Advertisement
Sassafras (*Sassafras albidum*) merupakan pohon peluruh (deciduous) yang termasuk dalam famili Lauraceae, berasal dari kawasan timur Amerika Utara. Tumbuhan ini secara alami tumbuh di hutan-hutan dataran rendah, lereng bukit, serta tepi jalan yang memiliki tanah lembap tetapi berdrainase baik. Nama "sassafras" sendiri berasal dari kata Spanyol kuno "saxifraga" yang merujuk pada khasiatnya terhadap batu ginjal, sementara julukan spesies *albidum* mengacu pada warna keputihan pada bagian bawah daunnya. Di habitat aslinya, pohon ini mampu mencapai tinggi hingga 20 meter dan kerap menjadi pionir ekosistem yang terganggu karena kemampuannya bertunas dari akar, sehingga sering membentuk koloni kecil.
Tanaman ini asli dari Amerika Utara. Suka banget tumbuh di area hutan yang tanahnya subur, lembap, tapi tetap punya drainase yang baik. Mereka biasanya hidup berkelompok dan sering ditemukan di pinggiran hutan atau lahan yang sudah lama tidak terjamah. Karakteristik/ciri-ciri Sassafras (Sassafras albidum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tinggi Pohon | Bisa tumbuh cukup tinggi, rata-rata sekitar 9 sampai 18 meter, meski di kondisi tertentu bisa lebih besar. |
| Batang | Kulit batangnya punya pola retakan yang dalam dan tekstur yang agak kasar, warnanya cokelat kemerahan gelap. |
| Daun | Ini bagian paling uniknya! Sassafras punya tiga bentuk daun berbeda di satu pohon: bentuk oval utuh, bentuk seperti sarung tangan (dua lobus), dan bentuk mirip cakar ayam (tiga lobus). Semua daunnya punya aroma khas seperti jeruk atau rempah kalau diremas. |
| Bunga | Muncul di musim semi sebelum daun tumbuh. Bunganya kecil-kecil berwarna kuning kehijauan dan bergerombol. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat kecil (drupa) yang warnanya berubah dari hijau jadi biru gelap atau hitam saat matang, disukai burung-burung kecil. |
| Akar | Punya sistem perakaran yang kuat dan sering memunculkan tunas baru di sekitar pohon induk, jadi sering terlihat tumbuh berumpun. |
6 Manfaat Sassafras untuk kesehatan.
Minyak atsiri kaya safrol, α-pinena, dan eugenol memberikan efek rubefasien/kontrairitan topikal; eugenol juga diketahui menghambat COX-2 secara in vitro, namun jalur ini belum dikonfirmasi pada manusia dengan sediaan S. albidum.
Tanin dan komponen volatil diduga mengurangi spasme otot polos usus dan merangsang pengeluaran gas; jalur molekuler seperti antagonisme reseptor muskarinik belum diteliti secara spesifik.
Senyawa terpenoid dengan efek iritan ringan diduga meningkatkan aliran darah perifer dan produksi keringat; mekanisme sentral/neuroendokrin belum diidentifikasi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sassafras.
Interaksi & Kontraindikasi Sassafras dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Sassafras (Sassafras albidum) adalah tanaman yang bagian akar dan kulit batangnya secara historis digunakan untuk membuat teh, minyak, dan sebagai perasa, terutama dalam pembuatan root beer tradisional. Namun, penggunaan sassafras kini sangat dibatasi karena kandungan utamanya, yaitu safrole, yang telah terbukti bersifat karsinogenik dan hepatotoksik pada hewan laboratorium. Paparan safrole dalam jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius, termasuk pembesaran hati (hepatomegali), sirosis, dan pembentukan tumor atau kanker hati. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah melarang penggunaan komersial sassafras dan minyaknya sebagai bahan tambahan makanan atau obat sejak awal tahun 1960-an.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Sassafras.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sassafras.