Advertisement
Ketepeng Cina (Senna alata) merupakan tumbuhan perdu tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tumbuhan ini dikenal luas di berbagai daerah dengan nama lokal seperti daun kurap, ketepeng, atau gelenggang. Ciri khas morfologinya adalah batang tegak, daun majemuk menyirip genap dengan anak daun berbentuk lonjong, serta bunga berwarna kuning cerah yang tersusun dalam tandan. Buahnya berupa polong bersayap empat yang mengandung biji. Habitat aslinya adalah daerah tropis Amerika, namun kini telah menyebar luas ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sering ditemukan tumbuh liar di pinggir jalan atau lahan terbuka.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung dan cukup lembap. Gampang banget ditemuin di pinggir sungai, hutan sekunder, atau area terbuka di dataran rendah sampai ketinggian 1.400 mdpl. Karakteristik/ciri-ciri Ketepeng Cina (Senna alata):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Semak tegak yang bisa tumbuh setinggi 1-3 meter dengan cabang-cabang yang menyebar. |
| Batang | Batangnya berkayu, berbentuk silindris, dan punya permukaan yang agak kasar dengan warna kecokelatan. |
| Daun | Daunnya majemuk menyirip genap, bentuknya oval memanjang dengan ujung yang tumpul. Uniknya, daun ini bakal 'tidur' atau melipat kalau malam hari. |
| Bunga | Bunganya tipe majemuk tandan yang berdiri tegak, warnanya kuning cerah, dan bentuknya mirip lilin atau obor, makanya sering disebut 'candle bush'. |
| Buah | Buahnya berupa polong yang bentuknya pipih, punya sayap di bagian tepinya, dan kalau sudah tua warnanya jadi hitam kecokelatan. |
| Biji | Bijinya banyak, berbentuk segitiga pipih, dan berwarna hitam saat sudah matang di dalam polong. |
7 Manfaat Ketepeng Cina untuk kesehatan.
Senyawa antrakuinon (emodin, aloe-emodin) dan flavonoid (kaempferol, quercetin) mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat sintesis dinding sel, dan menginduksi stres oksidatif. Pada jamur dermatofita, senyawa ini menghambat enzim kitin sintase dan ergosterol biosynthesis.
Emodin dan aloe-emodin menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β), serta menekan aktivitas enzim COX-2 dan LOX. Flavonoid juga menghambat degranulasi sel mast.
Polifenol dan flavonoid (kaempferol, rutin, quercetin) mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx), dan mengkelat ion logam transisi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ketepeng Cina.
Interaksi & Kontraindikasi Ketepeng Cina dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Ketepeng Cina (Senna alata) dikenal luas dalam pengobatan tradisional sebagai agen antijamur dan pencahar karena kandungan senyawa aktif seperti antrakuinon dan flavonoid. Namun, penggunaan tanaman ini, terutama dalam bentuk ekstrak atau teh herbal, sering kali memicu efek samping pada saluran pencernaan. Keluhan gastrointestinal yang paling umum dilaporkan meliputi kram perut, mual, muntah, dan diare osmotik akibat efek stimulan dari senosida pada mukosa usus besar. Penggunaan jangka panjang atau berlebihan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh, khususnya penurunan kadar kalium (hipokalemia), yang berisiko memicu kelemahan otot dan gangguan irama jantung.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ketepeng Cina.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ketepeng Cina.