Advertisement
Putri Malu (Mimosa pudica) adalah tumbuhan perdu pendek yang berasal dari Amerika tropis, namun kini menyebar luas di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Keunikan utamanya terletak pada daun majemuknya yang sangat sensitif terhadap sentuhan, getaran, atau panas. Ketika dirangsang, daun akan menutup dan tangkai daunnya terkulai seolah-olah layu. Gerakan ini dikenal sebagai seismonasti, yaitu gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan mekanis. Mekanisme ini terjadi karena perubahan tekanan turgor di dalam sel-sel pulvinus, yaitu kumpulan sel motorik di pangkal daun dan anak daun.
Tanaman Putri Malu (Mimosa pudica) dikenal dalam pengobatan tradisional, namun konsumsinya, terutama dalam bentuk ekstrak atau rebusan, dapat menimbulkan berbagai efek samping klinis. Berdasarkan penelitian toksikologi, kandungan senyawa aktif seperti mimosin (sebuah asam amino beracun) dalam dosis tinggi dapat menyebabkan efek samping sistemik yang signifikan. Gejala toksisitas ringan hingga sedang meliputi mual, muntah, diare, dan iritasi pada saluran pencernaan akibat sifat astringen dari tanaman ini. Pada kasus paparan atau konsumsi yang berlebihan, mimosin terbukti dapat mengganggu siklus sel dan metabolisme folikel rambut.