Ketepeng Cina

Senna alata | Senna alata
Ketepeng Cina
Nama
Ketepeng Cina (Senna alata)
Nama Latin/Ilmiah
Senna alata
Famili
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit

Nama Lain
Akapulko (Filipina), candlestick bush (Inggris), daun kurap (Malaysia), gelenggang (Indonesia), dadmurdan (India)
Asal
Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia.
Kandungan Utama
Antrakuinon, flavonoid, tanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ketepeng Cina

Ketepeng Cina (Senna alata) merupakan tumbuhan perdu tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tumbuhan ini dikenal luas di berbagai daerah dengan nama lokal seperti daun kurap, ketepeng, atau gelenggang. Ciri khas morfologinya adalah batang tegak, daun majemuk menyirip genap dengan anak daun berbentuk lonjong, serta bunga berwarna kuning cerah yang tersusun dalam tandan. Buahnya berupa polong bersayap empat yang mengandung biji. Habitat aslinya adalah daerah tropis Amerika, namun kini telah menyebar luas ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sering ditemukan tumbuh liar di pinggir jalan atau lahan terbuka.

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 04:41:42
 

II. Ciri-ciri Ketepeng Cina

Tanaman ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung dan cukup lembap. Gampang banget ditemuin di pinggir sungai, hutan sekunder, atau area terbuka di dataran rendah sampai ketinggian 1.400 mdpl. Karakteristik/ciri-ciri Ketepeng Cina (Senna alata):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Semak tegak yang bisa tumbuh setinggi 1-3 meter dengan cabang-cabang yang menyebar.
Batang Batangnya berkayu, berbentuk silindris, dan punya permukaan yang agak kasar dengan warna kecokelatan.
Daun Daunnya majemuk menyirip genap, bentuknya oval memanjang dengan ujung yang tumpul. Uniknya, daun ini bakal 'tidur' atau melipat kalau malam hari.
Bunga Bunganya tipe majemuk tandan yang berdiri tegak, warnanya kuning cerah, dan bentuknya mirip lilin atau obor, makanya sering disebut 'candle bush'.
Buah Buahnya berupa polong yang bentuknya pipih, punya sayap di bagian tepinya, dan kalau sudah tua warnanya jadi hitam kecokelatan.
Biji Bijinya banyak, berbentuk segitiga pipih, dan berwarna hitam saat sudah matang di dalam polong.

III. Manfaat Ketepeng Cina

7 Manfaat Ketepeng Cina untuk kesehatan.

  1. Antimikroba (terutama antijamur dan antibakteri pada infeksi kulit)

    Senyawa antrakuinon (emodin, aloe-emodin) dan flavonoid (kaempferol, quercetin) mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat sintesis dinding sel, dan menginduksi stres oksidatif. Pada jamur dermatofita, senyawa ini menghambat enzim kitin sintase dan ergosterol biosynthesis.

    Senyawa Aktif: Emodin, Aloe-emodin, Kaempferol
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi (pada kondisi peradangan akut dan kronis)

    Emodin dan aloe-emodin menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β), serta menekan aktivitas enzim COX-2 dan LOX. Flavonoid juga menghambat degranulasi sel mast.

    Senyawa Aktif: Emodin, Aloe-emodin, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan (perlindungan terhadap stres oksidatif)

    Polifenol dan flavonoid (kaempferol, rutin, quercetin) mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx), dan mengkelat ion logam transisi.

    Senyawa Aktif: Kaempferol, Kuersetin, Rutin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Ketepeng Cina

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ketepeng Cina.

  1. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Terhadap Bakteri Gram-positif, Antikanker Melalui Inhibisi Topoisomerase II, Serta Efek Laksatif Dengan Stimulasi Kontraksi Usus..
    Tampilkan
  2. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dengan Menghambat Produksi TNF-α Dan IL-6, Serta Laksatif Stimulan..
    Tampilkan
  3. Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Dengan Aktivitas Penangkal Radikal Bebas, Dan Antikanker Melalui Induksi Apoptosis..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Ketepeng Cina

Interaksi & Kontraindikasi Ketepeng Cina dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan. Senna alata memiliki efek stimulan pada rahim dan dapat memicu kontraksi, meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Tidak dianjurkan. Senyawa antrakuinon dapat masuk ke dalam ASI dan menyebabkan diare pada bayi. Konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.

  3. Obstruksi usus atau penyumbatan saluran pencernaan

    Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
    Rekomendasi:
    Kontraindikasi absolut. Stimulasi peristaltik dapat memperburuk obstruksi dan menyebabkan perforasi usus.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+16)

VI. Efek Samping Ketepeng Cina

Ketepeng Cina (Senna alata) dikenal luas dalam pengobatan tradisional sebagai agen antijamur dan pencahar karena kandungan senyawa aktif seperti antrakuinon dan flavonoid. Namun, penggunaan tanaman ini, terutama dalam bentuk ekstrak atau teh herbal, sering kali memicu efek samping pada saluran pencernaan. Keluhan gastrointestinal yang paling umum dilaporkan meliputi kram perut, mual, muntah, dan diare osmotik akibat efek stimulan dari senosida pada mukosa usus besar. Penggunaan jangka panjang atau berlebihan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh, khususnya penurunan kadar kalium (hipokalemia), yang berisiko memicu kelemahan otot dan gangguan irama jantung.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Ketepeng Cina

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ketepeng Cina.

