Minuman hangat khas Nusantara yang menggabungkan daun sirih, serai, jahe, dan kunyit; resep ini disusun dari tradisi jamu dan diadaptasi dengan prinsip keamanan modern. Rasanya pedas segar dan sedikit getir, cocok untuk menemani pagi yang dingin.
| 3 lembar Daun sirih hijau, cuci bersih, buang tangkai |
| 2 ruas Jahe (sekitar 15 g), memarkan |
| 1 batang Serai (sekitar 20 g), ambil bagian putih, memarkan |
| 1 ruas Kunyit (sekitar 10 g), cuci dan memarkan |
| 1 sdt Madu murni (opsional) |
| 1 sdm Air jeruk nipis |
| 500 ml Air matang |
Kombinasi polifenol dan minyak atsiri Piper betle membantu menenangkan sistem pencernaan dan memberikan efek antioksidan. Studi etnofarmakologi juga mencatat aktivitas antimikroba daun sirih yang mendukung kesehatan mulut dan tenggorokan.
Advertisement
Minum 1 gelas (sekitar 250 ml) sehari; maksimal 2 gelas/hari dari resep ini (setara 3 lembar daun sirih/hari). Konsumsi maksimal 5 hari berturut-turut, lalu istirahat.
Berpotensi meningkatkan efek antikoagulan seperti warfarin dan aspirin, obat diabetes, serta obat hipertensi. Jangan digabung dengan tembakau, pinang, atau suplemen ekstrak sirih karena dapat meningkatkan risiko iritasi dan efek karsinogenik jangka panjang.
Ibu hamil, ibu menyusui, anak di bawah 12 tahun, penderita tukak lambung aktif, serta gangguan hati/ginjal kronis disarankan menghindari jamu ini. Hentikan bila muncul mual, nyeri ulu hati, pusing, atau reaksi alergi.
Resep Herbal: #0500