Urap khas Jawa yang memadukan daun pegagan segar dengan kelapa parut dan bumbu rempah. Rasanya gurih dan sedikit pedas, membuat sayur herbal ini terasa istimewa.
| 20 g daun pegagan segar, cuci bersih |
| 150 g tauge, bersihkan |
| 100 g kelapa parut setengah tua |
| 3 butir bawang merah |
| 2 siung bawang putih |
| 2 cm kencur |
| 1 cm kunyit, bakar sebentar |
| 2 lembar daun jeruk, iris halus |
| 1/2 sdt garam |
| 1 sdt gula merah serut (opsional) |
| 1 buah cabai rawit (opsional) |
Antioksidan dari pegagan membantu mengurangi peradangan, sementara serat kelapa dan tauge mendukung saluran pencernaan. Bumbu kunyit dan kencur memperkuat efek antiradang dan membantu pencernaan.
Advertisement
Resep ini untuk 2 porsi. Setiap porsi mengandung ±10 g pegagan segar. Makan maksimal 1 porsi per hari, dan jangan digabung dengan sumber Centella asiatica lain.
Dapat memperkuat kerja obat penenang dan menurunkan gula darah. Kombinasi dengan antikoagulan harus dikonsultasikan kepada dokter karena dapat memengaruhi pembekuan darah.
Hindari pada ibu hamil atau menyusui, gangguan hati, dan alergi keluarga Apiaceae. Penderita maag akut perlu berhati-hati karena kelapa parut dan cabai.
Resep Herbal: #0439