Daun Kirinyuh

Chromolaena odorata
Nama
Daun Kirinyuh
Nama Latin/Ilmiah
Chromolaena odorata
Bagian Digunakan
Daun.
Rasa
Pahit
Nama Lain
Siam weed (Nigeria), Christmas bush (Australia), hagonoy (Filipina), pokok kapal terbang (Malaysia), paraffin bush (Afrika Selatan).
Asal
Amerika tropis, Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Karibia.
Kandungan Utama
Flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan minyak atsiri.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Kirinyuh

Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) adalah gulma perdu tahunan dari famili Asteraceae yang berasal dari wilayah Neotropik, mulai dari Amerika Tengah hingga Amerika Selatan. Tumbuhan ini dikenal memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, mampu mencapai tinggi hingga 3–5 meter jika tersedia cukup sinar matahari dan dukungan tegakan. Ciri khasnya adalah batang yang mudah patah, daun berwarna hijau muda dengan tepi bergerigi, serta aroma khas yang muncul saat daunnya diremas—seperti bau kamper yang menyengat. Karena sifatnya yang invasif, Chromolaena odorata mudah menyebar melalui biji yang ringan dan terbawa angin, sehingga sering mendominasi lahan terbuka, tepi hutan, perkebunan, dan areal terganggu lainnya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Agu 2026 - 11:42:04
 

II. Manfaat Daun Kirinyuh

8 Manfaat Daun Kirinyuh untuk kesehatan.

  1. Percepatan penyembuhan luka (luka eksisi dan ulkus kulit)

    Ekstrak daun meningkatkan proliferasi dan migrasi fibroblas, meningkatkan sintesis kolagen, serta menghambat kerja matrix metalloproteinase (MMP-1, -2, -9) sehingga degradasi matriks ekstraseluler berkurang. Aktivitas antioksidan dan antibakteri flavonoid/tanin membantu menjaga lingkungan luka yang bersih dan menurunkan stres oksidatif lokal.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, Asam Klorogenat, tanin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi (edema dan nyeri inflamasi)

    Menghambat aktivasi NF-κB sehingga menurunkan transkripsi gen proinflamasi seperti TNF-α, IL-6, COX-2, dan iNOS. Flavonoid seperti quercetin dan luteolin juga menghambat lipooksigenase dan siklooksigenase, sehingga menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien.

    Tampilkan
  3. Antibakteri dan antijamur (infeksi kulit/luka, bakteri gram positif/negatif)

    Senyawa fenolik dan terpenoid merusak membran sel bakteri, mengganggu potensial membran, dan menyebabkan kebocoran sel. Minyak atsiri berinteraksi dengan lipid membran dan enzim respirasi mikroba; pada jamur, menghambat pembentukan ergosterol membran.

    Senyawa Aktif: β-kariofilena, α-Pinena, germakrene D, Asam p-Kumarat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


III. Kandungan Daun Kirinyuh

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Kirinyuh.

  1. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antibakteri, Dan Mendukung Penyembuhan Luka Melalui Proliferasi Fibroblas Serta Deposisi Kolagen. Catatan: Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk C. Odorata..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (flavonol glikosida)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Proteksi Vaskular, Dan Membantu Epitelisasi Luka. Catatan: Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk C. Odorata..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antikanker, Dan Berperan Dalam Re-epitelialisasi Luka. Catatan: Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk C. Odorata..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

IV. Interaksi & Kontraindikasi Daun Kirinyuh

Interaksi & Kontraindikasi Daun Kirinyuh dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi / mineral oral

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan tanin pada daun kirinyuh dapat mengikat zat besi dan mengurangi penyerapannya. Konsumsi dengan jarak waktu minimal 2–3 jam.

  2. Riwayat alergi Asteraceae (bunga matahari, krisan, ragweed)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun kirinyuh berada dalam famili Asteraceae; dapat memicu reaksi alergi silang. Hentikan penggunaan jika muncul ruam, gatal, atau pembengkakan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antiplatelet (aspirin, clopidogrel, tikagrelor)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ekstrak kirinyuh dapat menghambat agregasi trombosit dan memperpanjang waktu perdarahan. Hindari kombinasi; hentikan 2 minggu sebelum prosedur bedah.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+13)

V. Efek Samping Daun Kirinyuh

Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) dikenal sebagai tanaman tradisional yang sering digunakan untuk pengobatan luka luar, namun penggunaan tanaman ini menyimpan potensi efek samping yang signifikan terutama jika dikonsumsi secara internal. Berbagai penelitian toksikologi menunjukkan bahwa ekstrak daun ini mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid (terutama pyrrolizidine alkaloids), flavonoid, tanin, dan minyak atsiri. Senyawa alkaloid pirrolizidin diketahui memiliki sifat hepatotoksik, yang berarti dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati (hepatosit) apabila masuk ke dalam sistem pencernaan dalam jangka panjang atau dosis yang tidak terkontrol. Konsumsi sediaan herbal dari tanaman ini secara oral dapat memicu peningkatan enzim hati, peradangan jaringan hati, hingga risiko fibrosis hepatik berdasarkan uji toksisitas pada hewan coba.

