Lalapan khas Asia Tenggara dari daun sirih belanda muda yang segar dan sedikit renyah, ditemani sambal terasi tomat. Hidangan ini adalah kebiasaan 'ulam' yang mempertahankan senyawa tanaman dalam bentuk mentah.
| 15 lembar Daun sirih belanda muda, petik dari tangkainya |
| 100 g Tomat merah |
| 5 g Terasi bakar |
| 3 buah Cabai rawit merah, sesuaikan selera |
| 1 sdt Gula aren, sisir halus |
| 1/2 sdt Garam |
| 1 sdm Air jeruk nipis |
Serat dan senyawa antioksidan seperti flavonoid lebih banyak dipertahankan saat daun tidak dipanaskan. Konsumsi teratur membantu melancarkan pencernaan dan menambah asupan antioksidan alami.
Advertisement
Tanin dan serat daun dapat memperlambat penyerapan obat dan zat besi; beri jarak 2 jam sebelum atau sesudah minum obat. Efek hipoglikemik dari daun juga perlu diwaspadai jika sedang minum antidiabetik.
1 porsi lalapan: 10–15 lembar daun, 3–4 kali per minggu. Mulai dengan 5 lembar jika tidak biasa makan daun mentah.
Hindari pada tukak lambung aktif, irritable bowel syndrome dengan kecenderungan kembung, dan alergi terhadap terasi atau produk laut.
Resep Herbal: #0128