African Basil

Ocimum gratissimum
Nama
African Basil
Nama Latin/Ilmiah
Ocimum gratissimum
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pedas
Nama Lain
Scent leaf (Nigeria), clove basil (Inggris), ram tulsi (India), kaphrao chang (Thailand), alfavaca-cravo (Brazil)
Asal
Afrika tropis dan Asia tropis
Kandungan Utama
Eugenol, timol, karvakrol, metil eugenol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang African Basil

African Basil atau dikenal dengan nama ilmiah Ocimum gratissimum adalah tumbuhan herbal tahunan yang termasuk dalam famili Lamiaceae. Tumbuhan ini berasal dari Afrika tropis namun kini tersebar luas di Asia, termasuk Indonesia, karena kemampuannya beradaptasi pada berbagai iklim hangat. Ciri khasnya adalah batang berkayu, daun beraroma kuat seperti cengkeh, serta bunga putih atau ungu yang tersusun dalam rangkaian. Minyak atsiri yang dihasilkannya kaya akan senyawa eugenol, timol, dan ocimene, menjadikannya bernilai tinggi dalam pengobatan tradisional maupun industri farmasi.

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 21:52:36
 

II. Ciri-ciri African Basil

Tanaman ini aslinya dari daerah tropis, suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung dan punya drainase tanah yang bagus. Bisa tumbuh liar di semak belukar, tepi jalan, atau kebun-kebun warga. Karakteristik/ciri-ciri African Basil (Ocimum gratissimum):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Tumbuhan semak menahun yang bisa tumbuh cukup tinggi, sekitar 1 sampai 3 meter.
Batang Batangnya berkayu, berbentuk segi empat saat masih muda, dan punya banyak cabang yang ditumbuhi bulu-bulu halus.
Daun Daunnya berbentuk lonjong dengan ujung meruncing, pinggirannya bergerigi tidak rata. Teksturnya agak berbulu dan kalau diremas bakal ngeluarin bau aromatik yang sangat khas (mirip cengkeh).
Bunga Bunganya kecil-kecil, warna putih keunguan, muncul bergerombol di ujung batang membentuk tandan panjang.
Akar Sistem perakarannya tunggang dan cukup kuat untuk menopang tanaman yang rimbun.

III. Manfaat African Basil

8 Manfaat African Basil untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi/otot

    Senyawa eugenol menghambat enzim COX-2 dan 5-LOX sehingga produksi prostaglandin dan leukotrien menurun. Ekstrak daun juga menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan kadar TNF-α, IL-1β, dan IL-6, sehingga mengurangi edema, infiltras leukosit, dan sensitisasi nyeri.

    Tampilkan
  2. Antimikroba (bakteri dan jamur)

    Eugenol, timol, dan carvacrol berinteraksi dengan membran lipid mikroba, meningkatkan permeabilitas membran, mengganggu gradien ion, dan menyebabkan kebocoran ATP. Senyawa ini juga menghambat pembentukan biofilm dan quorum sensing, sehingga bakteri resisten seperti MRSA menjadi lebih rentan.

    Senyawa Aktif: Eugenol, Timol, Carvacrol, Linalool
    Tampilkan
  3. Stres oksidatif dan dukungan antioksidan

    Polifenol seperti asam rosmarinat dan asam kafeat mendonorkan elektron, mengkelat ion Fe/Cu, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE. Aktivasi Nrf2 meningkatkan ekspresi superoksida dismutase, katalase, dan glutation peroksidase, sehingga menurunkan kerusakan akibat radikal bebas.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan African Basil

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) African Basil.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun dan batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Terhadap Staphylococcus Aureus, Escherichia Coli, Dan Candida Albicans; Antiinflamasi; Analgesik; Anestesi Lokal.
    Tampilkan
  2. Golongan: Monoterpen fenolik
    Bagian Tanaman: Daun, minyak atsiri
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri, Antijamur, Antioksidan, Dan Antiinflamasi; Efektif Terhadap Aspergillus Dan Candida.
    Tampilkan
  3. Golongan: Monoterpen hidrokarbon
    Bagian Tanaman: Daun, minyak atsiri
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Sinergis Dengan Timol; Antiinflamasi; Analgesik Pada Model Hewan.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping African Basil

African Basil (Ocimum gratissimum) adalah tanaman herbal yang dikenal memiliki berbagai khasiat obat, namun konsumsinya juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau bentuk ekstrak pekat. Senyawa aktif utama dalam minyak atsiri tanaman ini, seperti eugenol, timol, dan geraniol, dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan jika dikonsumsi secara berlebihan. Gejala umum dari toksisitas ringan meliputi mual, muntah, nyeri lambung, dan diare akibat efek mengiritasi langsung pada mukosa lambung dan usus. Selain itu, kandungan eugenol yang tinggi memiliki sifat antikoagulan ringan yang berpotensi memperlambat pembekuan darah, sehingga dapat meningkatkan risiko memar atau perdarahan pada individu yang memiliki gangguan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

Baca Semua Efek Samping

Umckaloabo / Cape Geranium

Pelargonium sidoides

Sacred Bark / Prunus

Prunus africana

Cari: