Urap khas Jawa dengan daun katuk kukus dan kelapa parut yang dicampur bumbu kencur dan kunyit. Dengan metode kukus, kandungan serat dan fitokimia daun katuk tetap terjaga dan lebih aman daripada dikonsumsi mentah.
| 100 g daun katuk muda |
| 75 g kelapa parut setengah tua |
| 2 butir bawang merah |
| 1 siung bawang putih |
| 2 cm kencur, kupas |
| 1 cm kunyit, kupas |
| 1 buah cabai keriting merah |
| 2 sdt gula merah, sisir |
| 1/2 sdt garam |
| 1 sdt air jeruk limau |
Serat dari kelapa dan daun katuk membantu menjaga kesehatan pencernaan, sedangkan kencur dan kunyit memberikan efek menghangatkan dan antiradang. Hidangan ini juga kaya folat dan zat besi untuk membantu pembentukan sel darah merah.
Advertisement
Satu porsi sekitar 100 g sebagai sayur pendamping, 3–4 kali seminggu.
Tinggi serat dapat memperlambat absorpsi obat tertentu; beri jeda 2 jam dari jadwal minum obat. Vitamin K dalam katuk juga perlu diperhitungkan pada pemakai warfarin.
Hindari porsi berlebihan pada penderita batu ginjal oksalat; kelapa mengandung lemak jenuh sehingga porsi perlu dibatasi pada hiperkolesterolemia.
Resep Herbal: #0507