Nasi berwarna hijau alami ini dibuat dengan air blender daun urang-aring, serai, dan bawang goreng. Resep ini terinspirasi dari tradisi nasi ulam Asia Tenggara dan cara praktis mengonsumsi herba dalam makanan pokok.
| 250 g beras putih |
| 40 g daun urang-aring segar |
| 400 ml air (total; sebagian untuk memblender daun) |
| 2 siung bawang putih, cincang halus |
| 3 butir bawang merah, iris tipis |
| 1 batang serai, memarkan |
| 2 lembar daun salam |
| 1 sdt garam |
| 1 sdm minyak kelapa |
Mengonsumsi urang-aring bersama nasi membantu memperlancar asupan herba tanpa rasa pahit yang berlebihan. Kandungan antioksidan pada daun urang-aring mendukung fungsi hati dan melindungi sel dari oksidasi.
Advertisement
Resep ini untuk 4 porsi. Satu porsi nasi matang sekitar 100–150 g mengandung ±10–15 g daun urang-aring segar. Cukup 1 porsi sehari dan maksimal 3–4 kali seminggu.
Meski dimasak, senyawa aktif herba masih dapat bekerja. Jika memakai antikoagulan atau obat diabetes, konsultasi dokter sebelum menjadikan nasi ini menu rutin.
Tidak untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak kecil. Hati-hati pada alergi Asteraceae; jika timbul gatal atau mual setelah makan, hentikan.
Resep Herbal: #0835
Advertisement