Lungwort

Mary's Tears | Pulmonaria officinalis
Nama
Lungwort (Mary's Tears)
Nama Latin/Ilmiah
Pulmonaria officinalis
Bagian Digunakan
Daun, Bunga
Rasa
Berlendir, sedikit pahit
Nama Lain
Lungenkraut (Jerman), Pulmonaire (Prancis), Longkruid (Belanda), Miodunka plamista (Polandia), Polmonaria (Italia)
Asal
Eropa, Kaukasus
Kandungan Utama
Allantoin, lendir, saponin, flavonoid, tanin, asam silikat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Lungwort

Lungwort atau Pulmonaria officinalis merupakan tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Boraginaceae, berasal dari kawasan hutan lembap di Eropa. Tumbuhan ini mudah dikenali dari daunnya yang berbentuk lanset dengan bercak-bercak putih keperakan menyerupai jaringan paru-paru yang sakit. Bunganya muncul pada awal musim semi dengan warna yang berubah dari merah muda menjadi ungu atau biru seiring bertambahnya usia, sebuah fenomena yang dipengaruhi oleh perubahan pH dalam sel mahkota bunga. Lungwort tumbuh optimal di tanah yang lembap, kaya humus, dan teduh, menjadikannya umum ditemukan di bawah kanopi pohon atau semak belukar.

Baca Lebih Lanjut
Update: 05 Sep 2026 - 18:40:58
 

II. Ciri-ciri Lungwort

Tanaman ini suka banget sama tempat yang teduh dan lembap, biasanya ditemuin di lantai hutan Eropa yang tanahnya kaya nutrisi. Dia tipe tanaman yang tahan banting kalau kena cuaca dingin. Karakteristik/ciri-ciri Lungwort (Pulmonaria officinalis):

Bagian Ciri-Ciri
Daun Bentuknya mirip tombak atau lonjong dengan bercak-bercak putih yang khas. Tekstur permukaannya agak kasar atau berbulu halus.
Bunga Bunganya berbentuk corong kecil. Uniknya, warna bunganya bisa berubah dari merah muda ke ungu atau biru seiring bertambahnya usia.
Batang Tumbuh tegak dengan bulu-bulu halus yang menyelimuti seluruh permukaannya.
Akar Memiliki sistem akar rimpang (rhizoma) yang bikin dia bisa menyebar pelan-pelan di tanah.
Tinggi Tanaman Relatif pendek, biasanya cuma tumbuh sekitar 15 sampai 30 sentimeter saja.

III. Manfaat Lungwort

6 Manfaat Lungwort untuk kesehatan.

  1. Batuk kering dan iritasi saluran pernapasan bagian atas

    Mukilago membentuk lapisan pelindung pada mukosa orofaring sehingga mengurangi stimulus refleks batuk; saponin merangsang sekresi cairan saluran napas yang membantu melegakan tenggorokan; asam rosmarinat memberikan efek anti-inflamasi lokal.

    Senyawa Aktif: Mukilago (polisakarida), Saponin, Asam Rosmarinat
    Tampilkan
  2. Bronkitis ringan dan ekspektoran pada batuk berdahak

    Saponin dapat meningkatkan sekresi mukus bronkus melalui mekanisme iritasi refleks lambung; flavonoid dan asam fenolik membantu mengurangi inflamasi saluran napas; allantoin mendukung perbaikan epitel mukosa.

    Senyawa Aktif: Saponin, Allantoin, Asam Kafeat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada iritasi mukosa dan nyeri tenggorokan

    Asam rosmarinat dan kuersetin menghambat enzim COX-2 dan 5-LOX sehingga menurunkan sintesis prostaglandin dan leukotrien; kuersetin juga menekan aktivasi NF-κB dan produksi sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Lungwort

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Lungwort.

  1. Golongan: Fenilpropanoid (asam kafeat ester)
    Bagian Tanaman: Daun (Pulmonariae folium)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Dan Antiinflamasi; Menghambat Elastase Neutrofil Serta Produksi Mediator Inflamasi, Sehingga Berkontribusi Pada Efek Antiiritasi Saluran Napas..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun dan herba
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Menstabilkan Membran Sel Mast Dan Menghambat Pelepasan Histamin; Antiinflamasi..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun dan herba
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi Melalui Penghambatan NF-κB; Antimikroba Ringan..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Lungwort

Interaksi & Kontraindikasi Lungwort dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi bersamaan dengan suplemen zat besi atau mineral (seng, kalsium)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tanin pada lungwort dapat mengikat mineral sehingga menurunkan penyerapan. Beri jarak minimal 2 jam antara konsumsi lungwort dan suplemen mineral.

  2. Riwayat alergi terhadap tanaman famili Boraginaceae (misalnya borage, komprei)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Herbal ini dapat memicu reaksi hipersensitivitas. Hindari penggunaannya; bila muncul ruam, gatal, atau angioedema, segera hentikan dan cari bantuan medis.

  3. Penggunaan oral jangka panjang atau tanpa pengawasan lebih dari 2 minggu

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Meskipun secara tradisional digunakan untuk batuk, keamanan jangka panjang belum cukup teruji. Batasi penggunaannya hanya untuk terapi jangka pendek dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Lungwort

Lungwort (Pulmonaria officinalis) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk mengatasi masalah pernapasan seperti batuk, bronkitis, dan asma. Meskipun memiliki sejarah penggunaan yang panjang dalam pengobatan rakyat, konsumsi tanaman ini tidak sepenuhnya bebas dari risiko efek samping. Efek samping yang paling sering dikaitkan dengan penggunaan Lungwort berkaitan dengan adanya kandungan senyawa pyrrolizidine alkaloids (PAs) di dalam beberapa spesies tanaman dari famili Boraginaceae. Senyawa alkaloid ini dikenal berpotensi bersifat hepatotoksik, yang berarti dapat menyebabkan kerusakan atau stres pada hati jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau dalam jangka waktu yang lama.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Lungwort

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Lungwort.

Apa saja kandungan fitokimia utama dari Lungwort (Pulmonaria officinalis) dan manfaatnya?
Lungwort mengandung musilago, allantoin, saponin, tanin, flavonoid seperti kuersetin dan kamferol, asam fenolik seperti asam rosmarinat dan asam kafeat, serta mineral silika dan kalium. Musilago bersifat emolien, saponin bersifat ekspektoran, sedangkan flavonoid dan asam fenolik memberikan aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi. Referensi: Bisset, N.G. & Wichtl, M. (2004). Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals. MedPharm.
Bagaimana cara mengonsumsi Lungwort sehari-hari dan berapa dosis yang aman?
Cara yang umum adalah menyeduh 1,5-2 gram herba kering dalam 150 ml air mendidih lalu disaring setelah 10-15 menit. Minuman ini dapat dikonsumsi 3-4 kali sehari. Penggunaan jangka pendek sekitar 1-2 minggu lebih disarankan karena data keamanan jangka panjang masih terbatas. Referensi: European Medicines Agency (EMA) Community Herbal Monograph on Pulmonaria officinalis.
Apakah Lungwort benar-benar efektif untuk batuk atau sakit tenggorokan?
Secara tradisional, Lungwort digunakan untuk meredakan batuk kering dan radang tenggorokan. Kandungan musilago membantu melapisi dan menenangkan mukosa tenggorokan, sementara saponin membantu mengencerkan dahak. Namun, bukti klinis pada manusia belum memadai sehingga efektivitasnya lebih didasarkan pada penggunaan empiris dan studi fitokimia. Referensi: Wichtl, M. (2004). Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals. MedPharm.
Apakah Lungwort aman untuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui?
Tidak disarankan. Menurut monograf European Medicines Agency (EMA), penggunaan Lungwort pada anak di bawah 12 tahun, wanita hamil, dan menyusui tidak direkomendasikan karena belum ada data keamanan yang memadai. Konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan pada populasi tersebut.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Lungwort?
Efek samping yang jarang terjadi meliputi gangguan lambung ringan seperti mual atau nyeri ulu hati akibat kandungan saponin. Reaksi alergi seperti ruam dan gatal juga dapat muncul pada orang yang sensitif terhadap tumbuhan famili Boraginaceae. Jika mengalami gejala tersebut, hentikan penggunaan dan cari bantuan medis. Referensi: Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D. (2007). Herbal Medicines. Pharmaceutical Press.
Apakah ada kondisi medis yang menjadi kontraindikasi penggunaan Lungwort?
Orang dengan gastritis atau tukak lambung sebaiknya berhati-hati karena saponin dapat mengiritasi mukosa lambung. Karena belum ada data keamanan, pasien penyakit hati atau ginjal kronis juga disarankan menghindari penggunaan Lungwort. Referensi: Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D. (2007). Herbal Medicines. Pharmaceutical Press.
Apakah Lungwort mengandung zat berbahaya seperti alkaloid pirrolizidina?
Tanaman dalam famili Boraginaceae dapat mengandung alkaloid pirrolizidina yang bersifat hepatotoksik, tetapi Pulmonaria officinalis umumnya dilaporkan memiliki kadar yang rendah. Meski begitu, penggunaan jangka panjang tidak dianjurkan dan sebaiknya memilih produk dari sumber terstandarisasi. Referensi: Bisset, N.G. & Wichtl, M. (2004). Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals. MedPharm.
Bagaimana mekanisme kerja Lungwort dalam tubuh sehingga bermanfaat untuk kesehatan?
Mekanisme utamanya berkaitan dengan tiga kelompok senyawa: musilago membentuk lapisan lendir pelindung pada mukosa saluran napas dan pencernaan, saponin merangsang refleks pengeluaran dahak, serta flavonoid dan asam fenolik menghambat enzim peradangan dan menetralkan radikal bebas. Efek gabungan ini mendukung penggunaan tradisionalnya sebagai demulsen dan ekspektoran. Referensi: Wichtl, M. (2004). Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals. MedPharm.

Sassafras

Sassafras albidum

Agrimoni

Agrimonia eupatoria

Cari: