Advertisement
Putri Malu (Mimosa pudica) adalah tumbuhan perdu pendek yang berasal dari Amerika tropis, namun kini menyebar luas di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Keunikan utamanya terletak pada daun majemuknya yang sangat sensitif terhadap sentuhan, getaran, atau panas. Ketika dirangsang, daun akan menutup dan tangkai daunnya terkulai seolah-olah layu. Gerakan ini dikenal sebagai seismonasti, yaitu gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan mekanis. Mekanisme ini terjadi karena perubahan tekanan turgor di dalam sel-sel pulvinus, yaitu kumpulan sel motorik di pangkal daun dan anak daun.
Tumbuh subur di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung, seperti di pinggir jalan, padang rumput, atau lahan kosong. Tanaman ini sangat adaptif dan dianggap sebagai gulma di banyak daerah tropis. Karakteristik/ciri-ciri Putri Malu (Mimosa pudica):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Batangnya ramping, berwarna kemerahan atau hijau kecokelatan, berbentuk bulat, dan ditumbuhi duri-duri tajam yang berfungsi sebagai pertahanan diri. |
| Daun | Daunnya majemuk menyirip ganda, terdiri dari anak daun kecil yang berpasangan. Keunikan utamanya adalah sifat seismonasti, yaitu menutup secara cepat saat disentuh atau terkena guncangan. |
| Bunga | Bunganya berbentuk bulat seperti bola kapas atau pom-pom kecil dengan warna merah muda atau ungu cerah yang sangat menarik perhatian. |
| Buah | Buahnya berbentuk polong pipih yang bergerombol, berbulu kasar, dan akan berubah warna dari hijau menjadi kecokelatan saat sudah tua. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menancap di tanah, sehingga tanaman ini tidak mudah dicabut. |
8 Manfaat Putri Malu untuk kesehatan.
Flavonoid (kuersetin, kaempferol) dan tanin menghambat enzim COX-2/5-LOX serta translokasi NF-κB, sehingga menurunkan produksi TNF-α, IL-1β, dan PGE2. Ekstrak juga menstabilkan membran lisosom in vitro, mengurangi pelepasan enzim proinflamasi.
Saponin dan tanin mengganggu integritas membran bakteri; mimosine sebagai pengkhelat besi dapat menghambat enzim yang bergantung logam dan sintesis DNA bakteri.
Gugus hidroksil fenolat pada asam galat dan flavonoid mendonorkan elektron/menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, ROS). Pada model hepatosit, ekstrak juga mengaktivasi jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan kapasitas SOD, katalase, dan GSH.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Putri Malu.
Interaksi & Kontraindikasi Putri Malu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Tanaman Putri Malu (Mimosa pudica) dikenal dalam pengobatan tradisional, namun konsumsinya, terutama dalam bentuk ekstrak atau rebusan, dapat menimbulkan berbagai efek samping klinis. Berdasarkan penelitian toksikologi, kandungan senyawa aktif seperti mimosin (sebuah asam amino beracun) dalam dosis tinggi dapat menyebabkan efek samping sistemik yang signifikan. Gejala toksisitas ringan hingga sedang meliputi mual, muntah, diare, dan iritasi pada saluran pencernaan akibat sifat astringen dari tanaman ini. Pada kasus paparan atau konsumsi yang berlebihan, mimosin terbukti dapat mengganggu siklus sel dan metabolisme folikel rambut.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Putri Malu.