  1. Tinjauan Sistematis: Aktivitas Farmakologis Daun Ketepeng Cina (Senna alata) pada Penyakit Kulit dan Metabolit Sekundernya

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Ekstrak daun Senna alata menunjukkan aktivitas antijamur, antibakteri, antiinflamasi, dan penyembuhan luka. Senyawa emodin dan aloe-emodin berperan utama dalam efek farmakologisnya.
    Tampilkan
  2. Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Ketepeng Cina (Senna alata) dalam Mengurangi Gejala Pityriasis Versicolor: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Setelah 4 minggu, kelompok Senna alata mencapai kesembuhan klinis pada 81,25% pasien, sebanding dengan kelompok ketokonazol (84,38%). Tidak ditemukan efek samping serius selama periode pengobatan.
    Tampilkan
  3. Efek Antidiabetes Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Senna alata) terhadap Tikus Wistar yang Diinduksi Streptozotosin

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Senna alata dosis 300 mg/kg BB menurunkan glukosa darah puasa secara bermakna dibandingkan kontrol diabetes. Kadar kolesterol total dan trigliserida juga membaik setelah 28 hari perlakuan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Ketepeng Cina

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ketepeng Cina.

Apa kandungan fitokimia utama dari Ketepeng Cina (Senna alata) dan manfaat kesehatannya?
Ketepeng Cina mengandung senyawa antrakuinon seperti aloe-emodin, rhein, dan sennosida yang bersifat laksatif. Selain itu, terdapat flavonoid, tanin, dan steroid yang memiliki aktivitas antijamur, antibakteri, dan antiinflamasi (Bukit, 2019; Journal of Ethnopharmacology, 2020).
Bagaimana cara menggunakan Ketepeng Cina untuk mengatasi sembelit secara oral?
Daun segar Ketepeng Cina direbus dengan air, lalu air rebusan diminum. Dosis dewasa umumnya 1–2 gram daun kering atau 3–5 gram daun segar dalam segelas air, diminum maksimal sekali sehari. Efek laksatif muncul dalam 6–12 jam (Depkes RI, 2017; Fitoterapi Indonesia, 2018).
Apakah Ketepeng Cina aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman. Kandungan antrakuinon dapat merangsang kontraksi rahim, meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur. Pada ibu menyusui, senyawa aktif dapat masuk ke ASI dan menyebabkan diare pada bayi. Penggunaan selama kehamilan dan menyusui sangat tidak dianjurkan (WHO, 2010; American Herbal Products Association, 2016).
Bolehkah Ketepeng Cina digunakan pada bayi atau anak-anak?
Tidak disarankan. Sistem pencernaan bayi dan anak masih sensitif, dan antrakuinon dapat menyebabkan diare berat, dehidrasi, serta gangguan elektrolit. Penggunaan pada anak di bawah 12 tahun hanya boleh di bawah pengawasan dokter dan dalam dosis sangat rendah (BPOM RI, 2015; Pedoman Penggunaan Obat Herbal, 2019).
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Ketepeng Cina?
Efek samping umum meliputi kram perut, diare, mual, dan dehidrasi. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan laksatif, gangguan elektrolit, serta kerusakan sel hati. Reaksi alergi seperti ruam kulit jarang terjadi (Kementerian Kesehatan RI, 2020; Pharmacognosy Review, 2017).
Bagaimana penggunaan Ketepeng Cina sebagai obat luar untuk mengatasi infeksi jamur kulit?
Daun segar dihaluskan lalu dioleskan pada area kulit yang terinfeksi jamur (misalnya panu, kurap) sebanyak 2–3 kali sehari. Senyawa antrakuinon dan flavonoidnya bersifat antijamur terhadap Candida dan Dermatofit. Lakukan uji tempel terlebih dahulu untuk menghindari iritasi (Sukmawati, 2021; Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 2019).
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat menggunakan Ketepeng Cina?
Ya. Penggunaan bersamaan dengan diuretik dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan hipokalemia. Interaksi dengan obat jantung (digitalis) karena gangguan kalium juga perlu diwaspadai. Hindari penggunaan bersama laksatif lain. Selalu konsultasikan dengan apoteker atau dokter sebelum menggunakannya (Drugs.com, 2020; Herb-Drug Interaction Handbook, 2018).
Berapa dosis aman harian untuk konsumsi Ketepeng Cina dan berapa lama boleh digunakan?
Dosis oral dewasa umumnya 1–2 gram daun kering per hari, setara dengan 15–30 mg sennosida. Penggunaan tidak boleh lebih dari 7–10 hari berturut-turut tanpa pengawasan medis. Konsumsi jangka panjang dapat menyebabkan pencahar kronis dan kerusakan fungsi usus (European Medicines Agency, 2017; Monograf Obat Herbal Indonesia, 2020).

Tumpang Air

Peperomia pellucida

Jambu Mete

Anacardium occidentale

Cari: