Purple Basil

Ocimum basilicum 'Purpurascens'
Nama
Purple Basil
Nama Latin/Ilmiah
Ocimum basilicum 'Purpurascens'
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
manis, sedikit pedas, aroma rempah
Nama Lain
Dark Opal Basil (Amerika Serikat), Red Rubin Basil (Amerika Serikat), Basilico Rosso (Italia), Basilic Violet (Prancis), Rotes Basilikum (Jerman)
Asal
Asia tropis, India, Asia Tenggara
Kandungan Utama
Antosianin, linalool, eugenol, asam rosmarinat, metil kavikol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Purple Basil

Purple Basil (Ocimum basilicum 'Purpurascens') adalah kultivar dari kemangi yang memiliki keunikan visual mencolok pada warna daunnya yang ungu gelap hingga kehitaman. Warna ini berasal dari pigmen antosianin yang melimpah pada jaringan daun, memberikan tampilan dekoratif sekaligus nilai fungsional sebagai antioksidan alami. Tanaman ini masih satu spesies dengan kemangi hijau biasa, namun kultivar ungu ini sering dipilih untuk tujuan estetika taman, pengayaan warna pada hidangan, serta sebagai sumber fitokimia yang lebih kaya dibandingkan varietas hijau standar.

Baca Lebih Lanjut
Update: 21 Agu 2026 - 03:40:04
 

II. Ciri-ciri Purple Basil

Tanaman ini suka banget sama sinar matahari penuh dan tanah yang subur dengan drainase yang baik. Biasanya tumbuh subur di iklim tropis atau subtropis, nggak tahan sama cuaca beku (frost), dan butuh penyiraman yang teratur biar daunnya tetap segar. Karakteristik/ciri-ciri Purple Basil (Ocimum basilicum 'Purpurascens'):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuhan herba tahunan yang tumbuh tegak dengan percabangan yang lebat, tingginya bisa mencapai 30-60 cm.
Daun
  • Warna: Warna ungu gelap yang khas, kadang ada semburat hijau tua atau perunggu.
  • Bentuk: Oval atau elips dengan tepian yang agak bergerigi.
  • Tekstur: Permukaannya sedikit berkerut dan terasa lembut, aromanya sangat wangi kalau daunnya digosok.
Batang Batang berbentuk persegi (khas tanaman mint), warnanya cenderung ungu gelap atau kehitaman mengikuti warna daunnya.
Bunga Bunga muncul di ujung batang dalam bentuk bulir, warnanya putih atau merah muda pucat yang kontras banget sama daun ungunya.
Akar Sistem perakaran serabut yang menyebar di lapisan tanah bagian atas.

III. Manfaat Purple Basil

8 Manfaat Purple Basil untuk kesehatan.

  1. Stres oksidatif / kebutuhan antioksidan

    Senyawa fenolik dan antosianin mendonorkan elektron, mengkhelat logam transisi, serta mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim katalase dan superoksida dismutase; asam rosmarinat juga menetralkan radikal bebas dan menghambat peroksidasi lipid.

    Senyawa Aktif: Asam Rosmarinat, sianidin-3-O-glukosida, Asam Kafeat
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi dan nyeri sendi

    Eugenol dan asam rosmarinat menghambat aktivitas COX-2 dan lipooksigenase, menurunkan ekspresi iNOS serta produksi prostaglandin E2, TNF-α dan IL-6; pada tingkat molekuler terjadi inhibisi fosforilasi NF-κB dan aktivasi PPAR-γ.

    Senyawa Aktif: Eugenol, Asam Rosmarinat, sianidin-3-O-glukosida
    Tampilkan
  3. Antimikroba (bakteri dan jamur)

    Komponen minyak atsiri yang lipofilik seperti linalool, eugenol, dan metil eugenol berinteraksi dengan membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas membran, menyebabkan kebocoran ion dan lisis sel; juga mengganggu pembentukan biofilm dan adhesi mikroba.

    Senyawa Aktif: Linalool, Eugenol, metil eugenol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Purple Basil

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Purple Basil.

  1. Golongan: Terpenoid (monoterpena alkohol)
    Bagian Tanaman: Daun, pucuk berbunga, minyak atsiri
    Aktivitas Farmakologis:
    Ansiolitik/sedatif, Analgesik, Antiinflamasi, Antimikroba Pada Studi In Vitro/hewan..
    Tampilkan
  2. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun dan pucuk berbunga (minyak atsiri)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri Dan Antifungal Lemah Pada Studi Preklinis; Manfaat Klinis Belum Jelas Karena Profil Toksikologinya..
    Tampilkan
  3. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun, bunga, minyak atsiri
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik Dental, Antiinflamasi, Antioksidan, Antibakteri Terhadap Streptococcus Mutans Dan Bakteri Lain..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Purple Basil

Interaksi & Kontraindikasi Purple Basil dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi kuliner normal sebagai bumbu masakan

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Umumnya aman bagi kebanyakan orang. Tidak diperlukan penyesuaian dosis obat, tetapi tetap beri tahu tenaga kesehatan jika rutin mengonsumsi dalam jumlah besar.

  2. Riwayat alergi famili Lamiaceae (basil, mint, oregano, sage, lavender)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Alergi silang jarang tetapi mungkin terjadi. Hentikan konsumsi bila muncul gatal, ruam, pembengkakan, atau sesak napas; segera cari bantuan medis.

