Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Fenolik Ekstrak Daun Sassafras albidum dari Beberapa Pelarut Berbeda

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    Ekstrak daun Sassafras albidum yang diekstraksi dengan pelarut etanol, metanol, dan akuades; pengujian dilakukan secara in vitro
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 10–100 µg/mL dalam uji DPPH
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun Sassafras albidum menunjukkan aktivitas antioksidan paling kuat dan berkorelasi positif dengan kandungan fenolik total. Hal ini mengindikasikan potensi daun tanaman ini sebagai sumber antioksidan alami.
  2. Profil Fitokimia dan Toksisitas Akut Ekstrak Kulit Batang Sassafras albidum pada Mencit Swiss Webster

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    36 mencit Swiss Webster jantan, dibagi menjadi 6 kelompok (kontrol, lima dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Dosis tunggal 500–5000 mg/kgBB secara oral, pengamatan 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak kulit batang mengandung alkaloid dan flavonoid, tetapi uji toksisitas akut menunjukkan LD50 sebesar 2150 mg/kgBB sehingga tergolong toksik sedang. Penggunaan ekstrak sebagai herbal perlu memperhatikan batas aman dosis.
  3. Efek Ekstrak Daun Sassafras albidum terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit yang Diinduksi Diet Tinggi Gula

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    28 mencit jantan galur BALB/c dibagi menjadi 4 kelompok: kontrol, dosis 100, 200, dan 300 mg/kgBB ekstrak
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, 300 mg/kgBB per oral selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak dosis 300 mg/kgBB selama 21 hari menurunkan kadar glukosa darah puasa secara signifikan dibandingkan kontrol. Temuan ini menunjukkan efek antihiperglikemik potensial daun sassafras yang perlu diteliti lebih lanjut.
  4. Studi Minyak Atsiri Kulit Kayu Sassafras albidum: Profil Senyawa dan Aktivitas Antibakteri

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    Minyak atsiri hasil destilasi uap dari kulit kayu; pengujian antibakteri pada Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi minyak 0,5%, 1%, 2% dengan metode disk difusi
    Temuan:
    Safrole merupakan komponen utama (sekitar 43%) dari minyak atsiri kulit kayu. Minyaknya menunjukkan zona hambat signifikan terhadap Staphylococcus aureus namun tidak terhadap Escherichia coli.
  5. Review Sistematis: Potensi dan Risiko Penggunaan Tanaman Sassafras sebagai Bahan Obat Herbal

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Analisis terhadap 48 artikel yang relevan dari PubMed dan Scopus, dipilih dari 840 artikel awal
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (review)
    Temuan:
    Sassafras albidum memiliki potensi anti-inflamasi dan antimikroba, namun kandungan safrole menimbulkan risiko karsinogenik. Kandungan safrole membatasi penggunaan oral jangka panjang dan merekomendasikan penggunaannya hanya terbatas sebagai bahan luar atau setelah deteksi kadar safrole yang ketat.
  6. Meta-Analisis: Pengaruh Ekstrak Beralkohol Tanaman Anggota Lauraceae terhadap Parameter Stres Oksidatif pada Model Rodensia

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    Sepuluh studi eksperimental in vivo dengan total 162 hewan percobaan (tikus/mencit), diterbitkan antara 2015-2024
    Dosis/Durasi:
    Rata-rata dosis ekstrak 200–400 mg/kgBB per hari selama 14–28 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan efek farmakologis antioksidan dari ekstrak Lauraceae terutama pada peningkatan enzim SOD dan katalase; namun heterogenitas antar studi cukup tinggi. Tidak ada subanalisis spesifik yang membedakan S. albidum karena jumlah studi yang sangat terbatas, sehingga interpretasi umum harus berhati-hati.
  7. Karakterisasi Senyawa Aktif Ekstrak Daun Sassafras albidum menggunakan LC-MS/MS dan Identifikasi Molekuler dengan Docking terhadap Enzim COX-2

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental dan In Silico
    Sampel:
    Ekstrak kering daun S. albidum dari tiga wilayah tumbuh berbeda; analisis LC-MS/MS dan simulasi docking
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; ekstrak dilarutkan metanol untuk analisis
    Temuan:
    Sebanyak empat belas senyawa teridentifikasi, termasuk quercetin, kaempferol glikosida, dan polifenol. Hasil docking menunjukkan bahwa quercetin dan afzelin memiliki afinitas pengikatan kuat terhadap enzim COX-2, menunjang aktivitas anti-inflamasi potensial.

Advertisement


Cari: