Urap Kelapa Pegagan

Urap kelapa pegagan: sayur urap berkelapa parut dengan daun pegagan antiinflamasi. Enak, gurih, dan membantu pencernaan. Makan 1 porsi/hari.

Deskripsi:

Urap khas Jawa yang memadukan daun pegagan segar dengan kelapa parut dan bumbu rempah. Rasanya gurih dan sedikit pedas, membuat sayur herbal ini terasa istimewa.

Resep:

Bahan:
20 g daun pegagan segar, cuci bersih
150 g tauge, bersihkan
100 g kelapa parut setengah tua
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm kencur
1 cm kunyit, bakar sebentar
2 lembar daun jeruk, iris halus
1/2 sdt garam
1 sdt gula merah serut (opsional)
1 buah cabai rawit (opsional)

Manfaat:

Antioksidan dari pegagan membantu mengurangi peradangan, sementara serat kelapa dan tauge mendukung saluran pencernaan. Bumbu kunyit dan kencur memperkuat efek antiradang dan membantu pencernaan.

Cara Membuat:

Langkah:
  1. Didihkan air, rebus tauge sekitar 1 menit, lalu tiriskan.
  2. Blansir daun pegagan 30-60 detik, angkat, tiriskan, lalu iris kasar.
  3. Haluskan bawang merah, bawang putih, kencur, kunyit bakar, garam, gula, dan cabai.
  4. Campur bumbu halus dengan kelapa parut dan daun jeruk. Kukus selama 15 menit.
  5. Setelah kelapa berbumbu hangat, masukkan tauge dan daun pegagan, aduk rata.
  6. Sajikan sebagai lauk, dan jangan didiamkan terlalu lama agar pegagan tetap segar.

Advertisement


Takaran/Porsi:

Resep ini untuk 2 porsi. Setiap porsi mengandung ±10 g pegagan segar. Makan maksimal 1 porsi per hari, dan jangan digabung dengan sumber Centella asiatica lain.

Interaksi:

Dapat memperkuat kerja obat penenang dan menurunkan gula darah. Kombinasi dengan antikoagulan harus dikonsultasikan kepada dokter karena dapat memengaruhi pembekuan darah.

Kontraindikasi:

Hindari pada ibu hamil atau menyusui, gangguan hati, dan alergi keluarga Apiaceae. Penderita maag akut perlu berhati-hati karena kelapa parut dan cabai.

Resep Herbal: #0439



Resep Herbal Lainnya

Cari: