Advertisement
Prunus africana, yang juga dikenal sebagai Sacred Bark atau Prunus, adalah pohon dari famili Rosaceae yang tumbuh alami di kawasan pegunungan Afrika, mulai dari dataran tinggi Kamerun, Kenya, Uganda, hingga Madagaskar. Pohon ini dapat mencapai ketinggian 30–40 meter dengan batang yang kokoh dan daun hijau mengilap. Namanya diambil dari fungsi historis kulit batangnya yang dianggap suci dalam berbagai tradisi pengobatan lokal Afrika. Berbeda dengan kerabatnya yang menghasilkan buah, Prunus africana lebih dikenal karena kulit batangnya yang tebal dan mengandung beragam senyawa bioaktif, sehingga sejak lama dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit.
Pohon ini asli dari hutan pegunungan Afrika. Biasanya tumbuh subur di dataran tinggi yang sejuk dan lembap, sering ditemukan di area hutan tropis yang berkabut. Karakteristik/ciri-ciri Sacred Bark / Prunus (Prunus africana):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Pohon | Pohon besar yang selalu hijau (evergreen), tingginya bisa mencapai 25-30 meter dengan tajuk yang cukup lebat. |
| Batang | Kulit batangnya kasar, pecah-pecah berwarna cokelat tua kehitaman, dan inilah bagian yang paling sering diburu karena khasiat obatnya. |
| Daun | Bentuknya lonjong atau elips, tepinya agak bergerigi halus, warnanya hijau mengkilap, dan kalau diremas aromanya khas seperti kacang almond. |
| Bunga | Ukuran bunganya kecil-kecil, berwarna putih kehijauan, dan muncul dalam kelompok yang menjuntai. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat kecil (seperti buah beri), berwarna merah saat muda dan berubah jadi ungu tua atau hitam kalau sudah benar-benar matang. |
| Perakaran | Memiliki sistem perakaran yang kuat untuk menopang tubuhnya di tanah pegunungan yang curam. |
6 Manfaat Sacred Bark / Prunus untuk kesehatan.
Ekstrak liposterolik kulit batang menghambat proliferasi fibroblas prostat, menurunkan sinyal faktor pertumbuhan (bFGF), menekan jalur inflamasi 5-lipoksigenase/leukotrien, serta memodulasi reseptor androgen melalui fitosterol dan atraric acid. Efek ini mengurangi edema dan obstruksi prostat sehingga memperbaiki aliran urine.
Menghambat 5-lipoksigenase dan sintesis leukotrien, menurunkan pelepasan TNF-α dan IL-1β, serta mengurangi stres oksidatif pada jaringan prostat; triterpen dan fitosterol bekerja sebagai modulator inflamasi.
Senyawa fenolat dan flavonoid mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, menghelat ion logam transisi, mengaktivasi faktor Nrf2, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sacred Bark / Prunus.
Ekstrak kulit kayu Prunus africana (yang kadang keliru disamakan dengan istilah umum seperti Sacred Bark yang merujuk pada Cascara sagrada) umumnya digunakan untuk mengatasi gejala hiperplasia prostat jinak (BPH). Meskipun umumnya ditoleransi dengan baik pada dosis yang dianjurkan, penggunaan suplemen ini dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal. Keluhan yang paling sering dilaporkan meliputi rasa tidak nyaman pada lambung, nyeri abdomen, mual, dan gangguan pencernaan ringan lainnya. Reaksi ini biasanya bersifat ringan dan sementara, namun tetap dapat memengaruhi kenyamanan pasien selama menjalani suplementasi jangka panjang.