Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis: Aktivitas Farmakologis Daun Ketepeng Cina (Senna alata) pada Penyakit Kulit dan Metabolit Sekundernya

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Lima database (PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, Google Scholar); 42 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku karena merupakan studi tinjauan sistematis.
    Temuan:
    Ekstrak daun Senna alata menunjukkan aktivitas antijamur, antibakteri, antiinflamasi, dan penyembuhan luka. Senyawa emodin dan aloe-emodin berperan utama dalam efek farmakologisnya.
  2. Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Ketepeng Cina (Senna alata) dalam Mengurangi Gejala Pityriasis Versicolor: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    64 pasien pityriasis versicolor berusia 18–55 tahun; dibagi menjadi dua kelompok: 32 pasien kelompok ekstrak Senna alata 10% dan 32 pasien kelompok ketokonazol 2%
    Dosis/Durasi:
    Krim ekstrak etanol daun Senna alata 10% dioleskan dua kali sehari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Setelah 4 minggu, kelompok Senna alata mencapai kesembuhan klinis pada 81,25% pasien, sebanding dengan kelompok ketokonazol (84,38%). Tidak ditemukan efek samping serius selama periode pengobatan.
  3. Efek Antidiabetes Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Senna alata) terhadap Tikus Wistar yang Diinduksi Streptozotosin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan diabetes yang diinduksi streptozotosin; dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% diberikan secara oral dengan dosis 150 dan 300 mg/kg BB/hari selama 28 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Senna alata dosis 300 mg/kg BB menurunkan glukosa darah puasa secara bermakna dibandingkan kontrol diabetes. Kadar kolesterol total dan trigliserida juga membaik setelah 28 hari perlakuan.
  4. Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Senna alata) terhadap Candida albicans Resisten Azol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Isolat klinis Candida albicans resisten flukonazol yang berasal dari 20 pasien; menggunakan uji mikrodilusi untuk menentukan kadar hambat dan bunuh minimum
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diuji pada konsentrasi 39–1250 µg/mL dan diinkubasi selama 24–48 jam.
    Temuan:
    Ekstrak etanol Senna alata menunjukkan efek fungistatik dan fungisidal dengan kadar hambat minimum 156–625 µg/mL. Aktivitas antijamur diperkuat oleh kandungan emodin dan kaempferol.
  5. Efek Penyembuhan Luka Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Senna alata) dalam Sediaan Salep pada Tikus Diabetes

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    36 tikus Wistar dengan luka eksisi dan diabetes; dibagi menjadi 4 kelompok: basis salep, povidone-iodine 10%, salep Senna alata 5%, dan salep Senna alata 10%
    Dosis/Durasi:
    Salep 5% dan 10% dioleskan sekali sehari hingga luka menutup sekitar hari ke-21.
    Temuan:
    Salep Senna alata 10% mempercepat penutupan luka dan meningkatkan kandungan kolagen secara signifikan dibandingkan kontrol. Ekspresi TGF-β dan VEGF juga meningkat, sehingga mendukung angiogenesis.
  6. Sintesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Senna alata) serta Aktivitas Antibakterinya terhadap Bakteri Multiresisten

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental Sintesis dan In Vitro
    Sampel:
    Ekstrak air daun Senna alata 10% digunakan sebagai agen pereduksi; uji antibakteri dilakukan terhadap Staphylococcus aureus MRSA dan Escherichia coli ESBL
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi nanopartikel perak 5–40 µg/mL diinkubasi selama 18–24 jam untuk uji zona hambat.
    Temuan:
    Nanopartikel perak hasil sintesis dengan Senna alata menghasilkan zona hambat 14–20 mm terhadap bakteri multiresisten. Aktivitas antibakterinya lebih kuat dibandingkan ekstrak mentah.
  7. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Air Daun Ketepeng Cina (Senna alata) melalui Penghambatan Jalur NF-κB pada Makrofag RAW 264.7

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel makrofag RAW 264.7 yang distimulasi LPS; perlakuan ekstrak air Senna alata dengan konsentrasi 1, 10, 25, dan 50 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    Sel diperlakukan dengan ekstrak 1–50 µg/mL selama 24 jam setelah induksi LPS.
    Temuan:
    Ekstrak air Senna alata menurunkan produksi nitrit serta sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-6 secara dependen terhadap dosis. Efek ini berkaitan dengan penghambatan aktivasi faktor transkripsi NF-κB.

Advertisement


Cari: