Advertisement
Aktivitas antispasmodik adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk mengurangi atau mencegah kejang otot polos, terutama pada saluran pencernaan, pembuluh darah, dan saluran pernapasan. Kejang otot polos dapat menyebabkan berbagai kondisi seperti sakit perut, kram menstruasi, hipertensi, dan asma. Herbal seperti pepermin (mentol), kunyit (kurkumin), dan cengkeh (eugenol) telah terbukti memiliki aktivitas antispasmodik yang efektif.
Mekanisme antispasmodik pada herbal umumnya melibatkan penghambatan kanal kalsium pada otot polos, yang mengurangi kontraksi otot, atau peningkatan produksi NO (nitric oxide) yang menyebabkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah). Beberapa herbal juga bekerja dengan berinteraksi dengan reseptor muskarinik untuk mengurangi kontraksi otot polos saluran pencernaan. Mentol dari pepermin bekerja dengan efek pendinginan yang mengurangi sensitivitas saraf dan relaksasi otot polos. Dengan efek samping yang minimal dibandingkan obat antispasmodik sintetik, herbal antispasmodik menawarkan solusi alami untuk mengatasi berbagai kondisi yang melibatkan kejang otot.
Advertisement
Senyawa terpenoid (1,8-cineole, camphor) merelaksasi otot polos saluran cerna dan mengurangi produksi gas melalui efek spasmolitik dan karminatif
Senyawa: 1,8-cineole, camphor, α-thujone
Tingkat Bukti: Tradisional
Menghambat saluran kalsium tipe-L pada otot polos usus, mengurangi influks kalsium intraseluler, dan memblokir kontraksi yang diinduksi asetilkolin, histamin, atau barium klorida.
Senyawa: Rutin, Quercetin, Psoralen
Tingkat Bukti: Terbatas
Paeoniflorin memblokir kanal kalsium tipe-L pada otot polos uterus, menurunkan konsentrasi kalsium intraseluler, dan menghambat kontraksi yang diinduksi PGF2α. Juga memodulasi sistem opioid endogen dan menekan produksi prostaglandin melalui inhibisi COX-2.
Senyawa: Paeoniflorin, Paeonol
Tingkat Bukti: Sedang
Minyak atsiri thyme (khususnya timol dan karvakrol) menghambat kontraksi otot polos melalui blokade kanal kalsium dan antagonisme reseptor muskarinik. Efek relaksasi pada miometrium dan usus halus. Juga menurunkan sintesis prostaglandin (inhibisi COX-2).
Senyawa: Timol, Karvakrol, Linalool
Tingkat Bukti: Sedang
Anethole menghambat kontraksi otot polos melalui blokade kanal Ca²⁺ tipe-L dan modulasi reseptor muskarinik M3. Estragole dan fenchone mengaktivasi saluran K⁺ yang menyebabkan hiperpolarisasi membran sehingga relaksasi. Efek pada uterus juga dimediasi oleh penghambatan sintesis prostaglandin (PGF2α).
Senyawa: Anethole, Fenchone, Estragole
Tingkat Bukti: Sedang
Menghambat kontraksi otot polos usus melalui blokade kanal kalsium tipe-L dan antagonisme reseptor muskarinik M3. Tanin dan flavonoid menyebabkan relaksasi langsung pada otot polos, mengurangi hipermotilitas dan kram.
Senyawa: kuersetin, kaempferol, asam tanat
Tingkat Bukti: Tradisional