Kasifikasi ilmiah Sassafras (Sassafras albidum)
Author: (Nutt.) Nees
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Magnoliidae |
| Ordo: | Laurales |
| Famili: | Lauraceae |
| Subfamili: | Laurideae |
| Tribus: | Laureae |
| Genus: | Sassafras |
| Spesies: | Sassafras albidum |
Sassafras albidum adalah pohon gugur unik yang asli dari Amerika Utara, terkenal karena daunnya yang memiliki tiga bentuk berbeda, yakni bentuk oval, berbentuk sarung tangan, atau bercabang tiga seperti cakar dinosaurus. Pohon ini memancarkan aroma harum yang khas ketika daun atau rantingnya diremas, yang dulu sering digunakan oleh penduduk asli sebagai bahan obat-obatan herbal.
Selain keunikan bentuk daunnya, tanaman ini punya sejarah menarik di dunia kuliner, di mana bagian akarnya pernah menjadi bahan utama pembuatan minuman sarsaparilla atau root beer tradisional. Namun, penggunaan komersialnya kini mulai dibatasi karena adanya kandungan safrole dalam minyak atsirinya, sehingga saat ini Sassafras lebih banyak dinikmati sebagai tanaman hias yang mempercantik taman dengan warna dedaunannya yang memukau saat musim gugur.
Advertisement