Daun Sembukan

Paederia foetida
Nama
Daun Sembukan
Nama Latin/Ilmiah
Paederia foetida
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit, kelat
Nama Lain
Stinkvine (Amerika), skunkvine (Amerika), Chinese fever vine (Cina), daun kentut (Indonesia/Malaysia), maile pilau (Hawaii).
Asal
Asia Timur dan Asia Tenggara
Kandungan Utama
Paederoside, asperuloside, minyak atsiri, tanin, saponin, dan flavonoid.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Sembukan

Daun Sembukan (Paederia foetida) merupakan tumbuhan merambat yang termasuk dalam famili Rubiaceae, yang juga dikenal dengan nama lokal seperti sembukan, bau-bauan, atau akar wangi palsu. Ciri khas paling menonjol dari tumbuhan ini adalah aroma menyengat yang dihasilkan ketika daunnya diremas atau dihancurkan, disebabkan oleh senyawa sulfur yang terkandung di dalamnya. Meskipun baunya kurang sedap, tumbuhan ini memiliki beragam potensi yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun dalam pengobatan tradisional di berbagai wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 01:20:07
 

II. Ciri-ciri Daun Sembukan

Tumbuhan merambat ini gampang banget ditemuin di pinggir hutan, semak belukar, atau area yang agak lembap. Dia suka tempat yang terbuka atau kena sinar matahari cukup, dan sering ditemukan memanjat pagar atau pohon lain. Karakteristik/ciri-ciri Daun Sembukan (Paederia foetida):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Daun Bentuknya kayak jantung atau oval memanjang (lanset) dengan ujung yang agak meruncing.
Tekstur Dan Permukaan Permukaan daunnya halus, kalau diraba terasa agak licin, dan tepian daunnya rata.
Tata Letak Daunnya tumbuh berhadapan di sepanjang batang (oposite).
Ukuran Panjang daun biasanya sekitar 5-15 cm dengan lebar 2-8 cm.
Warna Warna daun hijau segar di bagian atas, dan biasanya sedikit lebih pucat atau kehijauan di bagian bawah.
Aroma Khas Ini ciri paling ikonik: kalau daunnya diremas, bakal keluar bau busuk yang menyengat kayak kentut (makanya sering disebut daun kentut).
Tulang Daun Punya tulang daun menyirip yang jelas kelihatan menonjol di bagian bawah daun.

III. Manfaat Daun Sembukan

8 Manfaat Daun Sembukan untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada nyeri sendi/osteoartritis

    Menghambat jalur inflamasi melalui penekanan aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2 dan 5-LOX, serta menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa iridoid seperti paederoside juga menurunkan migrasi neutrofil dan edema jaringan.

    Senyawa Aktif: paederoside, paederosidic acid, asperuloside
    Tampilkan
  2. Antihiperurisemia dan artritis gout

    Menghambat aktivitas enzim xanthine oxidase sehingga menurunkan konversi hipoksantin menjadi xantin dan asam urat. Flavonoid dan iridoid juga diduga memodulasi transpor asam urat di tubulus ginjal melalui penurunan ekspresi URAT1 dan peningkatan OAT1 pada model hewan.

    Senyawa Aktif: paederosidic acid, Kuersetin, Luteolin
    Tampilkan
  3. Antidiabetes dan kontrol glukosa darah

    Menghambat α-glukosidase dan α-amilase pada usus sehingga memperlambat penyerapan glukosa; meningkatkan sekresi insulin dan sensitivitas insulin melalui aktivasi AMPK serta translokasi GLUT4; komponen fenolik juga mengurangi stres oksidatif pada sel beta pankreas.

    Senyawa Aktif: paederoside, Asam Ursolat, Kuersetin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Daun Sembukan

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Sembukan.

  1. Paederoside

    Golongan: Iridoid glikosida
    Bagian Tanaman: Daun; batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antinociceptive, Dan Sitotoksik Terhadap Beberapa Sel Tumor Pada Studi In Vitro..
    Tampilkan
  2. Paederosidic acid

    Golongan: Iridoid glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik Dan Antiinflamasi Pada Model Hewan, Diduga Melalui Jalur Opioid/nitric Oxide; Juga Berpotensi Antioksidan..
    Tampilkan
  3. Asperuloside

    Golongan: Iridoid glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Dan Hepatoprotektif Pada Studi Pra-klinis..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Daun Sembukan

Interaksi & Kontraindikasi Daun Sembukan dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi atau makanan tinggi zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tanin pada daun sembukan dapat mengikat zat besi dan mengurangi penyerapannya. Dianjurkan memberi jarak minimal 2 jam antara konsumsi daun sembukan dan sumber zat besi. Referensi: skrining fitokimia Paederia foetida menunjukkan adanya tanin.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (metformin, sulfonilurea, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ekstrak Paederia foetida dilaporkan memiliki aktivitas hipoglikemik pada hewan coba. Penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes dapat menimbulkan hipoglikemia. Pemantauan kadar glukosa darah secara ketat dan konsultasi dokter diperlukan. Referensi: studi farmakologi antidiabetik pada model hewan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misalnya ACE inhibitor, ARB, CCB)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun sembukan memiliki potensi efek vasodilatasi dan menurunkan tekanan darah. Kombinasi dengan antihipertensi dapat menyebabkan tekanan darah terlalu rendah. Hindari penggunaan bersamaan atau lakukan monitoring tekanan darah secara teratur. Referensi: penelitian farmakologi efek hipotensi ekstrak.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Daun Sembukan

