Jamu hangat perpaduan kunyit, serai, dan daun sirih belanda yang harum dan sedikit pedas. Resep ini mengikuti tradisi jamu Nusantara untuk membantu kenyamanan pencernaan dan peradangan.
| 7 lembar Daun sirih belanda segar, remas sebentar |
| 3 cm Kunyit segar, kupas dan geprek |
| 1 batang Serai, memarkan |
| 500 ml Air |
| 1 sdm Air jeruk nipis |
| 1 sdm Madu murni |
Kurkumin pada kunyit memiliki efek antiinflamasi, dan minyak atsiri daun sirih belanda memberi efek hangat serta membantu merilekskan saluran cerna. Beberapa uji laboratorium menunjukkan ekstrak Piper sarmentosum memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen tertentu.
Advertisement
Kunyit dapat meningkatkan risiko perdarahan bila digunakan bersama warfarin atau aspirin dosis tinggi. Kombinasi dengan obat diabetes juga perlu diawasi karena efek hipoglikemik daun sirih belanda.
Minum 200 ml sekali sehari, 3–5 hari per minggu, sebaiknya setelah makan. Perhatikan toleransi lambung masing-masing.
Hindari pada penyumbatan saluran empedu, tukak lambung aktif, dan kelainan pembekuan darah. Ibu hamil dan ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi sebelum minum jamu ini secara rutin.
Resep Herbal: #0127