Agrimoni

Agrimony | Agrimonia eupatoria
Nama
Agrimoni (Agrimony)
Nama Latin/Ilmiah
Agrimonia eupatoria
Famili
Bagian Digunakan
Daun, Bunga, dan Batang
Rasa
Pahit, sepat
Nama Lain
Church steeples (United Kingdom), sticklewort (United Kingdom), aigremoine (France), odermennig (Germany), agrimonia (Italy)
Asal
Eropa, Asia Barat, Afrika Utara
Kandungan Utama
Tanin, flavonoid, asam fenolik, minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Agrimoni

Agrimonia eupatoria, yang dikenal sebagai agrimony atau rumput duri, adalah tumbuhan herbal tahunan dari keluarga Rosaceae. Tumbuhan ini tersebar luas di Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara, biasanya tumbuh di padang rumput, tepi jalan, dan area terbuka yang memiliki tanah kering hingga lembab. Secara morfologi, agrimony memiliki batang tegak setinggi 30–100 cm, daun majemuk menyirip dengan tepi bergerigi, serta bunga kuning kecil yang tersusun dalam rangkaian panjang menyerupai paku. Buahnya berduri kecil yang mudah menempel pada bulu hewan, membantu penyebaran biji. Keunikan lainnya adalah seluruh bagian tanaman mengeluarkan aroma harum seperti aprikot, terutama saat dikeringkan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 06 Sep 2026 - 00:41:08
 

II. Ciri-ciri Agrimoni

Tanaman ini suka banget sama tempat yang agak terbuka, kayak pinggiran hutan, padang rumput, atau sepanjang jalan setapak. Dia tahan banting dan bisa tumbuh subur di tanah yang punya drainase baik. Karakteristik/ciri-ciri Agrimoni (Agrimonia eupatoria):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuhan herba menahun yang tegak, tingginya bisa nyampe 50-100 cm.
Batang Batangnya tegak, berbulu kasar, dan biasanya nggak bercabang banyak.
Daun Bentuknya majemuk menyirip (mirip bulu burung), pinggirannya bergerigi tajam, dan tekstur permukaannya agak berbulu halus.
Bunga Bunganya kecil-kecil warna kuning cerah, tersusun rapat membentuk untaian panjang (seperti paku) di ujung batang.
Buah Buahnya tipe 'achene' yang terbungkus kelopak berduri kecil (hooked bristles) supaya gampang nempel di bulu hewan atau baju kita buat nyebar benih.
Akar Punya sistem perakaran rimpang yang kuat buat bertahan hidup dari musim ke musim.

III. Manfaat Agrimoni

7 Manfaat Agrimoni untuk kesehatan.

  1. Peradangan dan nyeri sendi (artritis)

    Polifenol utama seperti agrimoniin, asam elagat, dan luteolin menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK, sehingga mengurangi ekspresi gen proinflamasi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Efek akhirnya adalah penurunan produksi prostaglandin E2 dan oksida nitrat pada jaringan yang meradang.

    Senyawa Aktif: agrimoniin, asam elagat, Luteolin
    Tampilkan
  2. Infeksi bakteri dan jamur (antimikroba spektrum luas)

    Agrimoniin, katekin, dan kuersetin merusak integritas membran sel mikroba, menghambat enzim ekstraseluler, serta mengganggu pembentukan biofilm. Pada jamur Candida, senyawa ini dapat meningkatkan permeabilitas membran dan menginduksi apoptosis dini.

    Senyawa Aktif: agrimoniin, Katekin, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Stres oksidatif dan kerusakan sel akibat radikal bebas

    Elagitanin dan flavonoid mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas, mengkelat ion logam transisi (Fe²⁺, Cu⁺), dan mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2 sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutation peroksidase.

    Senyawa Aktif: asam elagat, Kuersetin, Kaempferol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Agrimoni

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Agrimoni.

  1. Agrimoniin

    Golongan: Ellagitannin
    Bagian Tanaman: Herba (bagian atas tanaman berbunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Astringen, Antioksidan, Antiinflamasi, Antimikroba, Dan Antidiare; Bukti Dari Studi In Vitro Dan Hewan, Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
  2. Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Herba dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Hepatoprotektif, Antiproliferatif, Dan Antikanker Dalam Studi In Vitro/hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Agrimony.
    Tampilkan
  3. Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Herba dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektif, Antioksidan, Antiinflamasi; Data Dari Studi In Vitro Dan Hewan, Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Agrimoni

Interaksi & Kontraindikasi Agrimoni dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi / mineral oral

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tanin dalam agrimoni dapat mengikat zat besi non-heme sehingga menurunkan penyerapan. Beri jarak minimal 2 jam antara konsumsi agrimoni dan suplemen zat besi. (Ref: Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)

  2. Konstipasi / sembelit kronis

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan tanin bersifat astringen dan dapat memperburuk konstipasi. Hindari penggunaan jangka panjang atau gunakan hanya dalam pengawasan. (Ref: ESCOP Monographs, Agrimoniae herba)

  3. Gastritis aktif / ulkus peptikum

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Tanin dapat mengiritasi mukosa lambung yang meradang. Hindari penggunaan pada gastritis aktif atau tukak lambung tanpa persetujuan tenaga kesehatan. (Ref: Newall et al., Herbal Medicines: A Guide for Health-care Professionals, 1996)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+10)

VI. Efek Samping Agrimoni

Agrimoni (Agrimonia eupatoria) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, namun penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat menimbulkan berbagai efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti sakit perut, mual, dan konstipasi. Hal ini disebabkan oleh kandungan tannin yang cukup tinggi di dalam tanaman tersebut, yang dapat mengiritasi mukosa lambung dan memperlambat motilitas usus pada beberapa individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Agrimoni

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Agrimoni.

Apa kandungan fitokimia utama Agrimoni (Agrimonia eupatoria) dan apa fungsinya?
Agrimoni kaya akan tanin terhidrolisis, terutama agrimoniin, serta flavonoid (rutin, luteolin, apigenin, kuersetin), triterpenoid (asam ursolat, asam oleanolat), dan asam fenolat (asam kafeat, asam ferulat). Secara fitokimia, tanin memberikan efek astringen dan antidiare; flavonoid dan polifenol lain berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan ini tercatat dalam monografi herbal Eropa (EMA: European Union Herbal Monograph on Agrimonia eupatoria L., herba).
Bagaimana cara mengonsumsi Agrimoni sehari-hari?
Cara paling umum adalah sebagai teh herbal. Seduh 1 sendok teh herba kering (sekitar 1–1,5 g) dengan 150–250 ml air mendidih, tutup selama 10–15 menit, lalu saring. Minum 2–3 cangkir sehari setelah makan, sehingga total dosis herba sekitar 3–4 g per hari. Untuk radang tenggorokan, teh dapat dipakai untuk berkumur saat suhunya sudah hangat. Untuk peradangan kulit ringan, gunakan infus sebagai kompres. Monografi Komisi E Jerman (German Commission E Monographs) juga mencantumkan dosis harian herba sekitar 3–4 g.
Apa manfaat atau indikasi Agrimoni yang memiliki bukti ilmiah dan dukungan regulasi?
Dukungan regulasi paling kuat berasal dari monografi Komisi E Jerman, yang menyetujui penggunaan agrimoni untuk diare ringan, radang ringan mukosa mulut dan faring, serta peradangan kulit dangkal. Efek ini terutama ditopang oleh tanin yang bersifat astringen, antimikroba, dan antiinflamasi. Penelitian pada sel dan hewan dalam Journal of Ethnopharmacology dan Phytotherapy Research juga menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba, tetapi uji klinis manusia berskala besar masih terbatas.
Apakah Agrimoni aman untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui?
Tidak dianjurkan. Belum ada data keamanan yang memadai untuk ibu hamil dan menyusui, sehingga monografi herbal Eropa umumnya menyarankan kelompok ini menghindari penggunaan. Pada bayi dan anak, kandungan tanin yang tidak terukur dapat mengiritasi saluran cerna yang sensitif. Penggunaan pada anak hanya boleh dilakukan atas rekomendasi dokter atau herbalis klinis berpengalaman, bukan untuk pengobatan mandiri.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan Agrimoni?
Pada dosis wajar, efek samping jarang. Efek samping yang mungkin adalah gangguan lambung ringan seperti mual, mulas, dan sembelit, terutama bila dosis terlalu tinggi atau digunakan lama. Tanin dapat menurunkan penyerapan zat besi, sehingga penderita anemia sebaiknya tidak minum agrimoni bersamaan dengan makanan atau suplemen zat besi. Reaksi alergi kontak juga dapat terjadi pada orang yang alergi tumbuhan famili Rosaceae, misalnya apel atau stroberi. Jika muncul ruam, gatal, atau bengkak, hentikan penggunaan dan segera konsultasi.
Apakah ada interaksi Agrimoni dengan obat yang perlu diwaspadai?
Karena mengandung tanin, agrimoni dapat mengganggu penyerapan obat dan suplemen jika diminum bersamaan. Beri jarak minimal 2 jam antara minum teh agrimoni dan obat lain. Beberapa sumber mencatat efek diuretik ringan, sehingga pasien yang menggunakan obat diuretik, antihipertensi, atau lithium sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu. Penderita penyakit ginjal, tukak lambung aktif, atau yang akan menjalani operasi juga sebaiknya tidak menggunakan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Bagaimana penggunaan Agrimoni untuk gangguan pencernaan dan luka luar?
Untuk diare ringan, minum infus agrimoni 2–3 kali sehari selama tidak lebih dari beberapa hari; efek astringen tanin membantu mengurangi frekuensi buang air besar dan mengencangkan mukosa usus. Jika diare disertai darah, demam, atau berlangsung lebih dari 2 hari, segera cari bantuan medis. Untuk luka lecet ringan dan peradangan kulit dangkal, kompres dengan infus dingin atau gunakan sebagai obat kumur. Pengobatan ini bersifat suportif dan tidak menggantikan antiseptik medis untuk luka yang terkontaminasi atau infeksi berat.
Berapa lama Agrimoni dapat digunakan dan bagaimana penyimpanannya?
Gunakan sesuai kebutuhan, umumnya tidak lebih dari 2–3 minggu untuk konsumsi internal tanpa pengawasan profesional. Pemakaian jangka panjang belum cukup didukung data keamanan dan tanin dapat mengiritasi lambung. Simpan herba kering dalam wadah tertutup rapat, di tempat kering, sejuk, dan terhindar dari cahaya langsung. Herba yang berjamur, berbau tengik, atau berubah warna tidak boleh digunakan. Infus atau rebusan sebaiknya dibuat baru setiap hari dan disimpan di lemari es bila perlu.

Lungwort

Pulmonaria officinalis

Vervain

Verbena officinalis

Cari: