Advertisement
Aktivitas antihipertensi adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), yang merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Indonesia memiliki banyak herbal yang secara tradisional digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, termasuk kunyit, bawang putih, kayu manis, dan seledri. Penelitian modern mengungkap berbagai mekanisme kerja antihipertensi pada herbal.
Mekanisme utama antihipertensi herbal meliputi penghambatan enzim ACE (Angiotensin-Converting Enzyme) yang bertanggung jawab dalam produksi angiotensin II (hormon yang menyempitkan pembuluh darah), peningkatan produksi NO (nitric oxide) yang melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi), penghambatan kanal kalsium yang mengurangi kontraksi otot polos pembuluh darah, serta efek diuretik ringan yang membantu mengeluarkan kelebihan cairan dan garam. Senyawa seperti kurkumin dan katekin telah terbukti memiliki efek vasodilatasi yang signifikan. Dengan prevalensi hipertensi yang terus meningkat di Indonesia, pengembangan herbal antihipertensi menawarkan alternatif yang lebih aman dan terjangkau untuk manajemen tekanan darah.
Advertisement
Linalool dan apigenin bekerja sebagai vasodilator melalui aktivasi jalur NO/cGMP endotel dan penghambatan kanal kalsium tipe-L. Ekstrak kemangi juga menurunkan kadar LDL dan trigliserida dengan menghambat HMG-CoA reduktase.
Senyawa: Linalool, Apigenin, Asam rosmarinat
Tingkat Bukti: Sedang
Ekstrak Orthosiphon aristatus meningkatkan ekskresi natrium dan air melalui penghambatan transporter Na-K-2Cl (NKCC2) di tubulus ginjal, serta memblokade reseptor angiotensin II tipe 1 (AT1), menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah. Senyawa sinensetin dan eupatorin juga menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE).
Senyawa: Sinensetin, Eupatorin, Asam rosmarinat
Tingkat Bukti: Kuat
Ekstrak daun sirsak bekerja sebagai vasodilator melalui penghambatan saluran kalsium tipe-L dan aktivasi sintase oksida nitrat endotel (eNOS), meningkatkan kadar NO. Senyawa flavonoid (misal: quercetin) dan alkaloid (anonaine) juga menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE).
Senyawa: Quercetin, Anonaine, Kaempferol-3-O-rutinosida
Tingkat Bukti: Kuat
Penghambatan enzim pengubah angiotensin (ACE), peningkatan produksi NO (nitric oxide) pada endotel vaskular, dan efek diuretik ringan melalui stimulasi ekskresi natrium. Senyawa flavonoid (mirisetin, kaempferol) berkontribusi pada vasodilatasi.
Senyawa: Mirisetin, Kaempferol, Asam klorogenat
Tingkat Bukti: Terbatas
Paeoniflorin mengaktifkan jalur NO/cGMP pada endotel vaskular melalui aktivasi eNOS, menyebabkan vasodilatasi. Paeonol menghambat saluran kalsium tipe-L pada sel otot polos pembuluh darah. Efek diuresis ringan juga diamati.
Senyawa: Paeoniflorin, Paeonol
Tingkat Bukti: Terbatas
Penghambatan enzim pengonversi angiotensin (ACE) oleh antosianin dan asam hibiskus, meningkatkan produksi oksida nitrat (NO) endotel, serta efek diuretik ringan yang menurunkan volume plasma.
Senyawa: Delfinidin-3-sambubiosida, Sianidin-3-sambubiosida, Asam hibiskus (asam hydroxycitric)
Tingkat Bukti: Sangat Kuat