Daun sembukan (Paederia foetida) dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman herbal dengan berbagai khasiat, namun penggunaannya yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Berdasarkan studi farmakologis, tanaman ini mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, glikosida, dan minyak atsiri. Pada beberapa individu, konsumsi ekstrak daun sembukan dalam dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan seperti mual, muntah, iritasi pada mukosa lambung, serta diare akibat sifat laksatif alaminya. Selain itu, bau sulfur yang cukup menyengat pada daun ini juga dapat memicu refleks mual pada orang yang sensitif terhadap aroma tertentu.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Daun Sembukan

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Sembukan.

Apa saja kandungan fitokimia utama Daun Sembukan?
Daun Sembukan mengandung iridoid glikosida seperti paederosida, asperulosida, dan asam paederosidat. Selain itu terdapat flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, serta senyawa sulfur volatil seperti dimetil disulfida dan metil merkaptan. Bau menyengat daun ini sebagian besar berasal dari senyawa sulfur volatil tersebut. (Burkill, 1935; Chopra et al., 1956)
Bagaimana cara penggunaan Daun Sembukan sehari-hari yang umum?
Secara tradisional, 10–15 gram daun segar yang sudah dicuci direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, lalu diminum hangat 1–2 kali sehari. Untuk pemakaian luar, daun segar ditumbuk halus dan digunakan sebagai tapal pada sendi atau otot yang sakit. Dosis ini belum baku secara ilmiah, jadi sebaiknya digunakan dalam jangka pendek dan tidak berlebihan. (Burkill, 1935)
Apakah Daun Sembukan terbukti bermanfaat sebagai antiradang, obat rematik, atau asam urat?
Penelitian awal pada hewan menunjukkan ekstrak Daun Sembukan memiliki aktivitas antiinflamasi, analgetik, dan antioksidan. Senyawa iridoid seperti asperulosida dan paederosida diduga berperan dalam efek antiradang. Namun, uji klinis pada manusia masih sangat terbatas, sehingga belum dapat dijadikan pengganti obat rematik atau asam urat yang sudah terstandar. (WHO, 2013)
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Daun Sembukan?
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, nyeri ulu hati, dan diare. Daun mentah yang berbau kuat juga dapat mengiritasi tenggorokan dan saluran cerna. Pada orang dengan kulit sensitif, penggunaan daun sebagai tapal dapat menimbulkan kemerahan atau gatal. Jika muncul keluhan tersebut, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan. (Badan POM RI, 2011)
Apakah Daun Sembukan aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak direkomendasikan untuk ibu hamil dan menyusui. Belum ada bukti ilmiah yang memadai untuk menyatakan keamanannya, dan secara tradisional daun ini dikaitkan dengan efek emmenagogue yang dapat merangsang menstruasi, sehingga berisiko pada kehamilan. Ibu menyusui juga sebaiknya menghindari sampai ada data keamanan yang jelas. (Burkill, 1935; WHO, 2013)
Apakah Daun Sembukan aman untuk bayi dan anak-anak?
Daun Sembukan tidak disarankan diberikan secara oral kepada bayi dan anak-anak karena tidak ada dosis pediatrik yang pasti dan kandungan saponin atau iridoid dapat mengiritasi saluran cerna anak yang masih sensitif. Penggunaan luar pada anak sebaiknya hanya atas saran tenaga kesehatan dan setelah melakukan uji tempel untuk menghindari reaksi alergi. (Kementerian Kesehatan RI, 2017)
Apakah Daun Sembukan dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain?
Ya, potensi interaksi perlu diwaspadai. Beberapa studi menunjukkan ekstrak Paederia foetida dapat memengaruhi kadar glukosa darah dan tekanan darah pada hewan. Jika digunakan bersamaan dengan obat antidiabetes, obat hipertensi, atau obat antiinflamasi, risikonya terhadap efek yang terlalu kuat dapat meningkat. Karena itu, pasien yang sedang menjalani pengobatan medis wajib berkonsultasi terlebih dahulu. (WHO, 2013)
Apakah Daun Sembukan boleh dikonsumsi dalam jangka panjang?
Belum ada uji keamanan jangka panjang yang memadai pada manusia. Penggunaan tradisional dianjurkan hanya dalam jangka pendek, misalnya sekitar 1–2 minggu, dan harus dihentikan jika tidak ada perbaikan. Daun Sembukan tidak boleh digunakan sebagai pengganti terapi medis utama untuk penyakit kronis. (Kementerian Kesehatan RI, 2017)

Daun Kirinyuh

Chromolaena odorata

Daun Tembelekan

Lantana camara

Cari: