Teh herbal ini memadukan horehound—tanaman yang telah dipakai sejak tradisi obat Eropa—dengan jahe dan serai khas Nusantara. Rasa pahitnya menjadi ciri khas dan memberi kehangatan yang nyaman untuk tenggorokan.
| 1 sdm daun horehound kering (Marrubium vulgare) atau 8-10 lembar daun segar |
| 3 iris jahe segar (sekitar 10 g) |
| 1 batang serai, memarkan |
| 300 ml air |
| 1 sdt madu (opsional) |
| 1/2 buah lemon, ambil airnya (opsional) |
Secara tradisional, horehound dipakai untuk meredakan batuk berdahak dan gangguan pencernaan. Studi fitokimia menunjukkan marrubiin serta flavonoidnya memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
Advertisement
Minum 1 cangkir (±250 ml) sekali setelah makan; maksimal 2 cangkir sehari. Setiap cangkir memakai sekitar 1–2 g daun horehound kering dan tidak lebih dari 7 hari berturut-turut.
Berpotensi meningkatkan efek obat antidiabetes serta obat tekanan darah/diuretik. Jika rutin minum obat, beri jeda minimal 2 jam dari teh ini.
Hindari jika sedang hamil, menyusui, anak di bawah 12 tahun, atau memiliki tukak lambung/gastritis aktif. Hentikan bila muncul reaksi alergi seperti gatal, ruam, atau mual.
Resep Herbal: #0595