar 15,2 µg/mL terhadap promastigot dan 21,4 µg/mL terhadap amastigot intraseluler. Efek sitotoksik terhadap sel J774 relatif rendah, menunjukkan selektivitas yang cukup baik.

Advertisement


Cari: