Wedang ini memadukan parutan lobak pedas, jahe, lemon, madu, dan kayu manis dengan cara seduh tertutup agar senyawa atsirinya tidak menguap. Resep ini diadaptasi dari tradisi ramuan Eropa dan pendekatan fitokimia modern.
| 20 g lobak pedas segar (Armoracia rusticana), parut halus |
| 200 ml air panas |
| 2 sdm air perasan lemon |
| 1 sdm madu asli |
| 2 iris jahe segar |
| 1 batang kayu manis kecil (opsional) |
Senyawa sinigrin yang berubah menjadi isothiocyanate saat lobak diparut dikenal membantu melegakan rasa sesak di hidung pada studi laboratorium. Madu dan lemon menambah rasa nyaman serta vitamin C untuk mendukung daya tahan tubuh.
Advertisement
Dosis besar bersamaan dengan aspirin atau NSAID dapat memperberat iritasi lambung. Karena bersifat goitrogen dalam jumlah besar, beri jarak 2–3 jam dari obat tiroid dan konsultasikan dengan dokter.
1 cangkir per hari. Setiap cangkir memakai 20 g lobak segar; jangan menambah porsi lain dari lobak pada hari yang sama.
Hindari untuk ibu hamil, anak di bawah 4 tahun, penderita tukak lambung, gastritis aktif, radang usus, asma yang sensitif terhadap aroma menyengat, dan gangguan ginjal.
Resep Herbal: #0086