Daun Tembelekan

Lantana camara
Nama
Daun Tembelekan
Nama Latin/Ilmiah
Lantana camara
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit
Nama Lain
kantutay (Filipina), bunga tahi ayam (Malaysia), wild sage (Afrika Selatan), red sage (Jamaika), surangi (India)
Asal
Daun Tembelekan (Lantana camara) berasal dari daerah tropis Amerika, meliputi Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia.
Kandungan Utama
Triterpenoid, flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Tembelekan

Daun Tembelekan (Lantana camara) adalah tumbuhan perdu liar dari famili Verbenaceae yang berasal dari daerah tropis Amerika, namun kini tersebar luas di berbagai wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini dikenal dengan bunga majemuknya yang berubah warna sesuai umur—dari kuning, jingga, hingga merah—serta daunnya yang bertekstur kasar, berbau khas, dan memiliki tepi bergerigi. Meski kerap dianggap gulma invasif karena pertumbuhannya yang cepat dan mampu mendominasi lahan, L. camara telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, terutama bagian daunnya yang dipercaya memiliki sifat antiinflamasi, antipiretik, dan antibakteri.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 17:20:03
 

II. Ciri-ciri Daun Tembelekan

Tanaman ini bandel banget, bisa tumbuh di mana saja mulai dari pinggir jalan, kebun, sampai area terbuka. Suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung dan bisa beradaptasi di tanah yang kurang subur sekalipun. Karakteristik/ciri-ciri Daun Tembelekan (Lantana camara):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Daun Bulat telur dengan ujung yang agak meruncing.
Tepi Daun Bergerigi halus atau seperti gergaji.
Tekstur Permukaan Permukaannya agak kasar, berkerut, dan kalau disentuh terasa agak berbulu halus.
Tata Letak Tumbuh berpasangan atau berhadapan di sepanjang batang.
Warna Daun Hijau pekat, dengan urat daun yang terlihat menonjol dan jelas di bagian bawah.
Aroma Punya bau khas yang agak menyengat kalau daunnya diremas.

III. Manfaat Daun Tembelekan

8 Manfaat Daun Tembelekan untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi

    Triterpenoid (asam oleanolat, asam ursolat) dan verbascoside menghambat aktivasi NF-κB sehingga ekspresi COX-2, 5-LOX, TNF-α, IL-6, dan PGE2 menurun. Luteolin juga menekan iNOS dan produksi oksida nitrat (NO) pada makrofag.

    Tampilkan
  2. Infeksi bakteri dan jamur

    Polifenol dan flavonoid mengganggu membran bakteri, menghambat pompa efluks, dan mengganggu sintesis asam nukleat. Minyak atsiri seperti β-caryophyllene dan sabinene menyebabkan kebocoran membran sel; tanin mengikat protein adhesin dan enzim mikroba.

    Tampilkan
  3. Stres oksidatif dan kerusakan radikal bebas

    Quercetin, luteolin, dan verbascoside menetralkan radikal bebas, mengkelat ion logam transisi, serta mengaktifkan Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Daun Tembelekan

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Tembelekan.

  1. Lantadena A

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatotoksik; Menyebabkan Kolestasis Dan Kerusakan Hepatoseluler Pada Hewan; Tidak Digunakan Sebagai Terapi..
    Tampilkan
  2. Lantadena B

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatotoksik Dan Iritan Gastrointestinal Pada Hewan; Tidak Memiliki Indikasi Terapeutik Yang Mapan..
    Tampilkan
  3. β-Kariofilena

    Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Dan Gastroprotektif Melalui Aktivasi Reseptor CB2..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Daun Tembelekan

Interaksi & Kontraindikasi Daun Tembelekan dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan luar pada kulit utuh tanpa luka

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Dapat digunakan dalam jumlah sedikit dan jangka pendek. Hindari pemakaian pada kulit sensitif, area terbuka, dan segera hentikan bila terjadi iritasi.

  2. Riwayat alergi terhadap tanaman famili Verbenaceae

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Sebaiknya dihindari karena dapat memicu dermatitis kontak atau reaksi hipersensitivitas. Lakukan uji tempel kecil sebelum penggunaan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Pasien diabetes yang menggunakan obat antidiabetes (metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Gunakan dengan sangat hati-hati karena berpotensi menurunkan gula darah. Pantau kadar glukosa secara berkala dan waspadai gejala hipoglikemia.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Daun Tembelekan

Daun Tembelekan (Lantana camara) dikenal sebagai tanaman hias dan gulma yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, namun seluruh bagian tanaman ini, terutama daun dan buah yang belum matang, diketahui beracun bagi manusia dan hewan ternak. Toksisitas utama disebabkan oleh kandungan triterpen pentasiklik, khususnya asam lantadene A (rehmannic acid) dan lantadene B. Jika tertelan atau digunakan secara tidak tepat, senyawa hepatotoksik ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati, ditandai dengan ikterus (penyakit kuning), kolestasis, dan kegagalan fungsi hati yang berakibat fatal.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Daun Tembelekan

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Tembelekan.

Apa kandungan senyawa utama pada daun Tembelekan?
Daun Lantana camara mengandung berbagai metabolit sekunder: flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, fenolik, dan triterpenoid pentasiklik, terutama lantaden A, B, C, dan D. Lantaden A diketahui sebagai senyawa hepatotoksik. Menurut Natural Product Research (2017), komposisi persisnya dapat bervariasi berdasarkan asal geografis dan kondisi tumbuh.
Apakah daun Tembelekan aman untuk dikonsumsi sebagai jamu?
Tidak aman untuk diminum tanpa pengawasan ahli. Walaupun ekstrak daun memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba pada penelitian laboratorium, risiko kerusakan hati lebih besar. Toxic Plants of North America (2013) mengklasifikasikan L. camara sebagai tumbuhan beracun karena lantaden A dapat menyebabkan kolestasis. Sebagai ahli gizi, saya menekankan tidak ada dosis konsumsi harian yang mendukung manfaat kesehatannya.
Apa efek samping yang mungkin terjadi dari konsumsi daun Tembelekan?
Efek samping yang dilaporkan meliputi mual, muntah, diare, hipotensi, ikterus, dan gagal hati. Studi pada hewan menunjukkan hepatotoksisitas dan penyumbatan saluran empedu. Journal of Veterinary Pharmacology and Therapeutics (1997) menekankan bahwa gejala toksik dapat muncul beberapa jam hingga hari setelah paparan.
Apakah daun Tembelekan dapat digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak boleh. Belum ada data keamanan untuk populasi pediatrik. Anak-anak lebih rentan terhadap dehidrasi dan cedera hati akibat toksin alami. Pediatric Emergency Care (2010) merekomendasikan penanganan tanaman beracun pada anak adalah menjauhkan dari jangkauan dan menghindari obat herbal tanpa uji klinis.
Apakah daun Tembelekan aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman. Tidak ada bukti keamanan selama kehamilan dan laktasi. Efek hepatotoksik dapat membebani fungsi hati ibu; selain itu, senyawa dalam Lantana camara berpotensi melewati plasenta dan ASI. American Journal of Obstetrics & Gynecology (2005) menyarankan ibu hamil dan menyusui tidak mengonsumsi tanaman yang dikenal hepatotoksik seperti Lantana camara.
Bagaimana penggunaan daun Tembelekan sebagai obat luar?
Secara tradisional, daun dilumatkan untuk luka, memar, eksim, dan infeksi kulit. Namun, beberapa individu mengalami dermatitis kontak karena alergen. Gunakan hanya pada kulit utuh dan tidak lebih dari beberapa menit sebagai tapal. Contact Dermatitis (1992) melaporkan reaksi hipersensitivitas terhadap daun Lantana camara. Tidak disarankan untuk luka terbuka.
Apakah daun Tembelekan efektif untuk menurunkan demam?
Penelitian farmakologi menunjukkan ekstrak daun dapat menurunkan demam dan menghambat pertumbuhan parasit malaria pada hewan coba, tetapi belum ada uji klinis manusia. Efek antipiretik pada dosis efektif berdekatan dengan rentang toksik. Journal of Ethnopharmacology (2000) menjelaskan bahwa penggunaannya secara empiris tidak dapat disetarakan dengan obat demam standar.
Apa yang harus dilakukan jika tidak sengaja tertelan daun Tembelekan?
Jangan memancing muntah. Segera hubungi fasilitas kesehatan atau pusat informasi keracunan dan bawa sampel daun tersebut. Dokter akan melakukan pemantauan fungsi hati dan memberikan terapi suportif bila diperlukan. Clinical Toxicology (2010) menekankan bahwa pengobatan suportif adalah kunci untuk penanganan paparan oral tanaman hepatotoksik.

Daun Sembukan

Paederia foetida

Putri Malu

Mimosa pudica

Cari: