Sassafras

Sassafras albidum
Nama: Sassafras
Nama Latin/Ilmiah: Sassafras albidum
Famili: Lauraceae

Kandungan:
Safrole
Nama Lain:
Sassafras (Amerika Serikat), Ague tree (Amerika Serikat), Sassafrasbaum (Jerman), Sasafrás (Spanyol), Sassafrasso (Italia)
Asal:
Amerika Serikat bagian timur, Kanada bagian tenggara
Bagian Utama:
Kulit Akar, Daun
Rasa:
Root beer

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sassafras

Sassafras (*Sassafras albidum*) merupakan pohon peluruh (deciduous) yang termasuk dalam famili Lauraceae, berasal dari kawasan timur Amerika Utara. Tumbuhan ini secara alami tumbuh di hutan-hutan dataran rendah, lereng bukit, serta tepi jalan yang memiliki tanah lembap tetapi berdrainase baik. Nama "sassafras" sendiri berasal dari kata Spanyol kuno "saxifraga" yang merujuk pada khasiatnya terhadap batu ginjal, sementara julukan spesies *albidum* mengacu pada warna keputihan pada bagian bawah daunnya. Di habitat aslinya, pohon ini mampu mencapai tinggi hingga 20 meter dan kerap menjadi pionir ekosistem yang terganggu karena kemampuannya bertunas dari akar, sehingga sering membentuk koloni kecil.

Advertisement

Secara morfologis, *Sassafras albidum* mudah dikenali melalui daunnya yang dimorfik: ada yang berbentuk bulat telur utuh, ada pula yang berlobus dua atau tiga seperti sarung tangan atau jari. Ketika diremas, daun, kulit batang, dan akar mengeluarkan aroma khas yang manis menyerupai adas manis, berasal dari senyawa safrol. Di musim semi, pohon ini menghasilkan bunga kuning kehijauan yang tersusun dalam malai; pohonnya berumah dua (dioecious), artinya bunga jantan dan betina berada pada individu berbeda. Buahnya berupa buah batu (drupe) berbentuk bulat telur berwarna biru tua mengilap yang berdiri di atas tangkai merah cerah, menjadi sumber makanan penting bagi burung seperti kalkun liar dan mockingbird.

Dalam sejarah pemanfaatannya, akar kulit sassafras pernah menjadi bahan utama minuman bir akar (root beer) hingga teh sassafras yang populer di Eropa setelah Columbus. Selain itu, daunnya yang dikeringkan dan digiling menjadi bubuk dikenal sebagai filé powder, bumbu khas masakan gumbo Louisiana. Namun, penelitian modern mengungkap bahwa safrol yang terkandung di dalamnya bersifat hepatotoksik dan karsinogenik pada hewan uji, sehingga FDA Amerika Serikat telah melarang penggunaannya sebagai bahan tambahan makanan komersial. Meski demikian, *Sassafras albidum* tetap berperan penting secara ekologis sebagai tanaman inang bagi ulat kupu-kupu swallowtail (misalnya *Papilio troilus*), serta kulit kayunya yang beraroma masih digunakan dalam pengobatan tradisional oleh sebagian masyarakat adat dan sebagai bahan wewangian alami.

Update: 31 Jul 2026 - 09:36:12

 

II. Manfaat Sassafras

Manfaat Sassafras untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi (penggunaan topikal tradisional)

    Minyak atsiri kaya safrol, α-pinena, dan eugenol memberikan efek rubefasien/kontrairitan topikal; eugenol juga diketahui menghambat COX-2 secara in vitro, namun jalur ini belum dikonfirmasi pada manusia dengan sediaan S. albidum.

    Senyawa Aktif: safrol, α-Pinena, Eugenol
    Tampilkan
  2. Gangguan pencernaan (kembung, kolik)

    Tanin dan komponen volatil diduga mengurangi spasme otot polos usus dan merangsang pengeluaran gas; jalur molekuler seperti antagonisme reseptor muskarinik belum diteliti secara spesifik.

    Senyawa Aktif: tanin, safrol, Eugenol
    Tampilkan
  3. Diaforetik pada kondisi demam

    Senyawa terpenoid dengan efek iritan ringan diduga meningkatkan aliran darah perifer dan produksi keringat; mekanisme sentral/neuroendokrin belum diidentifikasi.

    Senyawa Aktif: safrol, α-Pinena, limonena
    Tampilkan
  4. Antimikroba/antibakteri (eksperimental)

    Safrol dan terpena lipofilik berinteraksi dengan membran lipid bakteri, meningkatkan permeabilitas membran, mengganggu gradien proton, dan menurunkan produksi ATP.

    Senyawa Aktif: safrol, α-Pinena, Eugenol
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Sassafras

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sassafras.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Kulit akar dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Dan Insektisida Pada Studi In Vitro; Fokus Penelitian Utama Justru Pada Toksisitas Dan Karsinogenesisnya..
    Tampilkan
  2. Golongan: Monoterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun, kulit akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antibakteri, Dan Bronkodilator Pada Model In Vitro/hewan..
    Tampilkan
  3. Golongan: Monoterpenoid alkohol
    Bagian Tanaman: Daun, kulit akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Ansiolitik, Sedatif, Antiinflamasi, Dan Analgesik Pada Model Hewan/in Vitro..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

Sarsaparilla

Smilax officinalis

Lungwort

Pulmonaria officinalis