Sassafras

Ague Tree | Sassafras albidum
Nama
Sassafras (Ague Tree)
Nama Latin/Ilmiah
Sassafras albidum
Bagian Digunakan
Kulit Akar, Daun
Rasa
Root beer
Nama Lain
Sassafrasbaum (Jerman), Sasafrás (Spanyol), Sassafrasso (Italia)
Asal
Amerika Serikat bagian timur, Kanada bagian tenggara
Kandungan Utama
Safrole

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sassafras

Sassafras (*Sassafras albidum*) merupakan pohon peluruh (deciduous) yang termasuk dalam famili Lauraceae, berasal dari kawasan timur Amerika Utara. Tumbuhan ini secara alami tumbuh di hutan-hutan dataran rendah, lereng bukit, serta tepi jalan yang memiliki tanah lembap tetapi berdrainase baik. Nama "sassafras" sendiri berasal dari kata Spanyol kuno "saxifraga" yang merujuk pada khasiatnya terhadap batu ginjal, sementara julukan spesies *albidum* mengacu pada warna keputihan pada bagian bawah daunnya. Di habitat aslinya, pohon ini mampu mencapai tinggi hingga 20 meter dan kerap menjadi pionir ekosistem yang terganggu karena kemampuannya bertunas dari akar, sehingga sering membentuk koloni kecil.

Baca Lebih Lanjut
Update: 05 Sep 2026 - 12:40:42
 

II. Ciri-ciri Sassafras

Tanaman ini asli dari Amerika Utara. Suka banget tumbuh di area hutan yang tanahnya subur, lembap, tapi tetap punya drainase yang baik. Mereka biasanya hidup berkelompok dan sering ditemukan di pinggiran hutan atau lahan yang sudah lama tidak terjamah. Karakteristik/ciri-ciri Sassafras (Sassafras albidum):

Bagian Ciri-Ciri
Tinggi Pohon Bisa tumbuh cukup tinggi, rata-rata sekitar 9 sampai 18 meter, meski di kondisi tertentu bisa lebih besar.
Batang Kulit batangnya punya pola retakan yang dalam dan tekstur yang agak kasar, warnanya cokelat kemerahan gelap.
Daun Ini bagian paling uniknya! Sassafras punya tiga bentuk daun berbeda di satu pohon: bentuk oval utuh, bentuk seperti sarung tangan (dua lobus), dan bentuk mirip cakar ayam (tiga lobus). Semua daunnya punya aroma khas seperti jeruk atau rempah kalau diremas.
Bunga Muncul di musim semi sebelum daun tumbuh. Bunganya kecil-kecil berwarna kuning kehijauan dan bergerombol.
Buah Buahnya berbentuk bulat kecil (drupa) yang warnanya berubah dari hijau jadi biru gelap atau hitam saat matang, disukai burung-burung kecil.
Akar Punya sistem perakaran yang kuat dan sering memunculkan tunas baru di sekitar pohon induk, jadi sering terlihat tumbuh berumpun.

III. Manfaat Sassafras

6 Manfaat Sassafras untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi (penggunaan topikal tradisional)

    Minyak atsiri kaya safrol, α-pinena, dan eugenol memberikan efek rubefasien/kontrairitan topikal; eugenol juga diketahui menghambat COX-2 secara in vitro, namun jalur ini belum dikonfirmasi pada manusia dengan sediaan S. albidum.

    Senyawa Aktif: safrol, α-Pinena, Eugenol
    Tampilkan
  2. Gangguan pencernaan (kembung, kolik)

    Tanin dan komponen volatil diduga mengurangi spasme otot polos usus dan merangsang pengeluaran gas; jalur molekuler seperti antagonisme reseptor muskarinik belum diteliti secara spesifik.

    Senyawa Aktif: tanin, safrol, Eugenol
    Tampilkan
  3. Diaforetik pada kondisi demam

    Senyawa terpenoid dengan efek iritan ringan diduga meningkatkan aliran darah perifer dan produksi keringat; mekanisme sentral/neuroendokrin belum diidentifikasi.

    Senyawa Aktif: safrol, α-Pinena, limonena
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Sassafras

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sassafras.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Kulit akar dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba Dan Insektisida Pada Studi In Vitro; Fokus Penelitian Utama Justru Pada Toksisitas Dan Karsinogenesisnya..
    Tampilkan
  2. Golongan: Monoterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun, kulit akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antibakteri, Dan Bronkodilator Pada Model In Vitro/hewan..
    Tampilkan
  3. Golongan: Monoterpenoid alkohol
    Bagian Tanaman: Daun, kulit akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Ansiolitik, Sedatif, Antiinflamasi, Dan Analgesik Pada Model Hewan/in Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sassafras

Interaksi & Kontraindikasi Sassafras dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan obat yang dimetabolisme oleh enzim CYP450 (misalnya warfarin, fenitoin, diazepam)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Safrole dalam sassafras berpotensi mengganggu kerja enzim CYP450 sehingga dapat mengubah kadar obat dalam darah. Sebaiknya hindari kombinasi ini dan konsultasikan dengan dokter atau apoteker. (Referensi: FDA 21 CFR 189.180; IARC Monographs 1976)

  2. Alergi terhadap tumbuhan famili Lauraceae (misalnya kayu manis, kapur barus, avokad)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Sassafras termasuk famili Lauraceae sehingga dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif terhadap tumbuhan sejenis. Hentikan penggunaan bila muncul ruam, gatal, atau gejala alergi lainnya. (Referensi: AMA Handbook of Poisonous and Injurious Plants, 1983)

  3. Konsumsi alkohol

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Alkohol dan safrole dari sassafras sama-sama meningkatkan beban metabolisme hati. Kombinasi keduanya dapat memperbesar risiko hepatotoksisitas dan karsinogenesis. Hindari penggunaan sassafras pada individu yang mengonsumsi alkohol. (Referensi: IARC Monographs 1976)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Sassafras

Sassafras (Sassafras albidum) adalah tanaman yang bagian akar dan kulit batangnya secara historis digunakan untuk membuat teh, minyak, dan sebagai perasa, terutama dalam pembuatan root beer tradisional. Namun, penggunaan sassafras kini sangat dibatasi karena kandungan utamanya, yaitu safrole, yang telah terbukti bersifat karsinogenik dan hepatotoksik pada hewan laboratorium. Paparan safrole dalam jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius, termasuk pembesaran hati (hepatomegali), sirosis, dan pembentukan tumor atau kanker hati. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah melarang penggunaan komersial sassafras dan minyaknya sebagai bahan tambahan makanan atau obat sejak awal tahun 1960-an.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Sassafras

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Sassafras.

  1. Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Fenolik Ekstrak Daun Sassafras albidum dari Beberapa Pelarut Berbeda

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun Sassafras albidum menunjukkan aktivitas antioksidan paling kuat dan berkorelasi positif dengan kandungan fenolik total. Hal ini mengindikasikan potensi daun tanaman ini sebagai sumber antioksidan alami.
    Tampilkan
  2. Profil Fitokimia dan Toksisitas Akut Ekstrak Kulit Batang Sassafras albidum pada Mencit Swiss Webster

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Ekstrak kulit batang mengandung alkaloid dan flavonoid, tetapi uji toksisitas akut menunjukkan LD50 sebesar 2150 mg/kgBB sehingga tergolong toksik sedang. Penggunaan ekstrak sebagai herbal perlu memperhatikan batas aman dosis.
    Tampilkan
  3. Efek Ekstrak Daun Sassafras albidum terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit yang Diinduksi Diet Tinggi Gula

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak dosis 300 mg/kgBB selama 21 hari menurunkan kadar glukosa darah puasa secara signifikan dibandingkan kontrol. Temuan ini menunjukkan efek antihiperglikemik potensial daun sassafras yang perlu diteliti lebih lanjut.
    Tampilkan

VIII. FAQ Sassafras

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sassafras.

