Tumisan tahu dan buncis yang praktis dengan irisan daun inggu sebagai penegas rasa. Menu ini cocok untuk makan siang berprotein nabati dan kaya serat, dengan adaptasi bumbu Nusantara.
| 1/2 blok Tahu putih (± 200 g), potong dadu |
| 150 g Buncis, potong serong |
| 3 lembar Daun inggu segar (Ruta graveolens), iris halus |
| 2 siung Bawang putih, iris tipis |
| 3 siung Bawang merah, iris tipis |
| 2 buah Cabai merah keriting (opsional), iris |
| 1 sendok teh Saus tiram (opsional) |
| 1/2 sendok teh Garam |
| 1/4 sendok teh Gula aren atau gula kelapa |
| 2 sendok makan Minyak untuk menumis |
| 100 ml Air |
Tahu dan buncis menyediakan protein serta serat yang membantu kenyang lebih lama, sementara daun inggu membantu melancarkan pencernaan berkat sifat karminatifnya. Rue juga memiliki catatan etnobotani sebagai bumbu pencernaan; kandungan antioksidannya bekerja dalam takaran kecil.
Advertisement
Resep untuk 3–4 porsi lauk. Makan maksimal 1 porsi per hari; total daun inggu 3 lembar untuk seluruh tumisan, jadi tiap porsi kurang dari 1 lembar. Jangan menambah daun inggu ekstra.
Kandungan kumarin pada rue bisa meningkatkan risiko perdarahan jika dipakai bersama warfarin/aspirin. Efek penurun gula darah dan tekanan darah dari rue juga perlu diwaspadai pada pengguna obat antidiabetes dan antihipertensi.
Tidak untuk ibu hamil/menyusui, anak kecil, penderita tukak lambung, gangguan hati, gangguan ginjal, atau kulit yang sangat sensitif terhadap sinar matahari.
Resep Herbal: #0414