Kasifikasi ilmiah Sacred Bark / Prunus (Prunus africana)
Author: (Hook.f.) Kalkman
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Rosales |
| Famili: | Rosaceae |
| Subfamili: | Amygdaloideae |
| Tribus: | Amygdaleae |
| Genus: | Prunus |
| Spesies: | Prunus africana |
Prunus africana, yang sering dikenal sebagai pohon ceri Afrika, merupakan tanaman evergreen berukuran besar yang tumbuh subur di wilayah pegunungan Afrika. Pohon ini punya karakteristik kulit kayu yang sangat berharga dan sering diburu karena khasiat medisnya, terutama untuk kesehatan prostat. Sayangnya, karena pemanenan yang berlebihan dan tidak berkelanjutan, keberadaan pohon ini di alam liar kini menjadi cukup terancam.
Secara fisik, pohon ini memiliki daun yang mengkilap dan menghasilkan buah kecil berwarna merah tua yang disukai oleh berbagai jenis burung. Meski tumbuh di iklim tropis, habitat aslinya berada di dataran tinggi yang sejuk. Karena statusnya yang dilindungi secara internasional, saat ini banyak upaya konservasi yang dilakukan untuk memastikan kelestarian pohon ini agar tidak punah dari ekosistem hutan kita.
Advertisement