Baca Semua Efek Samping

VI. FAQ Daun Kirinyuh

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Kirinyuh.

Apa saja kandungan fitokimia utama daun kirinyuh (Chromolaena odorata)?
Daun kirinyuh mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, alkaloid, dan fenolik. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang dilaporkan dalam berbagai penelitian. Referensi: Anyasor et al., 2011, Phytochemical constituents and antioxidant activity of Chromolaena odorata leaves, International Journal of Nutrition and Metabolism.
Bagaimana cara menggunakan daun kirinyuh untuk penyembuhan luka?
Secara tradisional, daun segar ditumbuk halus lalu ditempelkan pada luka atau bisul, atau digunakan sebagai bahan kompres. Ekstrak daun juga digunakan secara topikal. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kirinyuh mempercepat penutupan luka dan meningkatkan proliferasi sel kulit. Namun, penggunaan pada luka terbuka sebaiknya dilakukan dengan kebersihan yang baik. Referensi: Phan et al., 2001, Wound healing properties of Chromolaena odorata, Journal of Alternative and Complementary Medicine.
Apakah daun kirinyuh aman dikonsumsi sebagai teh atau jamu?
Belum ada cukup bukti ilmiah untuk menyatakan keamanan konsumsi oral daun kirinyuh secara rutin. Beberapa penelitian mengidentifikasi adanya alkaloid pirolizidin, senyawa yang berpotensi hepatotoksik, pada tanaman ini. Oleh karena itu, konsumsi sebagai teh atau jamu sebaiknya dihindari atau dilakukan di bawah pengawasan praktisi kesehatan. Referensi: Biller et al., 1994, Pyrrolizidine alkaloids from Chromolaena odorata, Phytochemistry.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan daun kirinyuh?
Efek samping yang mungkin timbul antara lain iritasi kulit atau reaksi alergi pada orang yang sensitif, terutama jika getahnya mengenai kulit. Bila dikonsumsi dalam jumlah besar, risiko kerusakan hati meningkat karena kandungan alkaloid pirolizidin. Jika muncul gejala seperti mual, nyeri perut, atau warna kuning pada kulit setelah penggunaan, segera hentikan dan periksakan diri. Referensi: Vaisakh & Pandey, 2012, Chromolaena odorata: A review of its ethnobotany, pharmacology and phytochemistry, International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research.
Bolehkah daun kirinyuh digunakan pada bayi dan anak-anak?
Tidak disarankan. Keamanan dan dosis untuk bayi dan anak-anak belum diteliti, sementara organ hati dan sistem metabolisme mereka masih berkembang sehingga lebih rentan terhadap zat beracun seperti alkaloid pirolizidin. Untuk pemakaian luar pun sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Referensi: WHO Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines (2004).
Apakah daun kirinyuh aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak direkomendasikan. Belum ada studi klinis yang memastikan keamanan penggunaan daun kirinyuh selama kehamilan dan menyusui. Kandungan alkaloid pirolizidin yang berpotensi toksik dapat berdampak buruk pada fungsi hati ibu dan janin, serta belum diketahui apakah diekskresikan melalui ASI. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan herbal ini. Referensi: WHO Guidelines on Safety Monitoring of Herbal Medicines (2004).
Apa manfaat daun kirinyuh untuk kesehatan umum?
Studi laboratorium menunjukkan daun kirinyuh memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Senyawa flavonoid dan fenolik di dalamnya diduga berperan dalam menangkal radikal bebas dan menghambat pertumbuhan bakteri. Namun, manfaat ini masih terbatas pada penelitian in vitro dan hewan, sehingga diperlukan uji klinis lebih lanjut. Referensi: Anyasor et al., 2011, Phytochemical constituents and antioxidant activity of Chromolaena odorata leaves, International Journal of Nutrition and Metabolism.
Apakah ada dosis standar untuk penggunaan daun kirinyuh?
Tidak ada dosis standar yang ditetapkan untuk daun kirinyuh. Penggunaan tradisional paling umum adalah pemakaian luar untuk luka. Untuk konsumsi oral, tidak dianjurkan karena keamanannya belum terbukti dan adanya potensi toksisitas hati. Penggunaan herbal sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan. Referensi: Vaisakh & Pandey, 2012, Chromolaena odorata: A review of its ethnobotany, pharmacology and phytochemistry, International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research.

Daun Sirih Gading Emas

Epipremnum pinnatum

Daun Sembukan

Paederia foetida

Cari: