Advertisement
Sassafras (*Sassafras albidum*) merupakan pohon peluruh (deciduous) yang termasuk dalam famili Lauraceae, berasal dari kawasan timur Amerika Utara. Tumbuhan ini secara alami tumbuh di hutan-hutan dataran rendah, lereng bukit, serta tepi jalan yang memiliki tanah lembap tetapi berdrainase baik. Nama "sassafras" sendiri berasal dari kata Spanyol kuno "saxifraga" yang merujuk pada khasiatnya terhadap batu ginjal, sementara julukan spesies *albidum* mengacu pada warna keputihan pada bagian bawah daunnya. Di habitat aslinya, pohon ini mampu mencapai tinggi hingga 20 meter dan kerap menjadi pionir ekosistem yang terganggu karena kemampuannya bertunas dari akar, sehingga sering membentuk koloni kecil.
Advertisement
Secara morfologis, *Sassafras albidum* mudah dikenali melalui daunnya yang dimorfik: ada yang berbentuk bulat telur utuh, ada pula yang berlobus dua atau tiga seperti sarung tangan atau jari. Ketika diremas, daun, kulit batang, dan akar mengeluarkan aroma khas yang manis menyerupai adas manis, berasal dari senyawa safrol. Di musim semi, pohon ini menghasilkan bunga kuning kehijauan yang tersusun dalam malai; pohonnya berumah dua (dioecious), artinya bunga jantan dan betina berada pada individu berbeda. Buahnya berupa buah batu (drupe) berbentuk bulat telur berwarna biru tua mengilap yang berdiri di atas tangkai merah cerah, menjadi sumber makanan penting bagi burung seperti kalkun liar dan mockingbird.
Dalam sejarah pemanfaatannya, akar kulit sassafras pernah menjadi bahan utama minuman bir akar (root beer) hingga teh sassafras yang populer di Eropa setelah Columbus. Selain itu, daunnya yang dikeringkan dan digiling menjadi bubuk dikenal sebagai filé powder, bumbu khas masakan gumbo Louisiana. Namun, penelitian modern mengungkap bahwa safrol yang terkandung di dalamnya bersifat hepatotoksik dan karsinogenik pada hewan uji, sehingga FDA Amerika Serikat telah melarang penggunaannya sebagai bahan tambahan makanan komersial. Meski demikian, *Sassafras albidum* tetap berperan penting secara ekologis sebagai tanaman inang bagi ulat kupu-kupu swallowtail (misalnya *Papilio troilus*), serta kulit kayunya yang beraroma masih digunakan dalam pengobatan tradisional oleh sebagian masyarakat adat dan sebagai bahan wewangian alami.
Manfaat Sassafras untuk kesehatan.
Minyak atsiri kaya safrol, α-pinena, dan eugenol memberikan efek rubefasien/kontrairitan topikal; eugenol juga diketahui menghambat COX-2 secara in vitro, namun jalur ini belum dikonfirmasi pada manusia dengan sediaan S. albidum.
Tanin dan komponen volatil diduga mengurangi spasme otot polos usus dan merangsang pengeluaran gas; jalur molekuler seperti antagonisme reseptor muskarinik belum diteliti secara spesifik.
Senyawa terpenoid dengan efek iritan ringan diduga meningkatkan aliran darah perifer dan produksi keringat; mekanisme sentral/neuroendokrin belum diidentifikasi.
Safrol dan terpena lipofilik berinteraksi dengan membran lipid bakteri, meningkatkan permeabilitas membran, mengganggu gradien proton, dan menurunkan produksi ATP.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sassafras.