  3. Anak-anak (penggunaan kuliner)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman sebagai bumbu makanan. Suplemen atau ekstrak pekat tidak dianjurkan karena data keamanan pada anak masih terbatas.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+12)

VI. Efek Samping Purple Basil

Purple Basil (Ocimum basilicum 'Purpurascens') umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan. Namun, tanaman ini mengandung konsentrasi senyawa estragol yang cukup tinggi—sebuah senyawa organik volatil yang dalam beberapa penelitian pada hewan pengerat diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial jika dikonsumsi dalam dosis sangat tinggi dan jangka panjang. Konsumsi ekstrak atau minyak esensial basil ungu dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan efek toksik ringan hingga sedang, termasuk iritasi pada saluran pencernaan, mual, dan gangguan hati akibat metabolisme senyawa fenolik yang terkandung di dalamnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Purple Basil

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Purple Basil.

Apa saja senyawa fitokimia utama yang terkandung dalam Purple Basil?
Secara fitokimia, Purple Basil mengandung pigmen antosianin (antara lain sianidin-3-(6-p-kumarolglukosida)), asam rosmarinat, asam kafeat, quercetin, rutin, serta minyak atsiri yang kaya eugenol, linalool, dan metil kavikol. Kandungan antosianin inilah yang memberikan warna ungu. Senyawa-senyawa tersebut berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, antimikroba, dan antiperadangan. (Phippen & Simon, 1998; Shahrajabian et al., 2020)
Bagaimana cara penggunaan sehari-hari Purple Basil yang aman?
Penggunaan sehari-hari yang paling aman adalah sebagai bahan pangan: daun segar dapat dimakan sebagai lalapan, dicampurkan ke dalam salad, pasta, pesto, atau diseduh menjadi teh. Untuk infusa, gunakan 1–2 gram daun kering dalam satu cangkir air panas, 1–3 kali sehari. Hindari mengganti obat konvensional dengan herbal ini tanpa konsultasi. (ESCOP Monographs, 2003; Bown, 1995)
Apakah Purple Basil dapat digunakan sebagai obat herbal untuk gangguan pencernaan?
Ya, dalam pengobatan tradisional basil digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan seperti kembung, dispepsia, dan kolik ringan. Efek karminatif dan spasmolitiknya diperankan oleh linalool dan eugenol yang merileksasikan otot polos usus. Studi fitokimia menunjukkan aktivitas ini mendukung penggunaan empiris tersebut, meskipun uji klinis masih terbatas. (Shahrajabian et al., 2020; Bown, 1995)
Apa saja efek samping yang perlu diperhatikan dari Purple Basil?
Dalam jumlah kuliner, Purple Basil termasuk aman. Namun, minyak atsiri pekat dapat menyebabkan mual, muntah, dan iritasi saluran cerna jika digunakan berlebihan. Pada individu sensitif juga dapat terjadi dermatitis kontak atau reaksi alergi silang terhadap famili Lamiaceae. (Tisserand & Young, 2014)
Apakah Purple Basil aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Konsumsi Purple Basil sebagai bumbu atau lalapan dianggap aman untuk ibu hamil dan menyusui. Namun, penggunaan ekstrak dosis tinggi atau sediaan obat herbal sebaiknya dihindari karena kandungan eugenol dan metil kavikol pada basil dalam dosis besar dapat bersifat emmenagogue dan teoretis meningkatkan risiko kontraksi rahim. Keamanan untuk ibu menyusui belum diteliti secara memadai. (Newall et al., 1996)
Bagaimana keamanan Purple Basil untuk bayi dan anak-anak?
Untuk bayi dan anak-anak, belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung penggunaan sediaan herbal Purple Basil. Minyak atsiri basil tidak direkomendasikan pada anak di bawah 2 tahun karena berisiko menyebabkan depresi pernapasan. Daun segar yang dimasak sebagai bagian MPASI mungkin aman, tetapi pemberian ekstrak atau suplemen harus seizin dokter anak. (Tisserand & Young, 2014)
Apakah Purple Basil berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Purple Basil mengandung vitamin K1 dan fenolik yang dapat berinteraksi dengan warfarin dan obat antikoagulan lain, sehingga dapat mengurangi efektivitas terapi jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Ekstrak basil juga berpotensi menghambat isoenzim CYP450 (misalnya CYP3A4), yang dapat meningkatkan kadar obat sedatif, antidiabetes, atau antiepilepsi. Karena itu pasien yang menggunakan obat-obatan kronis sebaiknya berkonsultasi. (Williamson, 2001)
Bagaimana potensi Purple Basil dalam menjaga kesehatan umum?
Sebagai bagian gaya hidup sehat, Purple Basil memberikan asupan antioksidan berupa antosianin, asam rosmarinat, dan quercetin. Senyawa-senyawa ini membantu menangkal radikal bebas dan menurunkan penanda stres oksidatif dan peradangan. Meski demikian, klaim untuk mencegah penyakit kronis pada manusia masih memerlukan uji klinis lanjutan. (Phippen & Simon, 1998; Ibáñez et al., 2020)

Clary Sage

Salvia sclarea

Lemon Basil / Selasih

Ocimum ? africanum