Sambal segar khas Bali yang memakai irisan daun kerinyu limau untuk menambah aroma lemon dan rasa yang menenangkan. Cocok sebagai pendamping ikan atau ayam bakar dalam menu sehat.
| 25 lembar daun kerinyu limau segar, buang tangkai, iris halus |
| 8 butir bawang merah, iris halus |
| 3 batang serai bagian putih, iris halus |
| 5 buah cabai rawit merah, iris halus |
| 3 lembar daun jeruk purut, buang tulang daun, iris halus |
| 1/2 sdt terasi bakar (opsional; skip untuk vegetarian) |
| 1 sdt air jeruk limau |
| 1/2 sdt garam |
| 1/2 sdt gula kelapa |
| 3 sdm minyak kelapa panas |
Daun kerinyu limau segar mengandung minyak atsiri yang memberi efek menyegarkan, sementara bawang merah dan cabai menyediakan vitamin C dan antioksidan. Kombinasi rasa pedas, asam, dan herbal ini membantu makan terasa lebih nikmat tanpa kalori berlebih.
Advertisement
1–2 sendok makan (±15–30 g) per porsi makan sebagai pelengkap; jangan dikonsumsi berlebihan karena tinggi garam dan minyak.
Tidak ada interaksi obat signifikan yang dilaporkan pada porsi sambal. Konsumsi cabai berlebihan bersamaan dengan obat antiinflamasi/NSAID dapat meningkatkan risiko iritasi lambung.
Hindari pada tukak lambung atau GERD yang sedang kambuh, serta alergi terhadap cabai atau terasi. Penderita alergi udang sebaiknya menghilangkan terasi.
Resep Herbal: #0204
Advertisement