Apa kandungan fitokimia utama Sassafras albidum dan mengapa penting untuk kesehatan?
Kulit akar Sassafras albidum menghasilkan minyak atsiri dengan komponen utama safrole, sekitar 80% dari total minyak. Safrole adalah fenilpropanoid yang bersifat hepatotoksik dan karsinogenik pada hewan coba. International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikannya sebagai kemungkinan karsinogenik bagi manusia (Grup 2B). Referensi: IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risk of Chemicals to Man, Vol. 10: Safrole, Isosafrole and Dihydrosafrole, Lyon, 1976.
Apakah sassafras aman digunakan sebagai teh herbal setiap hari?
Tidak. Minyak dan teh sassafras mengandung safrole, yang oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA) dilarang sebagai bahan tambahan makanan karena dapat menyebabkan kerusakan hati dan tumor pada hewan coba. Penggunaan harian, bahkan dalam jumlah kecil, tidak direkomendasikan. Referensi: FDA 21 CFR 189.180 — Safrole.
Apakah sassafras efektif untuk mengobati penyakit?
Secara tradisional sassafras digunakan untuk rematik, sifilis, demam, bronkitis, dan penyakit kulit. Namun, belum ada uji klinis terkontrol yang membuktikan manfaat tersebut, dan kandungan safrole menjadikannya tidak aman untuk pengobatan sendiri. Referensi: Newall, C.A., Anderson, L.A., Phillipson, J.D., Herbal Medicines: A Guide for Health-care Professionals, London: Pharmaceutical Press, 1996.
Bolehkah ibu hamil mengonsumsi sassafras?
Tidak boleh. Safrole bersifat toksik dan dapat melintasi plasenta. Sassafras juga tercatat sebagai emmenagog yang merangsang menstruasi sehingga meningkatkan risiko keguguran. Ibu hamil harus menghindari semua bentuk sassafras, termasuk teh dan minyaknya. Referensi: Ernst, E., Herbal medicinal products during pregnancy: are they safe? BJOG, 109(3): 227–235, 2002.
Apakah sassafras aman untuk bayi dan anak-anak?
Sangat tidak aman. Terdapat laporan kasus keracunan minyak sassafras pada anak-anak yang menyebabkan muntah hebat, halusinasi, kerusakan hati, hingga kematian. Sassafras tidak boleh diberikan dalam bentuk apa pun kepada bayi atau anak. Referensi: Arena, J.M., Poisoning: Toxicology – Symptoms – Treatments, 4th ed., Springfield, IL: Charles C Thomas, 1979.
Apa efek samping overdosis atau keracunan sassafras?
Gejala akut meliputi mual, muntah, pusing, halusinasi, takikardia, depresi pernapasan, kejang, dan kolaps kardiovaskular. Safrole juga dapat menyebabkan hepatitis dan nekrosis hati. Keracunan berat harus segera mendapat pertolongan medis darurat. Referensi: Barceloux, D.G., Medical Toxicology of Natural Substances: Foods, Fungi, Medicinal Herbs, Plants, and Venomous Animals, Hoboken, NJ: John Wiley & Sons, 2008.
Apakah produk sassafras yang berlabel 'bebas safrole' aman dikonsumsi?
Belum terbukti aman. Komisi E Jerman tidak menyetujui sassafras untuk indikasi medis apa pun, dan produk yang menghilangkan safrole masih kekurangan data toksikologi dan efektivitas. Pengobatan sendiri dengan produk tersebut sebaiknya dihindari. Referensi: Blumenthal, M., The Complete German Commission E Monographs: Therapeutic Guide to Herbal Medicines, Austin: American Botanical Council, 1998.
Apakah sassafras aman untuk ibu menyusui?
Tidak. Belum ada data keamanan yang memadai, dan safrole berpotensi masuk ke dalam ASI serta membahayakan bayi. Sassafras dikontraindikasikan selama menyusui. Referensi: Sassafras. In: Natural Medicines Comprehensive Database, 2015.
Bagaimana status regulasi safrole dan minyak sassafras?
Selain dilarang oleh FDA sebagai bahan makanan, safrole ditetapkan sebagai bahan kimia Daftar I oleh Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat karena dapat digunakan sebagai prekursor pembuatan MDMA/ekstasi. Karena itu produk dengan kandungan safrole tinggi tidak bebas dijual di banyak negara. Referensi: U.S. Drug Enforcement Administration, 21 CFR 1310.02 — List I chemicals.

Sarsaparilla

Smilax officinalis

Lungwort

Pulmonaria officinalis

Cari: