Urap Nusantara dengan Jukut Piyik dan kelapa parut berbumbu; lauk padat dari tradisi jamu serta kuliner Jawa/Bali. Daun herba diblansir dahulu agar lebih bersih, lembut, dan kadar oksalatnya berkurang.
| 200 g Jukut Piyik segar, cuci bersih |
| 100 g kelapa parut muda atau setengah tua |
| 3 siung bawang putih |
| 4 butir bawang merah |
| 2 cm kencur |
| 1 buah cabai merah keriting (opsional; gunakan 1/2 buah bila tidak suka pedas) |
| 1 sdt gula kelapa |
| 1/2 sdt garam |
| 1 sdm minyak kelapa |
| 50 ml air untuk menghaluskan bumbu |
| 1 buah jeruk limau, ambil airnya |
| 500 ml air untuk merebus/blansir |
Kelapa parut menyumbang lemak sehat dan mineral, sementara bumbu kencur, bawang, dan cabai dapat mendukung sirkulasi serta imunitas. Blansir sebelum diurap mempertahankan serat dan membuat Jukut Piyik lebih aman untuk lambung dan ginjal.
Advertisement
Satu porsi urap sekitar 100-150 g per orang; maksimal 1-2 porsi per hari sebagai lauk.
Jukut Piyik memiliki efek diuretik ringan dan berpotensi mengandung vitamin K; kombinasikan hati-hati dengan diuretik, antihipertensi, dan warfarin. Porsi besar bawang putih dapat meningkatkan risiko perdarahan pada pengguna obat pengencer darah.
Hindari jika alergi kelapa atau rempah. Penderita maag sebaiknya mengurangi cabai; ibu hamil/menyusui sebaiknya berkonsultasi karena data keamanan Stellaria media masih terbatas.
Resep Herbal: #0255