Teh hangat berbahan dasar daun kayu putih segar, bukan minyak atsiri, sehingga jauh lebih aman untuk diminum. Racikan ini mengadaptasi godokan tradisional Asia Tenggara dengan dosis daun yang disarankan dalam literatur fitoterapi.
| 200 ml Air panas |
| 3 lembar Daun kayu putih segar (Melaleuca cajuputi) |
| 15 g Jahe segar, dimemarkan |
| 1 sdm Air perasan lemon |
| 1 sdt Madu (opsional) |
Kandungan 1,8-sineol pada daun kayu putih dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman di tenggorokan, sementara gingerol pada jahe memberi efek hangat. Keduanya juga kaya antioksidan yang membantu tubuh beradaptasi saat cuaca dingin.
Advertisement
1 gelas (200 ml) sehari, maksimal 3 hari berturut-turut untuk orang dewasa sehat.
Kandungan sineol berpotensi memengaruhi enzim hati CYP450. Jangan diminum bersamaan dengan obat sedatif, antikejang, atau warfarin; beri jarak minimal 2–4 jam dan konsultasi dengan dokter.
Hindari pada ibu hamil/menyusui, anak di bawah 6 tahun, alergi kayu putih/eukaliptus, serta penderita penyakit hati atau ginjal berat.
Resep Herbal: #0291